Islam, Iman, dan Ihsan: Tiga Pilar Utama dalam Ajaran Islam

Islam, Iman, dan Ihsan: Tiga Pilar Utama dalam Ajaran Islam

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Rabu, 28 Jan 2026 08:45 WIB
Islam, Iman, dan Ihsan: Tiga Pilar Utama dalam Ajaran Islam
Masjid umat Islam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Photosensia
Jakarta -

Islam, iman, dan ihsan merupakan tiga pilar utama dalam ajaran Islam yang membentuk kerangka kehidupan seorang muslim. Ketiganya mengatur aspek keyakinan, pelaksanaan ibadah, serta pembentukan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Iman, Islam, dan Ihsan?

Dikutip dalam buku Strategi Pembelajaran Al-Qur'an Hadis karya Syari'ah Hafizhoh dan Ananta Vidya, berikut pengertian Islam, Iman, dan Ihsan.

Pengertian Islam dan Rukun Islam

Secara etimologis, kata Islam berasal dari bahasa Arab yaitu salima yang bermakna selamat, sentosa, dan damai. Dari kata tersebut terbentuk kata aslama, yuslimu, islÃĸman yang berarti menyerahkan diri, tunduk, patuh, dan taat. Orang yang bersikap sesuai dengan makna tersebut disebut muslim, yaitu seseorang yang secara sadar menyerahkan diri, patuh, dan taat kepada Allah SWT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara terminologis, Islam merupakan nama bagi suatu agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan oleh Allah SWT kepada umat manusia melalui seorang rasul. Dengan kata lain, Islam adalah ajaran ilahi yang disampaikan kepada manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir.

Islam sebagai agama bersumber sepenuhnya dari wahyu Allah SWT, bukan hasil pemikiran manusia. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan sebagai utusan Allah yang bertugas menyampaikan, menjelaskan, serta memberikan contoh pelaksanaan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

Nama Islam ditetapkan langsung oleh Allah SWT sebagai agama yang diridai-Nya. Allah juga menegaskan bahwa tidak ada agama selain Islam yang diterima di sisi-Nya, dan barang siapa memilih agama selain Islam, maka ia akan merugi di akhirat kelak. Islam dinyatakan sebagai ajaran yang telah sempurna dan menjadi rahmat serta karunia bagi seluruh umat manusia, sehingga tidak memerlukan ajaran lain di luar Islam. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 19.

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø§ŲØŗŲ’Ų„ŲŽØ§Ų…Ų ۗ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ Ø§ØŽŲ’ØĒŲŽŲ„ŲŽŲŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŲˆŲ’ØĒŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲØĒŲ°Ø¨ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒÛĸ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯Ų Ų…ŲŽØ§ ØŦŲŽØ§Û¤ØĄŲŽŲ‡ŲŲ…Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų Ø¨ŲŽØēŲ’ŲŠŲ‹Ø§Ûĸ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Û—ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽŲƒŲ’ŲŲØąŲ’ Ø¨ŲØ§Ų°ŲŠŲ°ØĒؐ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų ŲŲŽØ§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲŽ ØŗŲŽØąŲŲŠŲ’ØšŲ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲØŗŲŽØ§Ø¨Ų
Latin: Innad-dÄĢna 'indallāhil-islām(u), wa makhtalafal-laÅŧÄĢna ÅĢtul-kitāba illā mim ba'di mā jā'ahumul-'ilmu bagyam bainahum, wa may yakfur bi'āyātillāhi fa innallāha sarÄĢ'ul-á¸Ĩisāb(i).

Artinya: Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam. Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Siapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan(-Nya) (QS Āli 'Imrān: 19)

Rukun Islam

1. Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan dasar utama dalam Islam. Syahadat wajib diikrarkan oleh setiap orang yang telah memeluk Islam maupun mereka yang hendak masuk Islam. Syahadat adalah pernyataan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.

2. Mendirikan Salat

Mendirikan salat merupakan bentuk hubungan langsung antara hamba dengan Allah SWT. Salat juga menjadi wujud rasa syukur dan ketaatan seorang muslim kepada Tuhannya. Setiap muslim diwajibkan melaksanakan salat lima waktu serta dianjurkan untuk mengerjakan salat sunah sebagai penyempurna ibadah.

3. Menunaikan Zakat

Zakat adalah kewajiban bagi umat Islam yang mampu untuk menyisihkan sebagian hartanya dan diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Melalui zakat, nilai kepedulian sosial, solidaritas, dan semangat tolong-menolong antar sesama manusia dapat terwujud.

4. Melaksanakan Puasa

Puasa merupakan salah satu perintah Allah SWT yang mampu dilaksanakan oleh sebagian besar umat manusia. Dengan menahan lapar, haus, serta hawa nafsu, puasa melatih kesabaran, pengendalian diri, dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

5. Menunaikan Ibadah Haji

Ibadah haji adalah perintah Allah SWT yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Pelaksanaan ibadah haji menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan rasa persaudaraan antar sesama umat muslim dari berbagai penjuru dunia.

Pengertian Iman dan Rukun Iman

Secara etimologis, iman berasal dari bahasa Arab amana-yu'minu-imanan yang berarti percaya atau meyakini. Sementara itu, secara terminologis menurut jumhur ulama, iman didefinisikan sebagai at-tashdÃŽqu bil qalbi, al-qoulu bil lisan, wa al-'amalu bil arkÃĸn, yaitu membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, serta mengamalkan dalam perbuatan.

Secara istilah, iman bermakna keyakinan yang teguh terhadap keberadaan Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Seluruh keyakinan tersebut terangkum dalam enam rukun iman yang menjadi dasar kepercayaan dalam ajaran Islam.

Iman juga dapat dipahami sebagai kepercayaan seseorang yang berkaitan dengan aspek keagamaan, baik kepada Tuhan, nabi, maupun kitab suci. Dalam Islam, iman berarti keyakinan sepenuh hati kepada Allah SWT, para nabi dan rasul-Nya, serta kitab-kitab yang diturunkan-Nya, terutama Al-Qur'an.

Menurut Imam Syafi'i, iman mencakup perkataan dan perbuatan. Oleh karena itu, iman tidak bersifat statis, melainkan dapat bertambah dan berkurang. Iman akan bertambah melalui ketaatan kepada Allah SWT, dan sebaliknya akan berkurang akibat perbuatan maksiat.

Penjelasan Definisi Iman

1. Membenarkan dengan Hati

Membenarkan dengan hati berarti meyakini sepenuh hati kebenaran segala ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, tanpa keraguan sedikit pun. Keyakinan ini menjadi fondasi utama dalam keimanan seorang muslim.

2. Mengucapkan dengan Lisan

Mengucapkan dengan lisan berarti menyatakan keimanan secara verbal melalui dua kalimat syahadat, yaitu:

ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…Ų‘ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų

Latin: Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan rasulullah

Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah ra., bahwa iman memiliki lebih dari enam puluh atau tujuh puluh cabang. Cabang iman yang paling utama adalah mengucapkan la ilaha illallah, sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Rasa malu juga termasuk salah satu cabang dari iman.

3. Mengamalkan dengan Perbuatan

Mengamalkan iman dengan perbuatan berarti merealisasikan keyakinan dalam hati dan pengakuan lisan melalui amal nyata. Hal ini dilakukan dengan melaksanakan perintah-perintah Allah SWT serta menjauhi segala larangan-Nya sebagai bukti keimanan yang sesungguhnya.

Para ulama salaf memasukkan amal perbuatan sebagai bagian dari iman. Oleh sebab itu, mereka meyakini bahwa iman dapat bertambah dengan amal kebaikan dan berkurang karena perbuatan dosa.

4. Bertambah dan Berkurangnya Iman

Bertambah atau berkurangnya iman dapat dilihat dari perilaku dan amal perbuatan seseorang. Iman akan bertambah apabila seseorang gemar melakukan kebaikan dan menjauhi perbuatan tercela. Sebaliknya, iman akan melemah apabila seseorang melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat dan melanggar larangan Allah SWT.

Rukun Iman

Rukun iman dalam ajaran Islam ada enam, yaitu:

  1. Iman kepada Allah SWT
  2. Iman kepada malaikat-malaikat Allah
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah
  4. Iman kepada rasul-rasul Allah
  5. Iman kepada hari kiamat
  6. Iman kepada qada dan qadar

Pengertian Ihsan

Ihsan merupakan salah satu konsep penting dalam ajaran Islam yang merujuk pada kualitas perbuatan yang baik, terpuji, dan dilakukan secara sempurna. Secara bahasa, ihsan berasal dari kata Arab yang bermakna kebaikan, keindahan, serta kemurahan hati. Oleh karena itu, ihsan mencakup segala bentuk amal dan perilaku yang dilakukan dengan penuh kesadaran, ketulusan hati, serta usaha maksimal untuk menghasilkan kualitas terbaik.

Dalam Islam, ihsan memiliki keterkaitan yang erat dengan iman sebagai keyakinan batin dan Islam sebagai perwujudan amal lahiriah. Ketiga konsep tersebut menjadi landasan utama dalam ajaran Islam. Ihsan merupakan perintah Allah SWT kepada umat Muslim dan dipandang sebagai tingkatan tertinggi dalam menjalankan ibadah serta menjalani kehidupan sehari-hari.

Rasulullah SAW menjelaskan makna ihsan dalam sebuah hadits, yaitu beribadah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya, dan apabila tidak mampu melihat-Nya, maka menyadari bahwa Allah senantiasa melihat setiap perbuatan manusia. Makna ini menunjukkan bahwa ihsan mencerminkan kedalaman spiritual, di mana seseorang beramal dengan kesadaran penuh akan kehadiran dan pengawasan Allah SWT, serta dilandasi rasa takwa dan ketakwaan kepada-Nya.

Selain itu, ihsan juga tercermin dalam sikap dan perilaku etis, seperti bersikap adil, jujur, penuh kasih sayang, dermawan, serta berbuat baik kepada sesama manusia dan seluruh makhluk. Konsep ihsan mendorong umat Muslim untuk menjalani kehidupan dengan kesadaran moral yang tinggi, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, dan senantiasa menghadirkan kebaikan dalam setiap aspek kehidupan.

Dalam Al-Qur'an, orang yang memiliki sifat ihsan disebut sebagai orang-orang yang mendapat pahala kebaikan yang sangat besar, karena mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah Yunus ayat 26,

۞ Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽØ­Ų’ØŗŲŽŲ†ŲŲˆØ§ Ø§Ų„Ų’Ø­ŲØŗŲ’Ų†Ų°Ų‰ ŲˆŲŽØ˛ŲŲŠŲŽØ§Ø¯ŲŽØŠŲŒ Û—ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØąŲ’Ų‡ŲŽŲ‚Ų ŲˆŲØŦŲŲˆŲ’Ų‡ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų‚ŲŽØĒŲŽØąŲŒ ŲˆŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ Ø°ŲŲ„Ų‘ŲŽØŠŲŒ Û—Ø§ŲŲˆŲ„Ų°Û¤Ų‰Ų•ŲŲƒŲŽ Ø§ŲŽØĩŲ’Ø­Ų°Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲŲŠŲ’Ų‡ŲŽØ§ ØŽŲ°Ų„ŲØ¯ŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ

Latin: Lil-laÅŧÄĢna aá¸Ĩsanul-á¸Ĩusnā wa ziyādah(tun), wa lā yarhaqu wujÅĢhahum qataruw wa lā Åŧillah(tun), ulā'ika aášŖá¸Ĩābul-jannati hum fÄĢhā khālidÅĢn(a).

Artinya: Bagi orang-orang yang berbuat baik (ada pahala) yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Wajah-wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula diliputi) kehinaan. Mereka itulah para penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (QS YÅĢnus: 26)

Hubungan Islam, Iman, dan Ihsan

Dalam hadis Jibril yang masyhur, Nabi Muhammad SAW menjelaskan tiga unsur pokok dalam ajaran Islam, yaitu Islam sebagai aspek lahiriah, iman sebagai aspek batiniah, dan ihsan sebagai tingkatan spiritual tertinggi. Seorang muslim yang ideal adalah mereka yang mampu memadukan ketiga unsur tersebut secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.

ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲƒŲŽØŖŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŽ ØĒŲŽØąŲŽØ§Ų‡ŲØŒ ŲŲŽØĨؐ؆ؒ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽŲƒŲŲ†Ų’ ØĒŲŽØąŲŽØ§Ų‡ŲØŒ ŲŲŽØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲŠŲŽØąŲŽØ§ŲƒŲŽ" ØąŲˆØ§Ų‡ Ų…ØŗŲ„Ų…)

"Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya; jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." (HR. Muslim)

Islam, iman, dan ihsan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena ketiganya saling berkaitan dan saling melengkapi dalam upaya meraih rida Allah SWT. Iman menjadi dasar keyakinan dan akidah seorang muslim, yang kemudian diwujudkan melalui pelaksanaan ajaran Islam berupa rukun-rukun yang wajib dijalankan. Selanjutnya, seluruh amal tersebut disempurnakan dengan ihsan, yaitu dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa melihat serta mengawasi setiap perbuatan manusia.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads