Profil Somaliland yang Diakui Israel hingga Tuai Kecaman Negara Arab-Islam

Profil Somaliland yang Diakui Israel hingga Tuai Kecaman Negara Arab-Islam

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Senin, 29 Des 2025 14:02 WIB
Profil Somaliland yang Diakui Israel hingga Tuai Kecaman Negara Arab-Islam
Foto: Bendera Somaliland. (dok. AFP/LUIS TATO)
Jakarta -

Nama Somaliland belakangan menjadi sorotan dunia internasional. Wilayah yang secara sepihak memisahkan diri dari Somalia ini menjadi perbincangan, terutama terkait isu diplomatik yang melibatkan Israel.

Hal ini tentunya memicu reaksi keras dan kecaman dari negara-negara Arab-Islam di dunia yang mendukung kedaulatan Somalia. Lantas, seperti apa sebenarnya profil wilayah ini? Berikut ulasannya.

Sejarah dan Status Wilayah

Dilansir dari Britannica, Somaliland atau Republik Somaliland adalah wilayah yang memproklamasikan kemerdekaannya secara sepihak dari Somalia pada tahun 1991. Meskipun secara nyata berfungsi sebagai negara merdeka dengan pemerintahan sendiri, namun kedaulatannya tidak diakui secara internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari sumber yang sama, wilayah ini dulunya dikenal sebagai Protektorat Somaliland Inggris. Pada tahun 1960, wilayah ini sempat merdeka sebentar sebelum akhirnya bersatu dengan Somaliland Italia untuk membentuk Republik Somalia. Namun, persatuan ini runtuh setelah militer Somalia jatuh pada 1991, yang memicu Somaliland kembali mendeklarasikan kemerdekaannya.

Letak Geografis yang Strategis

Somaliland adalah wilayah di Afrika Timur antara Khatulistiwa dan Teluk Aden, termasuk Somalia, Djibouti dan Wilayah Ogaden di Etiopia Timur. Lebih tepatnya, negara ini berbatasan dengan Teluk Aden di Utara, Samudra Hindia di Timur, Kenya dan Ethiopia di Barat, dan Djibouti di Barat laut.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari laman BBC News, Somaliland memiliki luar wilayah sekitar 177.000 KM persegi dengan ibu kota yang berpusat di Hargeisa. Negara ini memiliki populasi sekitar 5,7 juta jiwa, yang menggunakan beberapa bahasa, mulai dari Somalia, Arab, dan Inggris.

Pemimpin yang Menjabat

Masih dikutip dari laman BBC News, Muse Bihi Abdi terpilih sebagai presiden Somaliland pada November 2017 menggantikan Ahmed Silanyo. Sebelumnya, Muse Bihi telah menjabat sebagai Ketua Partai Kulmiye yang berkuasa sejak Ahmed Silanyo terpilih menjadi presiden pada tahun 2010.

Sebagai pensiunan pilot angkatan udara, satu-satunya jabatan pemerintahan yang sebelumnya pernah diemban Muse Bihi adalah Menteri Dalam Negeri Somaliland pada tahun 1990-an.

Masa jabatan pertama Presiden Muse Bihi seharusnya berakhir pada November 2022, tetapi para anggota parlemen memperpanjangnya selama dua tahun setelah komisi pemilihan meminta penundaan karena kendala keuangan dan teknis.

Keberadaan Media di Somaliland

Masih dikutip dari sumber sebelumnya, Radio Hargeisa menjadi satu-satunya stasiun radio domestik yang diberikan izin di Somaliland sebagai corong pemerintah.

Pihak berwenang di Somaliland, menargetkan jurnalis dan media yang meliput topik-topik sensitif, termasuk sengketa wilayah dengan negara tetangga Putland.




(inf/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads