Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, terletak tepat sebelum bulan Ramadan.
Di bulan ini, banyak umat Islam melakukan puasa Nisfu Syaban, yaitu puasa sunnah pada pertengahan bulan Syaban. Puasa Nisfu Syaban dikerjakan pada tanggal 15 Syaban sebagai amalan sunnah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum Ramadan tiba.
Berikut penjelasan lengkap tentang Puasa Nisfu Syaban 2026: Berapa Hari, Jadwal, Niat, dan Hukumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puasa Nisfu Syaban 2026 Berapa Hari?
Puasa Nisfu Syaban tahun 2026 hanya dilakukan satu hari, yaitu pada tanggal 15 Syaban 1447 H. Berdasarkan kalender Hijriah resmi Kementerian Agama RI, tanggal ini bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.
Puasa dilakukan mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Mengetahui jadwal ini penting agar umat Islam tidak keliru saat melaksanakan ibadah sunnah ini.
Apa Hukum Melaksanakan Puasa Nisfu Syaban?
Meraih Surga dengan Puasa karya Herdiansyah Achmad, Lc, puasa Nisfu Syaban hukumnya sunnah dan dilakukan di pertengahan bulan Syaban.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga berpuasa di bulan Syaban. Beliau bersabda,
"Barangsiapa yang berpuasa 3 hari di awal Syaban, 3 hari di pertengahan, dan 3 hari di akhir bulan, maka Allah SWT menuliskan baginya pahala 70 nabi, diberi pahala seperti beribadah 70 tahun, dan jika meninggal pada tahun itu, ia akan mati sebagai syahid."
Kendati demikian, bila muslim masih meragukan penganjuran puasa Nisfu Syaban namun terasa mubazir bila momen Nisfu Syaban dilewatkan begitu saja, sebagai gantinya bisa mengerjakan puasa Ayyamul Bidh yang memiliki landasan pengerjaan lebih jelas dalam hadits. Salah satu waktu pengamalan puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan waktu Nisfu Syaban yaitu, 15 Syaban atau 3 Februari 2026.
Pelaksanaan puasa Nisfu Syaban sama seperti puasa sunnah lainnya, yang membedakan hanyalah bacaan niatnya.
Niat Puasa Nisfu Syaban: Arab, Latin, dan Artinya
Supaya umat Islam mudah memahami, berikut cara membaca niat puasa Nisfu Syaban sesuai waktunya:
1. Niat Puasa Nisfu Syaban Malam Hari
Jika ingin berniat malam hari sebelum puasa, baca niat berikut,
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu souma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah SWT."
2. Niat Puasa Nisfu Syaban Jika Kesiangan
Apabila lupa berniat malam hari, niat bisa dibaca pagi hari sebelum mulai berpuasa, selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa. Berikut niatnya,
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu souma hadzalyaumi 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala.
Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban hari ini karena Allah SWT."
Jadwal Kalender Syaban 1447 H
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, berikut tanggal-tanggal bulan Syaban 1447 H:
1 Syaban 1447 H: 20 Januari 2026
2 Syaban 1447 H: 21 Januari 2026
3 Syaban 1447 H: 22 Januari 2026
4 Syaban 1447 H: 23 Januari 2026
5 Syaban 1447 H: 24 Januari 2026
6 Syaban 1447 H: 25 Januari 2026
7 Syaban 1447 H: 26 Januari 2026
8 Syaban 1447 H: 27 Januari 2026
9 Syaban 1447 H: 28 Januari 2026
10 Syaban 1447 H: 29 Januari 2026
11 Syaban 1447 H: 30 Januari 2026
12 Syaban 1447 H: 31 Januari 2026
13 Syaban 1447 H: 1 Februari 2026
14 Syaban 1447 H: 2 Februari 2026
15 Syaban 1447 H: 3 Februari 2026
16 Syaban 1447 H: 4 Februari 2026
17 Syaban 1447 H: 5 Februari 2026
18 Syaban 1447 H: 6 Februari 2026
19 Syaban 1447 H: 7 Februari 2026
20 Syaban 1447 H: 8 Februari 2026
21 Syaban 1447 H: 9 Februari 2026
22 Syaban 1447 H: 10 Februari 2026
23 Syaban 1447 H: 11 Februari 2026
24 Syaban 1447 H: 12 Februari 2026
25 Syaban 1447 H: 13 Februari 2026
26 Syaban 1447 H: 14 Februari 2026
27 Syaban 1447 H: 15 Februari 2026
28 Syaban 1447 H: 16 Februari 2026
29 Syaban 1447 H: 17 Februari 2026
30 Syaban 1447 H: 18 Februari 2026
Malam Nisfu Syaban 2026 Kapan?
Menurut Kalender Hijriyah Indonesia 2026, bulan Syaban 1447 H dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan begitu, malam Nisfu Syaban atau malam ke-15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Perlu diingat, dalam penanggalan Islam, hari baru dimulai saat matahari terbenam. Artinya, waktu Nisfu Syaban sebenarnya sudah dimulai sejak Senin, 2 Februari 2026, setelah adzan Maghrib. Waktu ini menjadi awal ibadah dan amalan malam pertengahan Syaban hingga esok harinya.
Amalan Sunnah Malam Nisfu Syaban
Sebenarnya, tidak ada hadits shahih yang menjelaskan amalan khusus malam Nisfu Syaban. Meski begitu, umat Islam tetap bisa melakukan amalan sunnah seperti malam-malam lainnya, yaitu:
1. Salat Qiyamul Lail
Salat qiyamul lail atau salat malam sangat dianjurkan Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, surah Al-Isra ayat 79,
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
Artinya: "Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
Keutamaan salat malam juga disebutkan dalam hadits, sebagaimana terdapat dalam kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al-Asqalani.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ} أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.
Artinya: Dan dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, "Salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam." (HR Muslim dalam Shahih Muslim)
2. Perbanyak Membaca Al-Qur'an
Membaca Al-Qur'an adalah amalan sunnah lain yang bisa dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Dari Anas bin Malik RA, ia berkata,
"Adapun kaum Muslimin ketika memasuki bulan Syaban, maka mereka menuju kepada mushaf-mushaf (Al-Qur'an) untuk membacanya. Mereka mengeluarkan zakat dari harta mereka, guna diberikan kepada orang yang miskin dan tidak mampu agar kuat berpuasa di bulan Ramadan."
Walaupun riwayatnya dhaif, membaca Al-Quran tetap menjadi amalan yang dianjurkan untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Membaca Doa Malam Nisfu Syaban
Selain itu, umat Islam bisa membaca doa khusus pada malam Nisfu Syaban. Melansir dari situs MUI, dalam kitab Maslakul Akhyar karya Syekh Sayyid Utsman bin Yahya, doa ini dianjurkan untuk memohon kebaikan, rezeki yang cukup, dan taufiq Allah dalam melakukan kebaikan. Ini doanya,
اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُومِيْنَ أَوْ مُقَتَرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَّاوَتِيْ وَحِرْمَانِي وَافْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفِّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Latin: Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifin. Allāhumma in kunta katabtanī 'indaka fii ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alayya fir rizqi, famhullāhumma fii ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fii kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallahu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihi wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku disisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang la kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, serta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
4. Perbanyak Istighfar dan Membaca Surah Yasin
Para ulama menganjurkan agar malam Nisfu Syaban dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan membaca Surah Yasin. Selain itu, ibadah ini bisa dilengkapi dengan salat tasbih agar malam menjadi lebih berkah dan hati semakin tenang. Hal ini dijelaskan dalam buku Pegangan Khotbah Jumat Sepanjang Tahun karya Muhammad Ikhsannudin.
(lus/lus)












































Komentar Terbanyak
Kata-kata Nisfu Syaban 2026 Singkat Penuh Doa, Harapan, dan Ampunan
Hukum Mengambil Barang Temuan di Jalan yang Tidak Diketahui Pemiliknya
Bolehkah Puasa Tanpa Sahur? Ini Penjelasan dan Hukumnya