Dalam menjalankan syariat Allah SWT, umat Islam wajib memahami dan mengamalkan lima pilar utama yang dikenal sebagai Rukun Islam. Menjalankan rukun Islam bukan sekedar menggugurkan kewajiban saja, melainkan sebuah jalan untuk meraih keberkahan di dunia dan akhirat.
Lantas, apa saja kelima rukun Islam tersebut dan bagaimana kewajiban umat Islam dalam menjalankannya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Pengertian Rukun Islam
Dikutip dalam buku Rukun Islam oleh Slamet Mulyono, rukun Islam berarti pokok-pokok ajaran Islam. Seseorang yang beragama Islam, wajib mengamalkan pokok-pokok ajaran tersebut dan tidak boleh meninggalkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika seseorang meninggalkan pokok ajaran tersebut, maka akan mendapatkan dosa. Sebaliknya, jika rukun tersebut dikerjakan dengan ikhlas maka Allah SWT akan memberi kebahagiaan, baik di dunia maupun akhirat.
Sebagaimana hadits Rasulullah SAW berikut ini:
الْإِسْلامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا (رواه مسلم و ابو داود والترمذي والنسائي
Artinya: "Islam itu ialah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu utusan Allah, engkau dirikan salat, engkau bayar zakat, engkau puasa pada bulan Ramadan, dan engkau naik haji ke Baitullah, jika mampu pergi kesana." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan An-Nasa'i)
5 Rukun Islam
Rukun Islam ada 5, berikut penjelasan dan kewajiban menjalankannya sebagaimana dikutip dalam buku Rukun Islam oleh Slamet Mulyono:
1. Syahadat
Rukun Islam yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Syahadat berarti persaksian mengakui adanya Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah SWT. Umat Islam wajib hafal dua kalimat syahadat. Berikut bacaan dua kalimat syahadat:
أَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah
Artinya: "Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Aku bersaksi bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
2. Salat
Rukun Islam berikutnya adalah salat. Menurut bahasa salat berarti berdoa atau mengagungkan ucapan-ucapan atau perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Ucapan-ucapan yang dimaksud di sini adalah bacaan Al-Qur'an, takbir, tasbih, tahmid, dan doa. Sedangkan yang dimaksud dengan perbuatan adalah gerakan-gerakan dalam salat, seperti berdiri tegak, ruku, sujud, duduk, dan gerakan-gerakan lainnya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 43:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka'ū ma'ar-rāki'īn(a).
Artinya: "Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."
3. Zakat
Dikutip dalam buku Islam yang Saya Anut oleh M. Quraish Shihab, zakat diambil dari kata 'zakaa' yang berarti bertambah atau berkembang dam suci atau bersih. Dalam pengertian hukum Islam zakat berarti kewajiban yang dibebankan agama kepada Muslim atau kepemilikan sejumlah harta dengan syarat-syarat tertentu.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 261:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Maṡalul-lażīna yunfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi kamaṡali ḥabbatin ambatat sab'a sanābila fī kulli sumbulatim mi'atu ḥabbah(tin), wallāhu yuḍā'ifu limay yasyā'(u), wallāhu wāsi'un 'alīm(un).
Artinya: "Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."
4. Puasa Ramadan
Dalam Islam, shiyam (puasa) adalah menahan diri dari makan, minum dan tidak berhubungan seksual sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalal Al-Qur'an dijelaskan kewajiban puasa dan menggambarkannya bahwa puasa bukanlah sesuatu yang baru, karena umat-umat terdahulu juga melakukannya.
Puasa yang diwajibkan bukanlah sesuatu yang berat, karena puasa tidak sepanjang hari atau sepanjang tahun. Seseorang yang sakit atau sedang dalam perjalanan, Allah SWT berikan keringanan dengan menunda puasa hingga ia sehat dan kembali ke tempat tinggalnya. Bahkan Allah SWT membebaskan kewajiban puasa bagi orang yang sudah tua atau pekerjaan mencari nafkah yang sangat berat, dan dia tidak mendapatkan pekerjaan lain.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 153:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alal-lażīna min qablikum la'allakum tattaqūn(a).
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
5. Naik Haji Bagi yang Mampu
Haji menurut bahasa berarti menuju ke tujuan yang diagungkan. Dalam bahasa agama, haji berarti kehadiran atau kunjungan ke arah atau tempat tertentu dengan tujuan beribadah. Haji dalam ajaran Islam merupakan kunjungan ke Makkah dan sekitarnya pada hari-hari tertentu untuk melaksanakan beragam kegiatan tertentu demi Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 97:
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm(a), wa man dakhalahū kāna āminā(n), wa lillāhi 'alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā'a ilaihi sabīlā(n), wa man kafara fa innallāha ganiyyun 'anil-'ālamīn(a).
Artinya: "Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (diantaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam."
(inf/inf)

Komentar Terbanyak
Ramai Keluhan soal Tahlilan, Begini Penjelasan soal Jamuan di Rumah Duka
BEM Psikologi UI Sebut Homoseksual Bukan Penyimpangan, MUI Sentil Moral Kampus
Kemenag Tanggapi Hoaks Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat