Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan dengan mitra koalisi pemerintahannya pada Minggu (18/1/2026), menyusul penolakan Israel terhadap susunan panel penasihat Gaza yang dibentuk oleh Gedung Putih. Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat serta dikonfirmasi oleh laporan media setempat.
Dilansir dari Arab News, Senin (19/1/) pertemuan ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Israel dan Amerika Serikat terkait rencana tata kelola Gaza pasca perang yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gedung Putih sebelumnya mengumumkan pembentukan Dewan Eksekutif Gaza yang akan berada di bawah payung Dewan Perdamaian. Dewan Perdamaian tersebut diketuai langsung oleh Presiden Donald Trump dan menjadi bagian dari rencana 20 poin yang disusun Washington untuk mengakhiri perang di Gaza.
Dewan Eksekutif Gaza disebut akan berperan sebagai badan penasihat. Dalam susunannya, panel tersebut melibatkan sejumlah tokoh internasional, di antaranya Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, diplomat Qatar Ali Al-Thawadi, serta pejabat regional dan internasional lainnya.
Pada Sabtu malam, kantor Perdana Menteri Israel secara resmi menyatakan penolakan terhadap susunan Dewan Eksekutif Gaza tersebut.
"Pengumuman mengenai susunan Dewan Eksekutif Gaza, yang berada di bawah Dewan Perdamaian, tidak dikoordinasikan dengan Israel dan bertentangan dengan kebijakannya," demikian pernyataan kantor Netanyahu.
Dalam pernyataan yang sama, disebutkan bahwa Perdana Menteri telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Israel untuk segera menghubungi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat guna membahas persoalan ini.
Presiden Trump tidak secara terbuka menjelaskan alasan keberatan Israel terhadap komposisi dewan tersebut. Namun, Israel sebelumnya telah menyuarakan penolakan keras terhadap keterlibatan Turki dalam pengelolaan Gaza pasca perang.
Hubungan Israel dan Turki diketahui memburuk tajam sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023. Selain menunjuk Menteri Luar Negeri Turki sebagai anggota Dewan Eksekutif Gaza, Trump juga mengundang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian.
Pertemuan Koalisi Pemerintah Israel
Sejumlah laporan media menyebutkan para pemimpin koalisi yang berkuasa di Israel dijadwalkan menggelar pertemuan pada Minggu untuk membahas komposisi Dewan Eksekutif Gaza dan respons Israel terhadap langkah Amerika Serikat tersebut.
"Ada pertemuan koalisi yang dijadwalkan pada pukul 10.00 pagi (0800 GMT)," kata juru bicara Partai Likud yang dipimpin Netanyahu kepada AFP.
Koalisi pemerintahan Israel saat ini dipimpin Partai Likud dan didukung Partai Zionis Religius yang dipimpin Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich, serta Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi) yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben Gvir.
Gedung Putih menjelaskan bahwa rencana perdamaian Trump mencakup pembentukan tiga badan utama. Pertama, Dewan Perdamaian yang diketuai Presiden AS. Kedua, komite teknokrat Palestina yang bertugas mengelola Gaza. Ketiga, Dewan Eksekutif Gaza yang berfungsi sebagai badan penasihat.
Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza
Perkembangan diplomatik ini berlangsung di tengah pernyataan Amerika Serikat bahwa rencana gencatan senjata Gaza telah memasuki fase kedua. Tahap ini menandai peralihan dari penerapan gencatan senjata menuju upaya pelucutan senjata Hamas.
Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel menjadi pemicu utama ofensif militer Israel di Jalur Gaza, yang hingga kini masih menyisakan dinamika politik dan keamanan regional yang kompleks.
(dvs/lus)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban