Surah Al Isra Ayat 1: Peristiwa Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Surah Al Isra Ayat 1: Peristiwa Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 13 Jan 2026 05:45 WIB
Isra Miraj
Foto: Getty Images/iStockphoto/pepifoto
Jakarta -

Surah Al Isra ayat 1 membicarakan tentang perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sebagaimana diketahui, perjalanan itu jadi peristiwa bersejarah bagi umat Islam.

Dinukil dari buku Isra'-Miraj dan Permulaan Masuk Islamnya Kaum Anshar susunan Muhammad Ridha, peristiwa Isra Miraj terjadi setahun sebelum Nabi SAW hijrah. Pendapat lain menyebut peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 kenabian. Perjalanan itu terjadi pada malam Senin usai Rasulullah SAW pulang dari Thaif.

Pada malam terjadinya Isra Miraj, Nabi SAW pergi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian diangkat ke langit hingga ke Sidratul Muntaha menerima perintah salat lima waktu. Isra adalah perjalanan Nabi SAW ke Masjidil Aqsa, sedangkan Miraj adalah kelanjutan perjalanan beliau dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha atau langit ketujuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Lengkap Surah Al Isra Ayat 1

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

ADVERTISEMENT

Sub-ḥānallażī asrā bi'abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī'ul-baṣīr

Artinya: "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Tafsir Surah Al Isra Ayat 1

Menurut Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), surah Al Isra ayat 1 dimulai dengan firman subhana agar manusia mengakui kesucian Allah SWT dan meyakini sifat keagungan-Nya. Ungkapan itu juga menjadi pernyataan tentang sifat kebesaran Sang Khalik yang memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam, dengan perjalanan yang cepat yaitu Isra Miraj yang dialami Nabi Muhammad SAW.

"Allah SWT memulai firman-Nya dengan subhana dalam ayat ini (surah Al Isra ayat 1) dan di beberapa ayat yang lain sebagai pertanda bahwa ayat itu mengandung peristiwa luar biasa yang hanya dapat terlaksana karena iradah dan kekuasaan-Nya," tulis Tafsir Kemenag RI pada surah Al Isra ayat 1.

Kemudian pada kata asra' di surah Al Isra ayat 1 bisa dipahami Isra Nabi Muhammad SAW terjadi ketika malam hari, karena kata asra dalam bahasa Arab artinya perjalanan di malam hari. Penyebutan lailan dengan bentuk isim nakirah yang berarti malam hari, adalah untuk menggambarkan kejadian itu terjadi di malam yang singkat dan menguatkan pengertian peristiwa tersebut betul-betul terjadi malam hari.

Sang Khalik meng-israkan hamba-Nya pada malam hari karena waktu itu jadi yang paling utama bagi para hamba mendekatkan diri kepada Allah dan waktu yang paling baik untuk beribadah kepada-Nya.

Adapun, perkataan 'abdihi (hamba-Nya) dalam surah Al Isra ayat 1 ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir. Beliau diperintahkan melakukan perjalanan malam sebagai penghormatan kepadanya.

Meski demikian, dalam surah Al Isra ayat 1 tidak diterangkan waktunya secara pasti baik waktu keberangkatan maupun kepulangan Nabi Muhammad SAW kembali ke tempat tinggalnya di Makkah. Hanya saja yang diterangkan Isra Rasulullah SAW dimulai di Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.

Kemudian, Allah SWT pada surah Al Isra ayat 1 menjelaskan alasan Rasulullah SAW diperintahkan melakukan Isra Miraj pada malam hari, yaitu untuk memperlihatkan kebesaran dan tanda-tanda kebesaran Sang Khalik kepada utusan-Nya, Nabi SAW. Tanda-tanda itu disaksikan oleh sang nabi dalam perjalanannya.

Pengalaman-pengalaman baru yang disaksikan Rasulullah SAW membuat beliau memantapkan hatinya dalam menghadapi berbagai macam rintangan dari kaumnya, dan meyakini kebenaran wahyu Allah SWT, baik yang telah diterima maupun yang akan diterimanya.

Lalu pada akhir ayat surah Al Isra ayat 1, Allah SWT menjelaskan Dia Maha Mendengar bisikan batin para hamba-Nya dan Maha Melihat seluruh perbuatan mereka. Tidak ada detak jantung, atau gerakan tubuh dari seluruh makhluk yang ada di langit dan bumi yang bisa lepas dari penglihatannya.

Wallahu a'lam



(aeb/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads