Macam-macam Puasa dalam Islam, Hati-hati Ada yang Haram!

Macam-macam Puasa dalam Islam, Hati-hati Ada yang Haram!

Tia Kamilla - detikHikmah
Sabtu, 24 Jan 2026 06:00 WIB
Macam-macam Puasa dalam Islam, Hati-hati Ada yang Haram!
Ilustrasi macam-macam puasa. Foto: Freepik
Jakarta -

Setiap muslim perlu mengenal dan memahami macam-macam puasa yang ada dalam Islam. Puasa terbagi dalam beberapa kategori, yaitu puasa wajib, puasa sunnah, puasa makruh, dan puasa haram.

Memahami jenis-jenis puasa sebelum melaksanakannya sangat penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan ketentuan syariat. Dengan begitu, puasa dapat menjadi amalan yang bernilai ibadah dan membawa keutamaan.

Lalu, apa itu puasa? Apa saja macam-macam puasa? Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Puasa?

Dalam buku Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah tulisan Abdul Wahid, dijelaskan bahwa secara bahasa, puasa bermakna menahan dan mencegah diri dari sesuatu. Artinya, puasa dipahami sebagai sikap menahan diri dalam berbagai bentuk, termasuk tidak makan dan minum.

Dalam bahasa Arab, puasa disebut shaum atau shiyam yang berarti menahan diri atau berpantang dari suatu perbuatan tertentu.

ADVERTISEMENT

Menurut istilah dalam ajaran Islam, puasa adalah usaha menahan diri dari hal-hal yang pada dasarnya diperbolehkan, seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Secara umum, puasa dimaknai sebagai menahan diri dari dua jenis syahwat, yaitu syahwat perut dan syahwat kemaluan, serta mencegah segala sesuatu agar tidak masuk ke dalam perut. Pelaksanaannya dilakukan sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.

Macam-macam Puasa

Setelah memahami pengertian puasa, berikut ini jenis-jenis puasa yang dirangkum dari buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin dan Fiqih Puasa karya M. Hasyim Ritonga.

1. Puasa Wajib

Puasa wajib adalah puasa yang harus dikerjakan oleh setiap umat Islam. Pelaksanaannya bernilai pahala, sedangkan meninggalkannya tanpa alasan syar'i akan mendatangkan dosa. Berikut beberapa bentuk puasa wajib:

  • Puasa Ramadan

Puasa Ramadan dilaksanakan pada bulan Ramadan selama 29 atau 30 hari. Waktu puasanya dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam setiap hari.

  • Puasa Nazar

Puasa nazar adalah puasa yang diwajibkan atas seseorang karena telah bernazar. Puasa ini harus ditunaikan setelah apa yang dinazarkan tercapai. Jika tidak dilaksanakan, maka berdosa dan dikenai kewajiban kifarat.

  • Puasa Kifarat

Puasa kifarat merupakan puasa sebagai tebusan atas dosa tertentu, seperti melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadan. Kewajibannya adalah berpuasa selama dua bulan berturut-turut.

  • Puasa Qadha

Puasa qadha adalah puasa pengganti bagi orang yang meninggalkan puasa Ramadan. Adapun yang diperbolehkan membatalkan puasa dan wajib menggantinya antara lain orang sakit, musafir, ibu hamil dan menyusui, perempuan haid dan nifas, serta kondisi lain yang dibenarkan syariat.

2. Puasa Sunnah

Puasa sunnah adalah puasa yang dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yang pelaksanaannya dilakukan di luar bulan Ramadan. Berikut beberapa jenis puasa sunnah:

  • Puasa sunnah Senin dan Kamis
  • Puasa Ayyamul Bidh atau puasa pada 13, 14, 15 bulan Kamariah
  • Puasa hari Arafah pada 9 Zulhijah
  • Puasa Asyura pada 10 Muharam
  • Puasa enam hari di bulan Syawal
  • Puasa Nabi Daud
  • Puasa bulan Syaban

3. Puasa Makruh

Puasa makruh adalah puasa yang tidak dilarang secara tegas, tetapi pelaksanaannya tidak mendatangkan pahala dan dinilai kurang bermanfaat. Berikut beberapa bentuk puasa makruh:

  • Puasa Hari Jumat

Berpuasa khusus pada hari Jumat hukumnya makruh. Namun, menjadi tidak makruh jika disertai puasa sehari sebelumnya atau sesudahnya, bertepatan dengan puasa Daud, atau jatuh bersamaan dengan puasa sunnah tertentu. Dalam kondisi ini, puasa tetap boleh dilakukan karena tidak dimaksudkan mengkhususkan hari Jumat.

  • Puasa Setahun Penuh (Puasa Dahr)

Puasa dahr adalah puasa yang dilakukan sepanjang tahun. Dalam hadits disebutkan bahwa ketika Umar bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang berpuasa setahun penuh?" Rasulullah SAW menjawab, "Ia dipandang tidak berpuasa dan tidak pula berbuka." (HR Muslim)

  • Puasa Wishal

Puasa wishal adalah puasa tanpa sahur dan tanpa berbuka. Puasa ini dilakukan Rasulullah SAW, tetapi dimakruhkan bagi umatnya.

  • Puasa Hari Sabtu

Berpuasa pada hari Sabtu dihukumi makruh, kecuali jika disertai puasa pada hari Jumat atau Minggu. Pendapat ini dipegang oleh beberapa ulama, di antaranya Imam Ad-Darimi, Al-Baqhowi, dan Ar-Rofi'i.

  • Puasa Hari Minggu Secara Khusus

Sebagaimana dimakruhkan mengkhususkan puasa pada hari Sabtu karena merupakan hari raya Yahudi, puasa khusus pada hari Minggu juga dimakruhkan karena hari tersebut merupakan hari raya Nasrani.

  • Puasa pada Hari Syak

Puasa hari syak adalah puasa pada hari yang masih diragukan, seperti berpuasa pada tanggal 30 Syaban ketika sebagian orang sudah menyatakan masuk 1 Ramadan. Hukumnya makruh menurut sebagian ulama.

4. Puasa Haram

Puasa haram adalah puasa yang dilarang untuk dilakukan oleh seluruh umat Islam. Melaksanakannya justru mendatangkan dosa, sedangkan meninggalkannya bernilai pahala. Dalam syariat Islam, terdapat beberapa waktu yang ditetapkan sebagai larangan berpuasa, di antaranya:

  • Puasa pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
  • Puasa pada hari Tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah
  • Puasa pada hari yang masih diragukan (hari syak, haram menurut sebagian ulama)




(kri/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads