Niat Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar dan Tata Caranya

Niat Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar dan Tata Caranya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 20 Jan 2026 13:15 WIB
Niat Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar dan Tata Caranya
Ilustrasi mengerjakan sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar. Foto: Getty Images/iStockphoto/FS-Stock
Jakarta -

Sholat jamak adalah bentuk kemudahan ibadah bagi muslim yang sedang dalam perjalanan jauh atau berada dalam kondisi mendesak untuk sholat tepat waktu. Salah satu yang sering diamalkan oleh umat Islam adalah jamak taqdim Dzuhur dan Ashar.

Meski tujuan dari jamak adalah memudahkan, tetapi terdapat syarat-syarat tertentu yang harus terpenuhi agar sholat yang dikerjakan tetap sah.

Berikut panduan lengkap dalil, syarat, niat sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar beserta tata caranya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalil Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar

Dijelaskan dalam buku Tuntunan Sholat Musafir Plus Panduan Ibadah Panduan Lainnya susunan Aulia Fadhli, dalil sholat jamak bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Muadz. Ia berkata:

"Pada saat Nabi SAW dalam Perang Tabuk, beliau selalu menjamak sholat Dzuhur dengan Ashar jika keberangkatannya sesudah tergelincir matahari (masuk waktu Dzuhur). Akan tetapi apabila beliau berangkat sebelum matahari tergelincir (belum masuk waktu Dzuhur), sholat Dzuhur diundurkan dan dirangkap dengan sholat Ashar. Begitu pula dalam sholat Maghrib, yaitu jika beliau berangkat sesudah matahari tenggelam (masuk waktu Maghrib) beliau menjamak sholat Maghrib dengan Isya. Akan tetapi kalau keberangkatannya sebelum matahari terbenam (belum masuk waktu Maghrib), beliau mengundurkan Maghrib itu sampai waktu Isya dan dijamak dengan sholat Isya." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

ADVERTISEMENT

Syarat Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar

Dinukil dari panduan sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar yang dipublikasikan Kementerian Agama dalam situsnya, terdapat empat syarat untuk melaksanakan sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar, antara lain sebagai berikut:

1. Tertib

Memulai sholat yang pertama karena waktunya adalah waktu sholat pertama. Artinya, seseorang harus mengerjakan sholat Dzuhur dulu baru sholat Ashar.

2. Berurutan (Muwalat)

Antara dua sholat yang dijamak harus dikerjakan secara berurutan dan tidak boleh dipisah dengan jeda yang cukup lama.

3. Masih dalam Perjalanan

Seseorang masih berada dalam perjalanan ketika mengerjakan sholat yang kedua, meskipun perjalanan itu tidak harus mencapai masafatul qashr (batas jarak tempuh untuk bisa sholat jamak dan qashar).

4. Niat Jamak Taqdim pada Waktu yang Pertama

Niat menjamak sholat diletakkan pada sholat yang pertama. Sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar dikerjakan ketika akan sholat Dzuhur.

Niat Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar

Sebelum melakukan sholat jamak taqdim, umat Islam dianjurkan untuk membaca niatnya terlebih dahulu. Dikutip dalam buku Kajian Fiqih oleh Shofiyun Nahidloh dkk, berikut bacaan niat sholat jamak taqdim Dzuhur dan Ashar:

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushallî fardladh-dhuhri arba'a raka'âtin majmû'an bil-'ashri jam'a taqdîmin lillâhi ta'ala

Artinya: "Saya niat sholat fardhu Dhuhur empat rakaat dijamak bersama Ashar dengan jamak taqdim karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Jamak Taqdim Dzuhur dan Ashar

Mengacu sumber yang sama, tata cara jamak taqdim telah diajarkan dan dicontohkan Rasulullah SAW. Jamak taqdim adalah mengumpulkan dua macam sholat fardhu dan dikerjakan pada waktu sholat yang awal.

Sebagai contoh mengumpulkan sholat Dzuhur dan Ashar yang dikerjakan pada waktu Dzuhur. Bisa juga mengumpulkan sholat Maghrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu Maghrib.

Kerjakan sholat dengan gerakan dan bacaan seperti sholat pada umumnya. Jumlah rakaat pun sama seperti halnya sholat fardhu, yang membedakan hanyalah ketika selesai melaksanakan sholat pertama (Dzuhur) maka berdiri dan lanjut melaksanakan sholat yang kedua (Ashar).




(kri/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads