Sholat dhuha adalah amalan sunnah yang dikerjakan pagi hari sebelum waktu Dzuhur. Biasanya, ibadah ini sering dikaitkan sebagai amalan pelancar rezeki.
Dinukil dari buku Sholat Dhuha Raih Rezeki Sepanjang Hari susunan Ustaz Arif Rahman, sholat dhuha sering disebut sholat sunnah untuk memohon rezeki. Ini sesuai dengan hadits berikut,
"Allah Azza wa Ja'ala berfirman, 'Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (sholat dhuha), niscaya, pasti akan aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya'." (HR Hakim dan Thabrani)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, sampai kapan batas waktu mengerjakan sholat dhuha?
Batas Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa?
Menurut buku Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha susunan Huriyah Huwaida, sholat dhuha dimulai ketika matahari naik sepenggalahan. Artinya, dhuha dimulai sejak matahari setinggi satu tombak bayangan, kira-kira sekitar pukul 07.00 pagi.
Sholat dhuha tidak boleh dikerjakan sebelum matahari terbit. Ibadah sunnah ini hanya sah ketika matahari sudah terbit sempurna dan naik.
Batas waktu mengerjakan sholat dhuha dijelaskan dalam buku Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi oleh Abu Utsman Kharisma. Batas waktunya saat matahari sudah condong ke arah barat, ketentuan tersebut mengacu pada pendapat mayoritas ulama termasuk Syafi'i dan Hambali.
Turut dijelaskan dalam Syarh Al Arba'in An Nawawiyah susunan Syaikh Ibnu Utsaimin terjemahan Umar Mujtahid, batas waktu sholat dhuha adalah 5-10 menit sebelum matahari tergelincir ke barat atau biasa disebut waktu zawal.
Rata-rata waktu dhuha di Indonesia berakhir pukul 11.00 siang. Namun, diterangkan dalam buku Sholat Dhuha Dulu, Yuk! oleh Imron Mustofa bahwa waktu sholat dhuha masih bisa dilakukan sampai menjelang siang hari sekitar pukul 11.30 siang.
Hal tersebut merujuk pada hadits Nabi SAW dengan bunyi berikut,
"Allah SWT berfirman, 'Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) untuk-Ku empat rakaat dari awal siang, niscaya Aku akan mencukupimu pada akhir siangmu'."
Tata Cara dan Niat Sholat Dhuha Dua Rakaat
Sholat dhuha bisa dilakukan mulai dari 2 hingga 12 rakaat. Jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan muslim. Berikut tata cara mengerjakan sholat dhuha dua rakaat.
1. Mengucapkan niat sholat dhuha dua rakaat. Berikut bacaannya,
اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat sholat dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."
2. Niat dalam hati bersamaan takbiratul ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surah Al-Fatihah
5. Membaca surah dalam Al-Qur'an
6. Rukuk
7. Itidal atau berdiri untuk melakukan sujud
8. Sujud
9. Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
10. Sujud kedua
11. Berdiri untuk mengerjakan rakaat yang kedua
12. Membaca surah Al-Fatihah
13. Membaca surah dalam Al-Qur'an
14. Rukuk
15. Itidal
16. Sujud
17. Iftirasy (duduk di antara dua sujud)
18. Sujud kedua
19. Tahiyat
20. Salam
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah sholat dhuha, terdapat doa yang bisa diamalkan muslim. Berikut lafaznya yang dikutip dari buku Bertambah Kaya & Berkah dengan Shalat Dhuha susunan Khalillurahman El Mahfani.
اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrata qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.
Artinya: "Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku masih diatas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
Selain doa di atas, ada juga doa setelah sholat dhuha yang lebih ringkas. Doa ini bersumber dari sabda Rasulullah SAW yang berasal dari Aisyah RA. Sang nabi membaca doa berikut hingga 100 kali,
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Allahummaghfirli wa tub 'alayya innaka antat tawwabur rahim.
Artinya: "Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima tobat dan Maha Pengampun."
Manfaat Mengerjakan Sholat dhuha
Ada manfaat yang bisa diraih muslim dari mengerjakan sholat dhuha. Berikut bahasannya yang dinukil dari Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa setelah Shalat Fardhu & Sunnah susunan H M Amrin Ra'uf.
- Urusannya dimudahkan oleh Allah SWT
- Tubuhnya menjadi sehat
- Rezekinya diberi kelancaran
- Pintu rezeki dibuka
- Dijauhkan dari tipu daya dunia
Wallahu a'lam.
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, MUI Minta RI Ambil Langkah Diplomatik
Dubes Saudi: Serangan Iran ke Negara Teluk Berdampak pada Solidaritas Umat Islam
Mengenang Thessaloniki, Kota Muslim di Yunani yang Hilang