Rukun Iman ada 6, Ini Penjelasannya Menurut Dalil

Rukun Iman ada 6, Ini Penjelasannya Menurut Dalil

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Minggu, 25 Jan 2026 12:00 WIB
Rukun Iman ada 6, Ini Penjelasannya Menurut Dalil
Membaca Al-Qur'an. Foto: freepik/Freepik
Jakarta -

Memahami dan meyakini rukun iman bukan hanya soal menghafal urutannya, tetapi juga meresapi dalam hati, mengucapkannya dengan lisan, dan membuktikannya melalui perbuatan.

Rukun iman menjadi panduan bagi seorang hamba dalam menjalani kehidupan di dunia sekaligus persiapan menuju akhirat. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai 6 Rukun Iman yang wajib diketahui oleh umat Islam.

Apa itu Rukun Iman?

Dikutip dalam buku Mengenal Rukun Iman dan Islam oleh Miftahul Basar, rukun iman adalah pilar-pilar keimanan yang wajib dimiliki oleh seorang Muslim. Jumlah rukun iman ada enam, keenam rukun iman ini didasarkan pada ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits. Sebagaimana hadits berikut ini:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasulullah SAW bersabda: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah dan malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian dan takdir yang baik maupun yang buruk." (HR Muslim)

Iman dalam bahasa Arab adalah tashdiq yang memiliki arti membenarkan. Sedangkan secara istilah syar'i iman adalah keyakinan dalam hati, perkataan di lisan, dan amalan dengan anggota tubuh. Para ulama salaf menjadikan amal sebagai unsur dari keimanan seseorang.

ADVERTISEMENT

Maka dari itu, iman seorang hamba akan bertambah dan meningkat apabila ketaatan dan ibadahnya bertambah dan meningkat. Sebaliknya, keimanan seseorang akan menurun apabila ketaatan dan ibadahnya menurun.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Anfal ayat 2-4:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ ٢ الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۗ ٣ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌۚ ٤

Innamal-mu'minūnal-lażīna iżā żukirallāhu wajilat qulūbuhum wa iżā tuliyat 'alaihim āyātuhū zādathum īmānaw wa 'alā rabbihim yatawakkalūn(a). Al-lażīna yuqīmūnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn(a). Ulā'ika humul-mu'minūna ḥaqqā(n), lahum darajātun 'inda rabbihim wa magfiratuw wa rizqun karīm(un).

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal. (yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Bagi mereka derajat (tinggi) di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki yang mulia."

Enam Rukun Iman dalam Islam

Dikutip dalam buku Rukun Iman Islam dan Ihsan oleh Agus Setiyanto, berikut enam rukun iman yang wajib diyakini oleh umat Islam:

1. Iman kepada Allah

Iman kepada Allah SWT adalah berikrar dengan ilmu dan basyiroh bahwasanya Allah adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah SWT adalah dzat yang sempurna, tidak ada kekurangan bagi diri-Nya. Dialah yang menciptakan segala makhluk dari ketiadaan.

Umat Islam, wajib mengenal sifat-sifat wajib yang dimilikinya, lima diantaranya adalah sebagai berikut:
Wujud (Ada): Keberadaan makhluk menjadi bukti bahwa Allah SWT ada
Qidam (Terdahulu): Allah SWT sudah ada sebelum ada yang lain.
Baqo (Kekal): Allah SWT kekal dan tidak akan berakhir.
Mukholafatu Lil Hawaditsi (Berbeda dengan Ciptaan-Nya): Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT, tidaklah sama dengan diri-Nya.
Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri): Allah SWT tidak memerlukan satu pun dari makhluk-Nya.
Selain itu, Allah SWT juga memiliki 99 nama indah dan baik yang dimiliki-Nya. 99 nama tersebut dikenal dengan istilah Asmaul Husna (Nama Allah yang Baik).

2. Iman Kepada Malaikat

Rukun iman yang selanjutnya adalah iman kepada malaikat. Malaikat adalah hamba-hamba Allah yang mulia. Malaikat bukanlah laki-laki atau perempuan. Mereka tidak pernah bermaksiat kepada Allah dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah An-Najm ayat 27:

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ لَيُسَمُّوْنَ الْمَلٰۤىِٕكَةَ تَسْمِيَةَ الْاُنْثٰى

Innal-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirati layusammūnal-malā'ikata tasmiyatal-unṡā.

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat benar-benar menamai para malaikat dengan nama perempuan."

3. Iman Kepada Kitab Allah

Dikutip dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/Mts Kelas VIII oleh Aris Abi Syaifullah dkk, iman kepada kitab Allah artinya mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para Rasul sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Terdapat 4 kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Rasul, antara lain adalah Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur'an.

4. Iman Kepada Rasul Allah

Rukun iman selanjutnya adalah iman kepada Rasul Allah. Mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah mengutus para Rasul untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama bagi keselamatan umat manusia di dunia maupun akhirat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 136:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا

Yā ayyuhal-lażīna āmanū āminū billāhi wa rasūlihī wal-kitābil-lażī nazzala 'alā rasūlihī wal-kitābil-lażī anzala min qabl(u), wa may yakfur billāhi wa malā'ikatihī wa kutubihī wa rusulihī wal-yaumil-ākhiri faqad ḍalla ḍalālam ba'īdā(n).

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh."

5. Iman kepada Hari Akhir

Rukun iman yang kelima adalah iman kepada hari akhir. Hari akhir adalah hari kiamat, saat seluruh kehidupan di dunia akan berakhir kemudian manusia akan dibangkitkan dan dihisab amal ibadahnya.

Umat Islam wajib meyakini adanya hari akhir sebagai bagian dari rukun iman. Keyakinan ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, dan kehidupan di akhirat kekal selamanya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Hajj ayat 7:

وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ

Wa annas-sā'ata ātiyatul lā raiba fīhā, wa annallāha yab'aṡu man fil-qubūr(i).

Artinya: "Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Masih dari sumber yang sama, rukun iman yang terakhir adalah iman kepada qada dan qadar. Qada adalah ketetapan Allah sejak zaman azali, sementara qadar adalah perwujudan dari ketetapan tersebut dalam kehidupan manusia.

Meyakini qada dan qadar berarti percaya akan segala sesuatu yang terjadi di dunia adalah kehendak Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Qamar ayat 49:

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

Innā kulla syai'in khalaqnāhu biqadar(in).

Artinya: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran."




(lus/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads