Kedermawanan atau kepelitan seseorang bukan diukur dari seberapa banyak harta yang ada di tangannya, melainkan dari bagaimana hatinya memaknai setiap rezeki yang datang dari Allah. Ketika hati dipenuhi rasa takut kehilangan dan enggan berbagi, di situlah sikap pelit tumbuh dan menguasai perilaku seseorang.
Dalam ajaran Islam, pelit merupakan perbuatan tercela yang tidak disukai Allah karena bertentangan dengan nilai kepedulian dan kebaikan terhadap sesama. Sifat pelit ini pada akhirnya tidak hanya merenggangkan hubungan antarmanusia, tetapi juga mendatangkan dosa bagi mereka yang memeliharanya.
Hukum Orang Pelit Mendapat Dosa dalam Islam
Menukil buku Negara Islam Modern, Muhammad Ash Shallabi memaparkan bahwa sifat pelit adalah penyakit hati yang tidak hanya buruk secara sosial, tetapi juga mengancam keutuhan iman. Karena itu, sikap kikir tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga memengaruhi kondisi spiritual seorang muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai dalil agama, baik dari Al-Qur'an maupun hadis, telah memperingatkan kita untuk tidak bersikap pelit. Surah Ali Imran ayat 180 menjadi salah satu rujukan penting terkait larangan ini.
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ وَلِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌࣖ
"Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya mengira bahwa (kekikiran) itu baik bagi mereka. Sebaliknya, (kekikiran) itu buruk bagi mereka. Pada hari Kiamat, mereka akan dikalungi dengan sesuatu yang dengannya mereka berbuat kikir. Milik Allahlah warisan (yang ada di) langit dan di bumi. Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan."
Dalam ajaran Islam, sifat pelit dipandang sebagai perbuatan dosa besar yang harus dihindari oleh setiap muslim. Ketika seseorang memelihara sifat kikir, secara tidak langsung ia sedang menjauhkan dirinya dari naungan kasih sayang Allah SWT.
Selain itu, perilaku pelit juga menunjukkan kurangnya rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Mereka yang bersikeras mempertahankan sifat pelit ini harus bersiap menghadapi ancaman balasan yang pedih di hari akhir kelak.
Hukuman untuk Orang yang Pelit
Ada berbagai dampak negatif serta balasan yang akan menimpa seseorang yang memelihara sifat pelit. Menurut Muhammad Ash Shallabi dalam buku Negara Islam Modern Menuju Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur, berikut ancaman bagi orang yang pelit menurut Islam.
1. Rezekinya Sempit
Menimbun harta dan enggan berbagi tidak akan menjamin seseorang bertambah kaya. Sebaliknya, sikap yang terlalu perhitungan dan kikir justru berisiko menutup pintu-pintu keberkahan rezeki. Rasulullah SAW mengingatkan dalam sabdanya:
"Janganlah engkau bersikap kikir, karena hal itu akan menyebabkan rezekimu disempitkan." (HR. Bukhari).
2. Penghalang Masuk Surga
Kerugian akibat sifat bakhil tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga mengancam keselamatan di akhirat. Sifat pelit dipandang sebagai penghalang seseorang untuk melangkah ke surga, sebagaimana peringatan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat At-Tirmidzi:
"Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang yang bakhil (pelit), serta mereka yang berperangai buruk." (HR. At-Tirmidzi).
Doa Dihindarkan dari Sifat Pelit
Sifat pelit, kikir atau bakhil sangat dibenci oleh Allah SWT karena mencerminkan kekufuran terhadap nikmat dan hilangnya empati sosial. Oleh karena itu, setiap Muslim sangat disarankan untuk melatih kedermawanan dan menjauhi mentalitas kikir dalam keseharian.
Menukil buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya KH Sulaeman bin Muhammad Bahri, terdapat doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW agar kita terlindungi dari penyakit hati tersebut:
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبَحْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ
الرَّجَال
Arab latin: Allahumma innii a'uudzubika minal hammi wal hazani wal ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni wa dhala'id daini wa ghalabatir rijaali
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan, kemalasan, kekikiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang lain," (HR Bukhari, Baihaqi & Ahmad)
Dengan rutin mengamalkan doa ini, kita berharap Allah SWT senantiasa melembutkan batin kita, menjauhkan kita dari sifat bakhil, dan memudahkan kita untuk menjadi pribadi yang dermawan. Wallahu a'lam.
(hnh/inf)












































Komentar Terbanyak
Gaji ASN Nunggak 2 Bulan, Kemenhaj-Kemenag Saling Tuding
Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Dinilai Berisiko, MUI Sampaikan Hal Ini
Hukum Sholat Subuh Kesiangan Lengkap Bacaan Niatnya