Perumpamaan Hari Kebangkitan dalam Surat Yasin Ayat 78-79

Perumpamaan Hari Kebangkitan dalam Surat Yasin Ayat 78-79

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Jumat, 30 Jan 2026 06:30 WIB
Perumpamaan Hari Kebangkitan dalam Surat Yasin Ayat 78-79
Ilustrasi Hari Kebangkitan Foto: Getty Images/Bulgac
Jakarta -

Hari kebangkitan merupakan salah satu pokok ajaran akidah Islam yang berkaitan dengan keyakinan akan kehidupan setelah kematian. Dalam Al-Qur'an, persoalan ini kerap dijelaskan melalui berbagai pendekatan agar dapat dipahami oleh akal manusia.

Salah satu pendekatan tersebut tampak dalam Surat Yasin ayat 78-79, ketika keraguan manusia terhadap kebangkitan dijawab dengan perumpamaan tentang asal penciptaan manusia, sebagai penegasan bahwa hidup kembali setelah mati bukanlah hal yang mustahil.

Bagaimana Al-Qur'an menggambarkan perumpamaan tersebut dan apa makna yang dapat dipahami darinya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bunyi Bacaan Surat Yasin ayat 78-79 Arab, Latin, dan Artinya

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ

Latin: Wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah(ū), qāla may yuḥyil-'iẓāma wa hiya ramīm(un).

ADVERTISEMENT

Artinya: Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya. Dia berkata, "Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?" (QS Yāsīn: 78)


قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗوَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيْمٌ ۙ

Latin: Qul yuḥyīhal-lażī ansya'ahā awwala marrah(tin), wa huwa bikulli khalqin 'alīm(un).

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), "Yang akan menghidupkannya adalah Zat yang menciptakannya pertama kali. Dia Maha Mengetahui setiap makhluk. (QS Yāsīn: 79)

Tafsir dan Perumpamaan Hari Kebangkitan dalam Surat Yasin ayat 78-79

Berdasarkan Tafsir Kementerian Agama RI, Surah Yasin ayat 78 menggambarkan sikap manusia yang mengingkari hari kebangkitan dengan mempertanyakan bagaimana mungkin tulang-belulang yang telah hancur dapat dihidupkan kembali. Keraguan tersebut muncul karena manusia melupakan asal penciptaannya sendiri.

Padahal Allah SWT telah menciptakan manusia dari setetes air mani yang hina hingga menjadi makhluk yang hidup dan sempurna. Seandainya manusia mau merenungi asal-usul kejadiannya, niscaya ia akan menyadari bahwa Allah Mahakuasa menghidupkannya kembali setelah kematian, meskipun jasadnya telah remuk dan lapuk.

Selanjutnya, pada ayat 79 Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menjawab keraguan tersebut dengan penegasan bahwa yang mampu menghidupkan kembali tulang-belulang yang telah hancur adalah Allah SWT yang menciptakan manusia pada kali pertama, dari tidak ada menjadi ada. Bagi Allah, menciptakan sesuatu pertama kali maupun menghidupkannya kembali bukanlah perkara yang sulit, karena Dia Maha Mengetahui seluruh ciptaan-Nya dan Mahakuasa atas segala sesuatu.

Sejalan dengan penjelasan tersebut, Tafsir Al-Munir karya Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili menerangkan bahwa QS. Yasin ayat 78-79 menyoroti cara berpikir manusia yang keliru dalam memahami kekuasaan Allah SWT. Manusia berani membuat perumpamaan tentang kebesaran Allah, tetapi justru melupakan asal penciptaannya sendiri. Ia mempertanyakan kemungkinan kebangkitan tulang-belulang yang telah lapuk, seakan-akan hal tersebut mustahil terjadi.

Allah SWT membantah anggapan tersebut dengan menegaskan bahwa Dzat yang mampu menciptakan manusia dari ketiadaan tentu lebih mampu menghidupkan kembali tulang-belulang yang telah hancur. Penciptaan awal manusia dari sesuatu yang lemah dan hina menjadi bukti nyata bahwa kebangkitan bukanlah perkara sulit bagi Allah SWT. Selain itu, Allah Maha Mengetahui seluruh bagian tubuh manusia, baik yang telah menyatu dengan tanah, tersebar di penjuru bumi, maupun yang berada di tempat-tempat tersembunyi, sehingga tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.

Penjelasan ayat ini juga berkaitan dengan sebab turunnya ayat sebagaimana diriwayatkan oleh para mufassir. Al-Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas bahwa Ash bin Wa'il mendatangi Rasulullah SAW sambil membawa tulang lapuk, lalu menghancurkannya seraya berkata, "Wahai Muhammad, apakah tulang ini akan dibangkitkan kembali setelah hancur?" Rasulullah SAW menjawab:

نَعَمْ، يَبْعَثُ اللَّهُ هَذَا، ثُمَّ يُمِيْتُكَ، ثُمَّ يُحْيِيكَ، ثُمَّ يُدْخِلُكَ نَارَ جَهَنَّمَ

"Ya, Allah SWT akan membangkitkannya kembali, kemudian Allah SWT mematikanmu, mengidupkanmu kembali, lalu memasukkanmu ke dalam neraka."

Riwayat lain yang dinilai lebih shahih oleh para mufassir, sebagaimana dikemukakan Abu Hayyan, menyebutkan bahwa peristiwa tersebut dilakukan oleh Ubay bin Khalaf Al-Jumahi, bukan Ash bin Wa'il. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan keterangan ini dari Mujahid, Ikrimah, Urwah bin Zubayr, as-Suddi, dan Qatadah.

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Ubay bin Khalaf mendatangi Rasulullah SAW dengan membawa tulang lapuk, lalu menghancurkannya di hadapan beliau seraya mempertanyakan kemungkinan kebangkitan tulang tersebut. Rasulullah SAW menjawab dengan jawaban yang sama:

نَعَمْ، يَبْعَثُ اللَّهُ هَذَا، ثُمَّ يُمِيْتُكَ، ثُمَّ يُحْيِيكَ، ثُمَّ يُدْخِلُكَ نَارَ جَهَنَّمَ

"Ya, Allah SWT akan membangkitkannya kembali, kemudian Allah SWT mematikanmu, mengidupkanmu kembali, lalu memasukkanmu ke dalam neraka."

Peristiwa inilah yang menjadi latar turunnya QS. Yasin ayat 77 hingga ayat 83, termasuk ayat 78-79 sebagai jawaban atas keraguan dan penolakan terhadap hari kebangkitan.

Setelah Allah SWT memaparkan berbagai bukti kekuasaan-Nya, menegaskan keharusan untuk taat dan menyembah hanya kepada-Nya, serta membantah kebatilan syirik, Allah SWT kemudian mengemukakan keraguan para pengingkar kebangkitan.

Keraguan tersebut dijawab dengan beberapa hujjah yang kuat. Pertama, menghidupkan kembali makhluk bukanlah lebih sulit daripada menciptakannya pertama kali. Kedua, kekuasaan Allah SWT ditunjukkan melalui kemampuan-Nya mewujudkan api dari pohon yang hijau. Ketiga, penciptaan langit dan bumi yang jauh lebih besar daripada manusia menjadi bukti bahwa menghidupkan kembali manusia merupakan perkara yang sangat mudah bagi Allah SWT.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads