- Apa yang Dimaksud Nisfu Syaban?
- Nisfu Syaban Boleh Puasa atau Tidak?
- Dalil Hadits tentang Puasa Bulan Syaban
- Bagaimana Hukum Puasa Nisfu Syaban?
- Puasa Ayyamul Bidh Saat Nisfu Syaban
- Tata Cara Puasa Nisfu Syaban
- Niat Puasa Nisfu Syaban 1. Niat Puasa Nisfu Syaban Malam Hari 2. Niat Puasa Nisfu Syaban Jika Kesiangan
Nisfu Syaban adalah waktu yang dianggap istimewa oleh umat Islam karena menandai pertengahan bulan Syaban. Pada waktu ini, banyak muslim yang meningkatkan ibadah, seperti berdoa, berdzikir, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan berpuasa pada siang harinya.
Lalu, bagaimana dengan puasa di hari Nisfu Syaban, apakah boleh dilakukan?
Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026 menurut Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kemenag RI. Malam Nisfu Syaban sudah dimulai sejak waktu magrib pada Senin, 2 Februari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut penjelasan lengkap mengenai hukum puasa Nisfu Syaban beserta dalil yang menjadi dasar anjurannya.
Apa yang Dimaksud Nisfu Syaban?
Nisfu Syaban adalah pertengahan bulan Syaban, yaitu tanggal 15 dalam kalender Hijriah. Malam harinya dianggap istimewa oleh umat Islam.
Pada malam Nisfu Syaban, banyak muslim meyakini Allah SWT melimpahkan rahmat dan membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya. Karena itulah, malam ini sering dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan.
Pada pagi Nisfu Syaban, ada umat Islam yang mengerjakan puasa. Puasa ini juga bertepatan dengan hari ketiga Ayyamul Bidh Syaban.
Nisfu Syaban Boleh Puasa atau Tidak?
Puasa di hari Nisfu Syaban tidak dilarang dalam Islam. Namun, tidak ada ketentuan khusus yang menganjurkan puasa hanya pada hari tersebut.
Meski begitu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah selama bulan Syaban. Anjuran ini mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang lebih sering menjalankan puasa sunnah di bulan Syaban dibandingkan bulan lain.
Rasulullah SAW lebih banyak menjalankan puasa sunnah di bulan Syaban sebagai persiapan menyambut Ramadan. Apabila seseorang berpuasa pada hari Nisfu Syaban dengan niat puasa sunnah, maka hal tersebut diperbolehkan.
Nisfu Syaban (tanggal 15) juga masuk rangkaian puasa Ayyamul Bidh. Umat Islam bisa berpuasa sejak tanggal 13 Syaban.
Dalil Hadits tentang Puasa Bulan Syaban
Kebiasaan Rasulullah SAW memperbanyak puasa bulan Syaban diriwayatkan oleh Aisyah RA. Dalam hadits sahih disebutkan,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah SAW berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa sunnah di bulan Syaban sangat dianjurkan, meskipun tidak dikhususkan pada satu hari tertentu.
Bagaimana Hukum Puasa Nisfu Syaban?
Mengutip buku Meraih Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Achmad, Lc, disebutkan bahwa puasa Nisfu Syaban hukumnya sunnah dan dapat dilakukan pada pertengahan bulan Syaban. Sementara itu, sebagian ulama menganggap mengkhususkan puasa hanya pada Nisfu Syaban sebagai perkara bid'ah karena tidak ada dalil kuat yang dijadikan hujjah.
Puasa Ayyamul Bidh Saat Nisfu Syaban
Jika masih ragu menjalankan puasa khusus Nisfu Syaban, umat Islam bisa memilih puasa Ayyamul Bidh. Puasa sunnah ini dikerjakan setiap pertengahan bulan Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15.
Puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar hadits yang jelas dari Rasulullah SAW. Salah satu harinya bertepatan dengan Nisfu Syaban, yaitu tanggal 15 Syaban. Pada tahun ini, tanggal tersebut jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Artinya, meski tidak ada kewajiban puasa khusus Nisfu Syaban, umat Islam tetap boleh berpuasa di hari itu dengan niat puasa Ayyamul Bidh. Dengan cara ini, pertengahan bulan Syaban tetap dapat diisi dengan ibadah puasa sunnah yang dianjurkan dalam Islam.
Tata Cara Puasa Nisfu Syaban
Cara menjalankan puasa Nisfu Syaban sama seperti puasa sunnah pada umumnya. Tidak ada aturan khusus yang membedakannya dari puasa sunnah lain.
Perbedaannya hanya terletak pada niat, yaitu meniatkan puasa sunnah Nisfu Syaban. Setelah itu, pelaksanaannya sama, dimulai dengan niat, menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga waktu magrib.
Niat Puasa Nisfu Syaban
Berikut bacaan niat puasa Nisfu Syaban yang disesuaikan dengan waktu membacanya. Bacaan niat tetap sama, hanya waktu membacanya yang berbeda.
1. Niat Puasa Nisfu Syaban Malam Hari
Jika sudah berniat sejak malam hari sebelum puasa, niat bisa dibaca setelah Magrib hingga sebelum Subuh sebagai berikut,
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu souma ghadin 'an ada'i sunnati Syabana lillahi ta'ala.
Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."
2. Niat Puasa Nisfu Syaban Jika Kesiangan
Jika lupa berniat pada malam hari, niat masih boleh dibaca pada pagi atau siang hari. Syaratnya, belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa. Berikut bacaan niatnya,
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu souma hadzalyaumi 'an ada'i sunnati Syabana lillahi ta'ala.
Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."
(kri/kri)

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris