Dukung Persatuan Somalia, OKI Tegaskan Tolak Klaim Israel atas Somaliland

Dukung Persatuan Somalia, OKI Tegaskan Tolak Klaim Israel atas Somaliland

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 12 Jan 2026 16:15 WIB
Pertemuan darurat Dewan Menteri Luar Negeri (Menlu) OKI ke-22 yang digelar di Sekretariat OKI, Jeddah, Arab Saudi pada Sabtu (10/1/2026).
Pertemuan darurat Dewan Menteri Luar Negeri (Menlu) OKI ke-22 yang digelar di Sekretariat OKI, Jeddah, Arab Saudi pada Sabtu (10/1/2026). (Foto: Instagram OIC Official @oic.oci)
Jakarta -

Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Hissein Taha dalam pidatonya menyatakan perkembangan di Somaliland terbilang sangat serius karena mempengaruhi kedaulatan serta integritas teritorial Somalia.

Berkaitan dengan itu, OKI menolak pengakuan Israel atas kemerdekaan dan kedaulatan Somaliland. Sebagaimana diketahui, Somaliland merupakan wilayah yang memisahkan diri dari Somalia.

Dilansir dari Saudi Gazette, keputusan OKI Itu ditekankan melalui pertemuan darurat Dewan Menteri Luar Negeri (Menlu) OKI ke-22 yang digelar di Sekretariat OKI, Jeddah, Arab Saudi pada Sabtu (10/1/2026) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah Israel yang mengakui kemerdekaan Somaliland, lanjut Taha, merupakan preseden berbahaya sekaligus pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Hal itu bahkan menjadi ancaman langsung terhadap keamanan serta stabilitas regional.

ADVERTISEMENT

Sekjen OKI itu menegaskan perlunya kesatuan juga ketegasan sikap dari negara-negara muslim demi mendukung Somalian sesuai Piagam OKI, hukum internasional dan resolusi PBB. Pada kesempatan yang sama itu, Taha juga menyerukan Israel untuk menaati gencatan senjata dan berkomitmen melanjutkan ke tahap kedua yang mengarah pada penghentian permusuhan secara menyeluruh dan permanen. Ini termasuk penarikan pasukan Israel penuh dari Gaza, Palestina.

Kemudian, ia menekankan perlunya mencegah pemindahan warga Palestina, memfasilitasi kepulangan pengungsi, membuka semua pintu perbatasan, memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan mengadakan konferensi internasional di Kairo demi membahas rekonstruksi Gaza.

Pada akhir pertemuan itu, Dewan Menlu OKI mengadopsi dua resolusi. Di antaranya membahas perkembangan di Somalia dan menegaskan kembali kedaulatan serta integritas wilayahnya serta mengutuk agresi Israel yang berkelanjutan terhadap warga Palestina, begitu pun dengan rencananya mencaplok wilayah serta melakukan pengusiran penduduk.



(aeb/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads