Wudhu merupakan kunci utama sahnya ibadah salat bagi umat Islam. Wudhu dilakukan untuk menyucikan diri dari hadats kecil.
Memahami tata cara serta niat wudhu dan doa selesai wudhu adalah hal yang perlu diketahui bagi setiap muslim. Berikut adalah panduan lengkap wudhu yang benar sesuai dengan syariat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Wudhu?
Secara bahasa, kata wudhu berasal dari bahasa Arab yaitu al-wadha'ah. Sutomo Abu Nashr, Lc dalam bukunya Fiqih Wudhu Versi Madzhab menjelaskan bahwa kata ini bermakna an-Nadhzafah, yang berarti kebersihan.
Senada dengan hal itu, Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menyebutkan:
"Adapun kata Wudhu berasal dari wadh'ah yang maknanya kebersihan."
Imam Asy Syirbi dalam kitab Mughnil Muhtaj mendefinisikan wudhu secara istilah syar'i. Ia menyebut wudhu sebagai aktivitas khusus yang menggunakan air pada anggota badan tertentu yang diawali dengan niat.
Dalil Kewajiban Wudhu
Perintah wudhu tertuang jelas dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 6:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru'ūsikum wa arjulakum ilal-ka'bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au 'alā safarin au jā'a aḥadum minkum minal-gā'iṭi au lāmastumun-nisā'a falam tajidū mā'an fa tayammamū ṣa'īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj'ala 'alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na'matahū 'alaikum la'allakum tasykurūn(a).
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al Maidah: 6)
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi:
"Salat salah seorang kalian tidak akan diterima jika kalian berhadats (tidak berwudhu) sampai kalian wudhu (terlebih dahulu)."
Bacaan Niat Wudhu
Dalam buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari, KH. Muhammad Habibillah mengatakan niat wudhu dibaca bersamaan saat pertama kali membasuh muka. Tak perlu dilafazkan, cukup di dalam hati saja.
Lafadz Niat Wudhu:
نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul whuduua liraf'il hadatsil asghari fardal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta'ala."
Urutan Fardhu Wudhu
Berdasarkan buku Tentang Thaharah: Hukum Air dan Wudhu karya Abdul Qadir Ar-Rahbawi, terdapat enam fardhu (rukun) wudhu yang wajib dipenuhi:
- Niat yang bisa dibaca di dalam hati saat membasuh wajah.
- Membasuh wajah dari tumbuhnya rambut hingga bawah dagu, dan dari telinga kanan ke telinga kiri.
- Membasuh kedua tangan hingga kedua siku.
- Mengusap sebagian rambut kepala.
- Membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki.
- Tertib: Harus urut sesuai urutan di atas.
Syarat-Syarat Sah Wudhu
Ibnu Abdullah dalam buku Fiqih Thaharah menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum berwudhu:
- Islam: Wudhu non-Muslim dianggap tidak sah.
- Tamyiz: Sudah bisa membedakan baik dan buruk (cukup umur).
- Tidak Berhadats Besar: Hadats besar harus disucikan dengan mandi janabah.
- Air Suci dan Mensucikan: Bukan air musta'mal (bekas pakai) atau air mutanajjis (terkena najis).
- Tidak Ada Penghalang: Tidak ada getah, cat, atau zat yang menghalangi air sampai ke kulit.
- Mengetahui Fardhu dan Sunnah: Paham gerakan yang wajib dilakukan dan mana yang merupakan tambahan (sunnah).
Doa Setelah Selesai Wudhu
Setelah selesai melakukan seluruh gerakan wudhu, umat Islam disunnahkan membaca doa berikut ini:
اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin: Asyhadu allaa ilaahah illallaah wahdahuu laa syariika lahuu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu wa rosuuluh. Allaahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathahhiriina, waj'alnii min 'ibadikash shaalihiin.
Artinya: "Aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bertaubat dan jadikanlah aku orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shalih."
Demikian panduan lengkap niat wudhu dan selesai wudhu beserta urutannya. Dengan wudhu yang benar, semoga ibadah salat kita menjadi lebih sempurna dan diterima oleh Allah SWT.
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam