Seorang wanita bernama Khansa, di masa jahiliah saudaranya seayah yang bernama Shakhr mati terbunuh. Khansa meratap, meraung dang mengiba atas kematian saudaranya. Kemudian keluar dari lisannya senandung syair yang isinya, meratapi, mengiba dan putus asa hingga ingin bunuh diri.
Keadaan perilaku Khansa berubah total ketika sudah memeluk Islam. Perbedaan itu bagaikan bumi dan langit, laksana malam dan siang. Dia menjadi pahlawan wanita yang sekaligus ibu para pahlawan. Khansa turut terlibat dalam Perang Qadisiah, sebuah peperangan kaum muslimin dengan pasukan Persia di mana pasukan muslimin di bawah komando Sa'ad bin Abi Waqash. Turut bersamanya adalah keempat putranya (tambatan hati) yang siap menjemput syahid. Itulah hebatnya hidayah dari-Nya bisa menjadikan perilaku berubah menuju kebaikan pada jalan-Nya.
Dalam pandangan Islam, hidayah (petunjuk) adalah karunia Allah SWT yang berupa bimbingan dan penerangan untuk mencapai kebenaran dan kebaikan. Hidayah ini sangat penting karena membantu manusia untuk memahami jalan yang benar dalam hidup dan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana firman-Nya dalam surah al-An'am ayat 125 yang terjemahannya, "Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat hidayah, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."
Makna ayat di atas adalah: Di antara masyarakat itu ada yang mendapatkan hidayah dan ada pula yang memilih kekufuran. Hidayah dan kekufuran adalah hak Allah SWT sebagaimana juga risalah. Bedanya kalau hidayah itu harus diminta, sementara risalah adalah anugerah dan pemberian-Nya semata kepada seseorang yang dipilih-Nya. Barang siapa dikehendaki Allah SWT akan mendapat hidayah atau petunjuk, Dia akan membukakan dadanya untuk menerima Islam, yaitu pintu hatinya terbuka untuk menerima Islam atau cahaya yang datang dari Allah SWT yang dengannya seseorang bisa melihat kebenaran, kemudian mengikuti kebenaran itu dengan memeluk Islam.
Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, dengan kesadarannya sendiri dia memilih kekafiran dan meninggalkan kebenaran, maka Dia jadikan dadanya sempit dan sesak sehingga tidak ada celah sedikit pun untuk masuknya kebenaran di hatinya, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah SWT menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. Namun demikian, Allah SWT tidak akan menyiksa satu kaum kecuali setelah diperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kebenaran, tetapi mereka secara sadar enggan menerimanya.
Penggalan pesan Khansa kepada keempat putranya adalah sebagai berikut:
"Kalian telah mengetahui apa yang telah disediakan Allah SWT untuk orang-orang muslim, yaitu pahala yang cukup karena berperang melawan orang-orang kafir. Ketahuilah, bahwa kampung yang kekal lebih baik dari kampung yang fana!, kemudian Khansa bacakan firman-Nya surah ali-Imran ayat 200.
Kemudian ia meneruskan nasihatnya, "Apabila besok kalian memasuki waktu pagi, In-Syaa'Allah dalam keadaan selamat, cepat perangi musuh kalian dengan jiwa yang tegar! Semoga dengan pertolongan-Nya kalian dapat mengalahkan musuh. Apabila perang berkecamuk, maka lancarkan serangan kepada musuh dan serbu pemimpinnya dengan keberanian penuh! Kalian akan memetik keberuntungan di perkampungan yang kekal abadi...!
Ketika peperangan telah meletus, keempat putranya terjun dengan semangat berkobar. Jika salah seorang terlihat mengendur semangatnya maka saudaranya yang lain segera mengingatkan pesan ibunya. Mereka menerkam bagaikan singa, berkelebat bagai anak panah, dan menerjang bagaikan gajah. Dari tangan mereka musuh berguguran dan terus menerjang ke dalam pasukan musuh. Akhirnya satu demi satu keempat bersaudara ini berguguran sebagai syuhada.
Di sisi Allah SWT syuhada atau orang yang gugur syahid memiliki kedudukan yang mulia dan istimewa. Mereka dianggap sebagai pahlawan yang berjuang untuk kebenaran dan agama, serta memiliki kebahagiaan di akhirat kelak. Para syuhada masih hidup di sisi-Nya dan merasakan nikmat surga.
Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surah ali-Imran ayat 169 yang terjemahannya, "Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya."
Ayat ini menegaskan bahwa syuhada tetap hidup di sisi Allah SWT dan mendapat rezeki yang baik.
Saat Khansa mendengar kematian keempat putranya, dia tidak meratap dan mengiba, tidak menampar-nampar pipi, merobek-robek baju, dan memukul-mukul dada, sebagaimana yang dilakukan saat masa jahiliah. Keimanannya telah memenuhi dada justru mampu memancarkan kata-kata lewat lisannya, "Segala puji bagi Allah, Dzat Yang telah memberikan kemuliaan kepadaku dengan terbunuhnya putra-putraku. Aku mengharap karunia dari-Nya untuk mengumpulkan aku bersama mereka dalam rahmat dan nikmat-Nya."
Itulah Khansa termasuk golongan orang-orang yg beriman akan selalu menjadi pribadi yang senantiasa disinari oleh ruh keimanan. Semoga Allah SWT, memberikan hidayah pada kita semua dan khususnya kepada para pemimpin negeri, agar bisa melayani rakyat dengan ikhlas tanpa pamrih dan semata karena ridha-Nya.
--
Aunur Rofiq
Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia
Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih - Redaksi).

Komentar Terbanyak
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup
Viral Challenge Hafalan Al-Qur'an Hadiah Miras, MC Minta Maaf-Penyelenggara Marah