Ini 13 Bagian Ka'bah yang Perlu Diketahui Jemaah Saat Beribadah

Ini 13 Bagian Ka'bah yang Perlu Diketahui Jemaah Saat Beribadah

Tia Kamilla - detikHikmah
Kamis, 01 Jan 2026 12:00 WIB
Ini 13 Bagian Kabah yang Perlu Diketahui Jemaah Saat Beribadah
Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Foto: Getty Images/nmemmedzade
Jakarta -

Ka'bah adalah bangunan suci yang sangat dimuliakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Letaknya berada di kompleks Masjidil Haram, Makkah dan menjadi kiblat salat. Setiap tahun, Ka'bah selalu ramai didatangi jemaah dari berbagai negara untuk menjalankan ibadah haji dan umrah.

Dalam sejarahnya, Ka'bah dibangun oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS. Kisah pembangunan ini disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 127,

وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pendapat lain menyebut Ka'bah sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS bahkan sebelum itu. Menurut pendapat ini, Nabi Ibrahim AS hanya membangun kembali Ka'bah di atas fondasi yang ada.

Sebagai pusat ibadah umat Islam, Ka'bah memiliki sejumlah bagian penting yang memiliki fungsi dan makna tersendiri. Mengetahui bagian-bagian Ka'bah menjadi hal yang penting, terutama bagi jemaah yang akan melaksanakan haji atau umrah. Berikut ini 10 bagian Ka'bah yang perlu diketahui jemaah saat beribadah.

1. Hajar Aswad

Hajar Aswad merupakan batu mulia yang diyakini berasal dari surga dan terletak di salah satu sudut Ka'bah. Batu ini menjadi penanda titik awal dimulainya tawaf bagi para jemaah yang mengelilingi Ka'bah saat beribadah.

Mengutip buku The Power Of Kabah karya Zainurrofieq Lc, saat Rasulullah SAW bertawaf bersama Aisyah RA, beliau menjelaskan keutamaan Hajar Aswad. Ketika menyentuh rukun tersebut, Rasulullah SAW bersabda,

"Wahai Aisyah, seandainya batu ini tidak dilumuri kotoran-kotoran jahiliah, aku akan gunakan untuk mengobati segala macam penyakit dan akan aku dapati sebagaimana keadaannya waktu diturunkan Allah. Sesungguhnya Hajar Aswad adalah sebuah yaqut yang berasal dari surga. Tetapi, Allah mengubahnya karena kemaksiatan para durjana dan para penguasa. Karena, tidak selayaknya mereka memandang sesuatu yang berasal dari surga." (HR Al-Azraqy)

Ibnu Abbas juga mengatakan, "Di bumi ini tidak ada sesuatu pun yang berasal dari surga kecuali rukun (Hajar Aswad) dan Maqam Ibrahim. Sesungguhnya keduanya adalah permata yang berasal dari surga. Dan, seandainya keduanya tidak tersentuh oleh kaum musyrik, niscaya setiap orang yang sakit akan disembuhkan oleh Allah." (HR Al-Azraqy)

Bentuk Hajar Aswad menyerupai telur dengan warna hitam kemerah-merahan. Di permukaannya terdapat titik-titik kecil berwarna merah dan kuning. Batu ini dibingkai perak setebal sekitar 10 sentimeter yang dibuat oleh Abdullah bin Zubair, sahabat Rasulullah SAW.

Pada awalnya, Hajar Aswad berwarna putih. Namun, warnanya berubah menjadi hitam karena dosa-dosa manusia. Hal ini dijelaskan dalam hadits berikut,

"Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya menjadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam." (HR Tirmidzi)

2. Multazam

Dikutip dari sumber sebelumnya, Multazam adalah salah satu area istimewa di sekitar Ka'bah yang berada di dalam Masjidil Haram. Letaknya ada di antara rukun Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, dengan jarak kurang lebih dua meter.

Di tempat ini, jemaah dianjurkan untuk banyak berdoa. Saat berdoa di Multazam, jemaah disunnahkan menempelkan kedua pipi, dada, kedua lengan, serta telapak tangan ke dinding Ka'bah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengharapan dan kedekatan diri kepada Allah SWT.

3. Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim adalah sebuah batu yang dahulu menjadi pijakan Nabi Ibrahim AS ketika membangun Ka'bah bersama putranya, Nabi Ismail AS. Hingga kini, bekas pijakan tersebut dijaga dengan pelindung berwarna keemasan dan diletakkan di depan pintu Ka'bah, sekitar 10 meter jaraknya.

Keberadaan Maqam Ibrahim memiliki keutamaan yang besar. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjadikannya sebagai tempat salat, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 125,

وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ

Artinya: "(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka'bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) 'Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim) sebagai tempat salat.' (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, 'Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang i'tikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!'"

4. Pintu Ka'bah

Pintu Ka'bah terbuat dari emas dan tampak sangat megah. Panjangnya sekitar 3,1 meter, lebarnya 1,9 meter, dan kedalamannya kurang lebih 2,25 meter. Dahulu, Ka'bah memiliki dua pintu yang berada di sisi timur dan barat, serta letaknya sejajar dengan tanah.

Pada masa itu, pintu timur digunakan sebagai jalan masuk, sedangkan pintu barat menjadi jalan keluar. Namun, saat kaum Quraisy merenovasi Ka'bah sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul, pintu barat ditutup. Kini, pintu tersebut dikenal sebagai pintu taubat dan berada di dekat tangga bagian dalam Ka'bah.

Saat ini, pintu Ka'bah yang digunakan adalah pintu timur. Letaknya dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah dan memiliki dua daun pintu. Pintu Ka'bah yang ada sekarang merupakan hadiah dari Raja Khalid bin Abdul Aziz dan dibuat pada masa pemerintahannya. Seluruh pintu ini terbuat dari emas murni 99,99 persen dengan berat total mencapai sekitar 280 kilogram.

5. Syadzarwan

Syadzarwan adalah bagian bangunan yang melengkung dan berada di bagian bawah dinding Ka'bah, tepat di area tempat jemaah melakukan tawaf. Bagian ini dinamakan Syadzarwan karena berfungsi menutup dan melindungi bagian dasar Ka'bah, seperti sarung yang menyelimuti Baitullah.

Syadzarwan yang dapat dilihat jemaah saat ini dibangun pada tahun 1040 Hijriah oleh Sultan Murad dari Turki. Bagian ini terbuat dari marmer, dengan tinggi sekitar 11 sentimeter dari lantai dan lebar kurang lebih 40 sentimeter.

Letak Syadzarwan dibuat miring dan mengelilingi tiga sisi Ka'bah, yaitu sisi timur, barat, dan selatan. Sementara itu, di sisi utara Ka'bah tidak terdapat Syadzarwan. Karena itu, jemaah yang berada di bawah Mizab atau pancuran Ka'bah dapat berdiri lurus tanpa terhalang bangunan ini.

Dalam buku Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram; Napak Tilas 85 Tempat Bersejarah di Makkah dan Madinah karya Mansya Aji Putra, ada riwayat yang menjelaskan bahwa Syadzarwan dibangun oleh Abdullah bin Zubair. Tujuannya untuk melindungi dinding Ka'bah dari rembesan air hujan. Selain itu, Syadzarwan juga dibuat agar jemaah tidak menyentuh dinding Ka'bah saat melakukan tawaf.

Tiga mazhab ulama, yaitu Syafi'i, Maliki, dan Hambali, berpendapat bahwa Syadzarwan termasuk bagian dari bangunan Ka'bah. Karena itu, jemaah yang sedang tawaf tidak dianjurkan menyentuh atau menginjaknya. Jika hal tersebut dilakukan, tawafnya dianggap tidak sah.

Sementara itu, ulama dari Mazhab Hanafi berpendapat bahwa Syadzarwan bukan bagian dari Ka'bah. Meski demikian, saat tawaf sebaiknya jemaah tetap menghindari menyentuhnya sebagai sikap hati-hati dan untuk menghindari perbedaan pendapat.

6. Kiswah

Kiswah adalah kain berwarna hitam yang digunakan untuk menutupi bagian luar Ka'bah. Kain penutup ini terbuat dari sutra halus dan dihiasi jahitan kaligrafi indah menggunakan benang emas.

Menurut Al-Kakbah Al-Musyarrafah wa Al-Hajar Al-Aswad (Ru'yah 'Ilmiyyah) karya Muhammad Abdul Hamid Asy-Syarqawi dan Muhammad Raja'I Ath-Thahlawi terjemahan Luqman Junaidi dan Khalifurrahman Fath, orang pertama yang memasangkan kiswah sutra di Ka'bah adalah Abdullh bin Az-Zubair.

Kiswah Ka'bah memiliki tinggi sekitar 14 meter. Pada bagian sepertiga atasnya terdapat hiasan berbentuk ikat pinggang dengan lebar kurang lebih 95 sentimeter dan panjang mencapai 47 meter. Hiasan ini tersusun dari 16 bagian yang dikelilingi kaligrafi berbentuk segi empat.

Setiap tahun, kiswah Ka'bah selalu diganti melalui sebuah upacara khusus. Tradisi ini dilakukan secara rutin pada awal bulan Muharam, bertepatan dengan Tahun Baru Islam.

7. Atap Ka'bah

Pada awalnya, Ka'bah hanyalah bangunan sederhana tanpa atap. Dindingnya tersusun dari batu-batu yang belum rapi, dengan tinggi sekitar dua meter atau setara tinggi hewan.

Seiring waktu, Ka'bah kemudian memiliki atap. Pada masa Al-Idrisi (1100-1166 M), atap Ka'bah dibangun dan diyakini masih dipertahankan hingga kini sejak diperbaiki oleh Al-Hajjaj pada tahun 74 Hijriah.

Saat ini, Ka'bah memiliki dua lapis atap. Bagian atasnya dilapisi marmer putih dan dikelilingi dinding setinggi sekitar 80 sentimeter. Di atasnya juga terdapat beberapa tiang yang berfungsi untuk mengaitkan kiswah atau kain hitam penutup Ka'bah.

8. Mizab Ar-Rahman

Di sisi barat daya Ka'bah, sekitar 60 sentimeter di bawah atap, terdapat sebuah pancuran bernama Mizab Ar-Rahman. Pancuran ini berfungsi untuk mengalirkan air hujan dari atap Ka'bah agar tidak menggenang.

Mizab Ar-Rahman berbentuk seperti tabung dengan panjang sekitar 2,58 meter. Sebagian bagiannya, sekitar 58 sentimeter, tertanam di dinding Ka'bah. Pancuran ini memiliki lebar 25 sentimeter dan tinggi 21 sentimeter.

Pada salah satu bagian pancuran, terdapat rangkaian perak seberat sekitar 2,5 kilogram dengan panjang 190 sentimeter. Rangkaian ini terikat dengan 90 ikatan.

Di ujung pancuran terdapat penopang yang dikenal sebagai "dagu pancuran". Bagian ini dihiasi emas dan berfungsi membantu memancarkan air hujan. Penopang tersebut dikirim dari Konstantinopel pada tahun 981 Hijriah.

9. Rukun Yamani

Rukun Yamani adalah salah satu sudut Ka'bah yang berada di sisi barat daya. Letaknya tepat sebelum Hajar Aswad jika dilihat dari arah jemaah melakukan tawaf. Bagian ini memiliki tinggi sekitar 10,25 meter.

Rukun ini disebut Rukun Yamani karena posisinya menghadap ke arah Yaman. Saat melewati Rukun Yamani, jemaah dianjurkan untuk mengusapnya sebagai bagian dari sunnah dalam tawaf.

Mengutip buku Manasik 'Umrah Nabi Muhammad karya H. Brilly El-Rasheed, Rukun Yamani disentuh dengan tangan kanan tanpa mengusapnya secara berulang. Saat melakukannya, jemaah disunnahkan membaca doa berikut ini,

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah wa qina 'adzaban naar

Artinya: "Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka."

10. Rukun Iraqi

Rukun Iraqi adalah salah satu sudut Ka'bah yang menghadap ke arah negara Irak, yaitu sisi utara Ka'bah. Sudut ini menjadi penanda penting bagi jemaah saat melaksanakan tawaf, karena setiap rukun memiliki posisi dan arah tertentu yang dijadikan pedoman dalam mengelilingi Ka'bah.

Meski Rukun Iraqi tidak memiliki tata cara khusus seperti Hajar Aswad atau Rukun Yamani, mengetahui letaknya membantu jemaah memahami struktur Ka'bah dan menjaga ketertiban saat melakukan ibadah tawaf.

11. Rukun Syami

Rukun Syami, sebagaimana dijelaskan dalam buku Umrah for Beginner karya Dwinda Nafisah dan Karlina, adalah sudut Ka'bah yang menghadap ke arah Syam atau Suriah, tepatnya di sisi barat.

Jarak antara Rukun Syami dan Rukun Iraqi mencapai 11,28 meter, sedangkan jarak dari Rukun Syami ke Rukun Yamani sekitar 13,6 meter.

12. Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah dinding pendek berbentuk setengah lingkaran yang terletak di sisi utara Ka'bah, tepat menghadap arah Syami. Bagian ini termasuk salah satu bagian Ka'bah. Bagi siapa pun yang ingin menunaikan salat di dalam Ka'bah, dapat melakukannya di area setengah lingkaran Hijir Ismail.

Saat melaksanakan tawaf, jemaah diwajibkan mengelilingi Hijir Ismail dan tidak diperbolehkan memotong jalur tawaf melalui lorong-lorong di dalamnya.

13. Pilar Ka'bah

Di bagian dalam Ka'bah terdapat tiga pilar atau tiang penyangga yang terbuat dari kayu jati Burma. Pilar-pilar ini berfungsi menopang bangunan Ka'bah dari dalam.

Di antara pilar tersebut, terdapat sebuah lemari kecil dengan corak berwarna emas. Lemari ini digunakan untuk menyimpan wewangian serta perlengkapan yang dipakai saat membersihkan Ka'bah.

Itulah dia bagian-bagian Ka'bah yang perlu diketahui jemaah. Mengetahui bagian-bagian ini membantu jemaah melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan tertib, khusyuk, serta lebih memahami makna setiap bagian Ka'bah.




(kri/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads