Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Marwan Dasopang mengatakan pengawasan penyelenggaraan haji tidak hanya di Arab Saudi. Pengawasan oleh DPR melalui Tim Pengawas Haji (Timwas Haji DPR) sudah dilakukan sejak jemaah berangkat dari tanah air.
"Yang menjadi perhatian bukan hanya di Mekkah dan Madinah, tapi juga sejak dari sini, sejak berangkat. Tapi karena kita sudah melakukan tugas ini dari Komisi VIII, persiapan keberangkatan dan nanti kita mendarat sebetulnya sudah menjadi pantauan kita di Bandara. Pada saat nanti mendarat di Madinah, jemaah masih ada yang mendarat bersama kita. Di situ sudah bisa kita lihat apakah petugas bekerja dengan baik atau apakah pelayanan-pelayanan pemberangkatan jemaah dari terminal menuju hotel sesuai prosedur yang ditetapkan Panja," kata Marwan.
Hal itu disampaikan Marwan dalam Rapat Koordinasi Timwas Haji DPR yang digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Marwan, Timwas DPR terdiri dari unsur pimpinan DPR, pimpinan Komisi VIII, anggota DPR dan tim pendukung. Mereka diberangkatkan ke dalam dua tahap, yaitu tahap pertama (16,17, dan 18 Mei 2026) serta tahap kedua (20 dan 21 Mei 2026).
"Kenapa banyak pendukung? Karena dalam pengawasan DPR tidak mungkin mencatat sedetil mungkin temuan-temuan maupun yang menjadi perhatian kita. Nanti di tim pendukung ini begitu kita melakukan pengawasan mereka melekat," tandasnya.
Marwan lantas menyebutkan beberapa hal yang menjadi fokus pengawasan Timwas Haji DPR. Pertama adalah hotel dan akomodasi. Sementara ini yang telah menjadi kesepakatan antara Panitia Kerja DPR dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), jarak hotel jemaah paling jauh adalah 4,5 Km dari pusat ibadah selain Armuzna. Timwas akan melihat apakah kesepakatan itu telah dijalankan oleh Kemenhaj atau belum.
"Kemudian katering atau konsumsi. Keputusan di Panja adalah rasa Nusantara, berarti bahan pokoknya dari Indonesia, mulai dari beras dan bumbu-bumbu. Temuan kita selama ini, karena bahannya tidak ada, kateringnya menyiasati berasnya beras Rojo Lele, tapi dari Thailand. Termasuk bawang, serai ternyata dari India," jelasnya.
Ketiga adalah transportasi. Timwas Haji akan melihat kelayakan bus pengangkut jemaah haji, baik dari bandara ketika mendarat di Arab Saudi, maupun bus Shalawat yang memfasilitasi jemaah yang jauh dari hotel menuju Masjidil Haram.
Keempat adalah fasilitas dan pelayanan kesehatan jemaah haji. "Kita akan kita lihat fasilitas kesehatan. Kesehatan ini ada yang berupa pusat kesehatan kita tapi juga kesehatan di Arab," katanya.

Komentar Terbanyak
MUI Desak Masyarakat Konsisten Boikot Produk Pendukung Israel
Mufti Besar Saudi Serukan Pasukan Siap Korbankan Nyawa Hadapi Houthi
Bechi Bebas Bersyarat, MUI Minta Tak Diberi Akses ke Pesantren