Sejumlah negara Muslim mengambil langkah besar dalam menyikapi konflik di Gaza. Terbaru, belasan negara Muslim menyatakan bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dewan Perdamaian ini mendapat sambutan positif dari para pemimpin dunia. Namun, tak sedikit yang menanggapi dengan hati-hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Dewan Perdamaian Gaza?
Dilansir dari Reuters, Jumat (23/1/2026), Dewan Perdamaian pertama kali diusulkan oleh Donald Trump pada September lalu untuk mengakhiri perang Gaza. Trump kemudian memperluas wewenang dewan tersebut yang awalnya digagas untuk Gaza menjadi lembaga untuk menangani konflik lain di seluruh dunia.
Donald Trump akan menjadi ketua pertama dewan tersebut. Dalam draft piagam yang dilihat Reuters, dewan tersebut akan mempromosikan perdamaian di seluruh dunia dan berupaya menyelesaikan konflik.
Negara-negara yang bergabung menjadi anggota akan dibatasi masa jabatannya selama tiga tahun, kecuali negara tersebut membayar masing-masing sekitar USD 1 Miliar untuk mendanai kegiatan dewan dan mendapatkan anggota tetap, sebagaimana bunyi piagam tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, mantan perdana menteri Inggris Tony Blair, dan menantu Trump Jared Kushner akan berperan sebagai anggota Dewan Eksekutif pendiri inisiatif tersebut.
Daftar Negara Muslim Anggota Dewan Perdamaian Gaza
Sejauh ini terdapat sekitar 35 pemimpin dunia yang telah berkomitmen untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian dari sekitar 50 undangan yang telah dikirim.
Dari 35 negara tersebut, ada delapan negara mayoritas Muslim yang menyatakan setuju bergabung. Mayoritas merupakan sekutu Timur Tengah, termasuk mediator Gaza seperti Qatar dan Turki.
Dalam daftar terbaru Reuters, Bahrain, Kosovo, Uzbekistan, dan Kazakhstan juga telah setuju untuk berpartisipasi. Berikut daftar lengkapnya:
- Arab Saudi
- Turki
- Mesir
- Yordania
- Indonesia
- Pakistan
- Qatar
- Uni Emirat Arab (UEA)
- Bahrain
- Uzbekistan
- Kazakhstan
- Kosovo
Indonesia masuk daftar tersebut. Dilansir detikNews, keikutsertaan RI disebut sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemerintahan transisi dalam mengakhiri konflik Gaza.
"Para Menteri menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump, dan menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza," kata Kemlu RI.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam