Sholat jamak adalah bentuk kemudahan ibadah bagi muslim yang sedang dalam perjalanan jauh atau berada dalam kondisi mendesak untuk sholat tepat waktu. Salah satu yang sering diamalkan oleh umat Islam adalah jamak taqdim Dzuhur dan Ashar.
Meski tujuan dari jamak adalah memudahkan, tetapi terdapat syarat-syarat tertentu yang harus terpenuhi agar sholat yang dikerjakan tetap sah.
Berikut panduan lengkap dalil, syarat, niat sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar beserta tata caranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalil Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar
Dijelaskan dalam buku Tuntunan Sholat Musafir Plus Panduan Ibadah Panduan Lainnya susunan Aulia Fadhli, dalil sholat jamak bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Muadz. Ia berkata:
"Pada saat Nabi SAW dalam Perang Tabuk, beliau selalu menjamak sholat Dzuhur dengan Ashar jika keberangkatannya sesudah tergelincir matahari (masuk waktu Dzuhur). Akan tetapi apabila beliau berangkat sebelum matahari tergelincir (belum masuk waktu Dzuhur), sholat Dzuhur diundurkan dan dirangkap dengan sholat Ashar. Begitu pula dalam sholat Maghrib, yaitu jika beliau berangkat sesudah matahari tenggelam (masuk waktu Maghrib) beliau menjamak sholat Maghrib dengan Isya. Akan tetapi kalau keberangkatannya sebelum matahari terbenam (belum masuk waktu Maghrib), beliau mengundurkan Maghrib itu sampai waktu Isya dan dijamak dengan sholat Isya." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Syarat Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar
Dinukil dari panduan sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar yang dipublikasikan Kementerian Agama dalam situsnya, terdapat empat syarat untuk melaksanakan sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar, antara lain sebagai berikut:
1. Tertib
Memulai sholat yang pertama karena waktunya adalah waktu sholat pertama. Artinya, seseorang harus mengerjakan sholat Dzuhur dulu baru sholat Ashar.
2. Berurutan (Muwalat)
Antara dua sholat yang dijamak harus dikerjakan secara berurutan dan tidak boleh dipisah dengan jeda yang cukup lama.
3. Masih dalam Perjalanan
Seseorang masih berada dalam perjalanan ketika mengerjakan sholat yang kedua, meskipun perjalanan itu tidak harus mencapai masafatul qashr (batas jarak tempuh untuk bisa sholat jamak dan qashar).
4. Niat Jamak Taqdim pada Waktu yang Pertama
Niat menjamak sholat diletakkan pada sholat yang pertama. Sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar dikerjakan ketika akan sholat Dzuhur.
Niat Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar
Sebelum melakukan sholat jamak taqdim, umat Islam dianjurkan untuk membaca niatnya terlebih dahulu. Dikutip dalam buku Kajian Fiqih oleh Shofiyun Nahidloh dkk, berikut bacaan niat sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar:
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى
Ushallî fardladh-dhuhri arba'a raka'âtin majmû'an bil-'ashri jam'a taqdîmin lillâhi ta'ala
Artinya: "Saya niat sholat fardhu Dhuhur empat rakaat dijamak bersama Ashar dengan jamak taqdim karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar
Mengacu sumber yang sama, tata cara jamak taqdim telah diajarkan dan dicontohkan Rasulullah SAW. Jamak taqdim adalah mengumpulkan dua macam sholat fardhu dan dikerjakan pada waktu sholat yang awal.
Sebagai contoh mengumpulkan sholat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan pada waktu Dzuhur. Bisa juga mengumpulkan sholat Maghrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu Maghrib.
Kerjakan sholat dengan gerakan dan bacaan seperti sholat pada umumnya. Jumlah rakaat pun sama seperti halnya sholat fardhu, yang membedakan hanyalah ketika selesai melaksanakan sholat pertama (Dzuhur) maka berdiri dan lanjut melaksanakan sholat yang kedua (Ashar).
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Arab Saudi Tidak Jadikan Isra Miraj Hari Libur Nasional, Ini Alasannya!
Ilmuwan Temukan Bukti Hajar Aswad Bukan Berasal dari Bumi
Kalender 2026: Jadwal Puasa Wajib dan Sunnah Sepanjang Tahun