- Ayat tentang Isra Miraj dalam Al-Qur'an 1. Surah Al Isra' Ayat 1 2. Surah An-Najm Ayat 13 3. Surah An-Najm Ayat 14 4. Surah An-Najm Ayat 15 5. Surah An-Najm Ayat 16 6. Surah An-Najm Ayat 17 7. Surah An-Najm Ayat 18
- Hikmah Isra Miraj bagi Muslim 1. Perintah Mengerjakan Salat Lima Waktu 2. Penghibur Nabi Muhammad SAW 3. Memuliakan Nabi Muhammad SAW 4. Sebagai Ujian Keimanan
Isra Miraj adalah momen mulia bagi umat Islam. Peristiwa yang terjadi dalam semalam itu membawa perintah salat lima waktu yang jadi tiang agama kaum muslimin.
Menurut buku Biografi Rasulullah: Sebuah Studi Analitis Berdasarkan Sumber-sumber yang Otentik susunan Mahdi Rizqullah Ahmad, peristiwa Isra Miraj itu erat kaitannya dengan musibah yang menimpa Rasulullah SAW secara berturut-turut. Selain membawa perintah salat fardhu, Isra Miraj juga jadi penghibur Nabi SAW yang sedang berduka karena ditinggal wafat dua sosok yang dicintai, istrinya Khadijah dan pamannya Abu Thalib.
Beberapa ulama berpendapat Isra Miraj terjadi 10 tahun setelah Rasulullah SAW dibaiat jadi nabi. Namun, ada juga ulama yang berselisih pendapat terkait hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait Isra Miraj diterangkan dalam sejumlah ayat suci Al-Qur'an. Surah apa saja itu?
Ayat tentang Isra Miraj dalam Al-Qur'an
1. Surah Al Isra' Ayat 1
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Subḥānal-lażī asrā bi'abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī'ul-baṣīr(u).
Artinya: "Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
Menurut Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), surah Al Isra ayat 1 dimulai dengan firman subhana agar manusia mengakui kesucian Allah SWT dan meyakini sifat keagungan-Nya. Ungkapan itu juga menjadi pernyataan tentang sifat kebesaran Sang Khalik yang memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam, dengan perjalanan yang cepat yaitu Isra Miraj yang dialami Nabi Muhammad SAW.
Kemudian kata asra' di surah Al Isra ayat 1 dimaksudkan Isra Nabi Muhammad SAW terjadi ketika malam hari, karena kata asra dalam bahasa Arab artinya perjalanan di malam hari. Penyebutan lailan dengan bentuk isim nakirah yang berarti malam hari, adalah untuk menggambarkan kejadian itu terjadi di malam yang singkat dan menguatkan pengertian peristiwa tersebut betul-betul terjadi malam hari.
Sang Khalik meng-israkan hamba-Nya pada malam hari karena waktu itu jadi yang paling utama bagi para hamba mendekatkan diri kepada Allah dan waktu yang paling baik untuk beribadah kepada-Nya.
Sementara itu, perkataan 'abdihi (hamba-Nya) dalam surah Al Isra ayat 1 ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir. Beliau diperintahkan melakukan perjalanan malam sebagai penghormatan kepadanya.
Meski demikian, dalam surah Al Isra ayat 1 tidak diterangkan waktunya secara pasti baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Nabi Muhammad SAW kembali ke tempat tinggalnya di Makkah. Hanya saja yang diterangkan Isra Rasulullah SAW dimulai di Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.
2. Surah An-Najm Ayat 13
وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ
Wa laqad ra'āhu nazlatan ukhrā.
Artinya: "Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (dalam rupa yang asli) pada waktu yang lain."'
Masih dari Tafsir Kemenag RI, pada surah An Najm ayat 13 Allah SWT menerangkan sesungguhnya Rasulullah SAW sudah pernah melihat Jibril kedua kalinya dalam rupa asli ketika melakukan Mi'raj ke Sidratul Muntaha, tempat batas alam yang diketahui para malaikat.
3. Surah An-Najm Ayat 14
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
'Inda sidratil-muntahā.
Artinya: "(yaitu ketika) di Sidratul Muntaha."
4. Surah An-Najm Ayat 15
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ
'Indahā jannatul-ma'wā.
Artinya: "Di dekatnya ada surga tempat tinggal."
Ayat tentang Isra Miraj selanjtunya adalah surah An Najm ayat 15. Pada ayat ini, Allah SWT mengatakan surga berada di dekat Sidratul Muntaha. Tempat itu dikhususkan bagi orang-orang bertakwa dan yang mati syahid.
5. Surah An-Najm Ayat 16
اِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشٰىۙ
Iż yagsyas-sidrata mā yagsyā.
Artinya: (Nabi Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratulmuntaha dilingkupi oleh sesuatu yang melingkupinya.
Merujuk pada Tafsir Kemenag RI pada surah An Najm ayat 16 diterangkan Nabi Muhammad SAW melihat Jibril di Sidratul Muntaha ketik tertutup oleh suasana yang menandakan kebesaran Allah berupa sinar-sinar yang indah dan malaikat-malaikat.
Meski begitu, Al-Qur'an tidak menerangkan dengan jelas, tetapi bagi kita cukuplah penjelasan yang demikian, tidak menambah atau menguranginya, bila tidak ada dalil yang jelas yang menerangkannya. Seandainya ada manfaatnya untuk dijelaskan niscaya hal itu dijelaskan oleh Allah SWT.
6. Surah An-Najm Ayat 17
مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغٰى
Mā zāgal-baṣaru wa mā ṭagā.
Artinya: "Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak menyimpang dan tidak melampaui (apa yang dilihatnya)."
Lalu, pada surah An Najm ayat 17 dikatakan Allah SWT menjelaskan tatkala Nabi SAW melihat Jibril di Sidratul Muntaha dia tidak berpaling dari memandang seluruh keajaiban di sana. Ini sesuai dengan apa yang sudah diizinkan Sang Khalik kepadanya untuk dilihat dan tidak melampaui batas kecuali apa yang sudah diizinkan.
7. Surah An-Najm Ayat 18
لَقَدْ رَاٰى مِنْ اٰيٰتِ رَبِّهِ الْكُبْرٰى
Laqad ra'ā min āyāti rabbihil-kubrā.
Artinya: "Sungguh, dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang sangat besar."
Ayat tentang Isra Miraj terakhir disebutkan bahwa dengan menyaksikan Sidratul Muntaha ini sama artinya dengan Rasulullah SAW yang sudah melihat banyak tanda kebesaran dari Allah SWT.
Hikmah Isra Miraj bagi Muslim
Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa Isra Miraj. Dikutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV susunan Yusak Burhanudin dan Ahmad Fida', berikut beberapa di antaranya.
1. Perintah Mengerjakan Salat Lima Waktu
Sebagaimana diketahui, salat jadi tiang agama setiap muslim. Perintah ini dibawa oleh Nabi SAW setelah melakukan perjalanan Isra Miraj.
2. Penghibur Nabi Muhammad SAW
Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, Isra Miraj berlangsung saat Rasulullah SAW mengalami kesedihan ditinggal dua orang tercintanya. Allah SWT lantas mengutus Malaikat Jibril menemani Nabi SAW melakukan Isra Miraj. Hal yang paling membuat Nabi Muhammad SAW bahagia adalah ketika beliau diberikan kesempatan untuk menghadap Allah SWT.
3. Memuliakan Nabi Muhammad SAW
Rasulullah SAW jadi satu-satunya nabi yang melakukan perjalanan Isra Miraj. Ini dimaksudkan untuk memuliakannya.
Dalam perjalanannya, beliau diperlihatkan balasan bagi orang yang melanggar perintah Allah SWT, melihat wajah asli Malaikat Jibril, serta diberi kesempatan untuk menghadap langsung kepada Allah SWT.
4. Sebagai Ujian Keimanan
Isra Miraj merupakan peristiwa yang membuktikan kekuasaan dan keagungan Allah SWT. Melalui Isra Miraj, umat Islam akan diuji keimanannya untuk percaya atau tidak terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Wallahu a'lam.
