- Hal-hal yang Menyebabkan Mandi Junub Tidak Sah 1. Mandi Junub Dilakukan Tanpa Niat 2. Najis Masih Menempel di Tubuh 3. Air Tidak Merata ke Seluruh Bagian Tubuh 4. Rambut dan Kulit Kepala Tidak Terbasahi 5. Adanya Penghalang yang Menghalangi Air Menyentuh Kulit 6. Menggunakan Air yang Tidak Suci 7. Tidak Menyempurnakan Rukun Mandi Junub
Bersuci merupakan syarat utama sahnya berbagai ibadah dalam Islam, seperti salat dan puasa. Salah satu bentuk bersuci yang diwajibkan dalam kondisi tertentu adalah mandi junub, yaitu mandi untuk menghilangkan hadas besar agar seorang muslim dapat kembali melaksanakan ibadah.
Meskipun tampak sederhana, pelaksanaan mandi junub perlu memperhatikan rukun dan syaratnya secara menyeluruh. Sebab, kekeliruan dalam pelaksanaannya dapat menyebabkan mandi junub tidak sah, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an, hadits Nabi Muhammad SAW, serta kitab-kitab fikih.
Perintah untuk mandi junub sendiri ditegaskan dalam firman Allah SWT surah Al-Ma'idah ayat 6 berikut ini:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur."
Oleh karena itu, memahami hal-hal yang dapat membatalkan atau merusak keabsahan mandi junub menjadi penting agar ibadah yang dilakukan setelahnya benar-benar sah dan diterima di sisi Allah SWT.
Hal-hal yang Menyebabkan Mandi Junub Tidak Sah
Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan mandi junub menjadi tidak sah menurut penjelasan fikih Islam.
1. Mandi Junub Dilakukan Tanpa Niat
Niat merupakan syarat utama dalam setiap ibadah, termasuk mandi junub. Dalam buku Tuntunan Supermudah dan Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah Sesuai Tuntunan Rasulullah yang disusun oleh Abd. Hamid dkk, ditegaskan bahwa mandi junub harus diawali dengan niat untuk mengangkat hadas besar.
Keberadaan niat membedakan antara mandi biasa dengan mandi wajib yang bernilai ibadah. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niat, dan setiap orang akan memperoleh menurut apa yang diniatkannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Tanpa niat yang jelas, mandi junub tidak dapat dianggap sah karena tidak memenuhi syarat dasar ibadah. Adapun niat mandi junub sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta'ala
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."
2. Najis Masih Menempel di Tubuh
Salah satu ketentuan penting dalam mandi junub adalah memastikan tubuh terbebas dari najis. Apabila masih terdapat najis yang menempel pada badan, maka najis tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum mandi junub dilakukan.
Menghilangkan najis merupakan langkah awal yang tidak dapat dipisahkan dari proses mandi wajib. Jika najis dibiarkan, tubuh belum sepenuhnya suci sehingga mandi junub tidak dapat dinilai sah untuk mengangkat hadas besar.
3. Air Tidak Merata ke Seluruh Bagian Tubuh
Dalam pelaksanaan mandi junub, air wajib mengenai seluruh tubuh secara menyeluruh. Hal ini mencakup seluruh bagian badan, mulai dari rambut, kulit kepala, hingga lipatan-lipatan tubuh yang tersembunyi.
Apabila terdapat bagian tubuh yang tidak terkena air, meskipun hanya sebagian kecil, mandi junub tersebut dianggap tidak sah karena syarat perataan air tidak terpenuhi.
4. Rambut dan Kulit Kepala Tidak Terbasahi
Imam Ar-Rafi'i masih dalam sumber sebelumnya menegaskan bahwa dalam mandi junub, air harus membasahi seluruh rambut hingga ke kulit kepala. Setiap helai rambut termasuk bagian tubuh yang wajib terkena air.
Jika rambut masih kering atau terdapat bagian rambut dan kulit kepala yang tidak terkena air, maka mandi junub dinilai belum sempurna dan tidak sah untuk mengangkat hadas besar.
5. Adanya Penghalang yang Menghalangi Air Menyentuh Kulit
Dalam kitab Fiqhul Islam karya Imam Syafi'i dijelaskan bahwa air harus dapat menyentuh seluruh permukaan kulit tanpa terhalang apa pun. Keberadaan lapisan seperti cat, kuteks, minyak, lilin, atau kotoran yang mengeras dapat menghambat air mencapai kulit.
Oleh karena itu, seluruh penghalang tersebut wajib dibersihkan terlebih dahulu. Dikutip dari buku Safinah Simple Series karya Zackiyah Ahmad, mandi junub tidak sah apabila air tidak membasuh tubuh secara sempurna.
6. Menggunakan Air yang Tidak Suci
Kesucian air merupakan syarat mutlak dalam mandi junub. Air yang digunakan harus suci dan dapat menyucikan. Apabila air tersebut tercampur najis atau tidak memenuhi syarat kesucian, maka tidak dapat digunakan untuk mandi wajib.
Penggunaan air yang tidak suci menyebabkan mandi junub menjadi tidak sah karena tidak mampu menghilangkan hadas besar sesuai ketentuan syariat.
7. Tidak Menyempurnakan Rukun Mandi Junub
Seluruh rukun dan syarat mandi junub harus dilaksanakan secara utuh. Mengabaikan salah satu di antaranya menyebabkan mandi junub tidak sah dan hadas besar tidak terangkat.
Oleh sebab itu, memahami dan menjalankan setiap ketentuan mandi junub dengan benar menjadi hal yang sangat penting agar ibadah selanjutnya dapat dilakukan dalam keadaan suci.
(kri/kri)












































Komentar Terbanyak
Gus Yaqut Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ketum PBNU: Serahkan ke Proses Hukum
MUI Soroti Pasal Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru
Ada Aduan Penggelapan Dana Haji Furoda 2025, Kemenhaj Panggil Pihak Travel