Tahun Baru Masehi vs Tahun Baru Hijriyah, Apa Bedanya?

Tahun Baru Masehi vs Tahun Baru Hijriyah, Apa Bedanya?

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 29 Des 2025 08:45 WIB
Ilustrasi pergantian tahun di Singapura
Ilustrasi tahun baru. Foto: (Reuters)
Jakarta -

Momen pergantian tahun kerap dimanfaatkan sebagai waktu untuk evaluasi diri, namun masih banyak individu yang belum memahami secara mendalam perbedaan antara tahun baru Masehi dan Hijriah. Hal ini sangat dimaklumi karena masyarakat secara berdampingan menggunakan dua sistem kalender yang berbeda.

Perbedaan keduanya mencakup aspek historis hingga metode perhitungan, yang secara otomatis membedakan waktu pergantian tahunnya.

Oleh karena itu, penting untuk menelaah lebih jauh perbandingan keduanya dari sisi sejarah, mekanisme penanggalan, hingga esensi maknanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Penanggalan Masehi

Mengacu pada buku Komik 60 Detik Sejarah karya Stella Pong, kalender Masehi merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Isa Almasih dan dikenal pula sebagai kalender Masihiyah atau kalender Yesus dari Nazaret. Sejak abad ke-14 Masehi, kalender ini telah digunakan secara luas dan diakui di berbagai belahan dunia.

Kalender Masehi pertama kali dirumuskan oleh seorang biarawan bernama Dionysius Exiguus sebagai acuan dalam penentuan Hari Paskah. Kendati demikian, tidak terdapat catatan yang memastikan secara pasti kapan awal mula sistem penanggalan tersebut disusun.

ADVERTISEMENT

Sejarah Penanggalan Hijriah

Berbeda dengan kalender Masehi yang merujuk pada tahun kelahiran Isa Almasih, kalender Hijriah bersumber dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah karya Siti Zumratus Saadah.

Istilah Hijriah berasal dari kata Arab hijrah yang bermakna berpindah. Penanggalan Hijriah bermula dari peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Sistem kalender ini kemudian digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai acuan penanggalan tahunan.

Perbedaan Tahun Baru Masehi dan Hijriah

Berikut ini beberapa perbedaan penanggalan pada kalender Masehi dan Hijriah yang dirangkum dari sumber sebelumnya.

1. Penggunaannya dalam Ritual Keagamaan

Kalender hijriah digunakan sebagai pedoman dalam menetapkan berbagai waktu penting dalam ajaran Islam, seperti Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Tahun Baru Hijriah merupakan penanda pergantian tahun bagi umat Islam yang selalu jatuh pada 1 Muharram.

Sementara itu, Tahun Baru Masehi diperingati secara internasional setiap 1 Januari. Sistem penanggalan ini merujuk pada kalender Masehi yang berkembang dari sistem kalender bangsa Romawi pada masa lampau.

2. Perbedaan Cara Perhitungan Waktu

Salah satu perbedaan paling mencolok dari kedua penanggalan ini adalah pada cara perhitungan waktu.

Kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan terhadap bumi, sehingga setiap bulan dimulai saat terlihat hilal setelah bulan sabit sebelumnya hilang. Sebaliknya, kalender Masehi didasarkan pada peredaran matahari dalam menentukan perhitungan bulan dan tahun.

3. Perbedaan Jumlah Hari dalam Satu Bulan

Jumlah hari dalam satu bulan juga berbeda antara kedua kalender ini. Kalender Hijriyah memiliki bulan yang terdiri dari 29 hingga 30 hari, sedangkan kalender Masehi memiliki bulan dengan jumlah hari bervariasi, mencapai maksimal 31 hari.

Jika dilihat dari total hari dalam setahun, kalender Hijriah memiliki sekitar 354-355 hari. Sementara kalender Masehi lebih panjang, dengan satu tahun mencapai sekitar 365-366 hari, tergantung adanya tahun kabisat.

4. Perbedaan Sejarah yang Mendasarinya

Sejarah kedua kalender pun berbeda secara mendasar. Kalender Masehi bermula dari sistem penanggalan yang merujuk pada kelahiran Nabi Isa AS (Yesus), sedangkan kalender Hijriah berlandaskan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

5. Penggunaan Simbol Angka

Perbedaan lainnya juga tampak pada penggunaan simbol angka. Kalender Hijriah menuliskan tanggal dengan angka Arab yang sejalan dengan bahasa utama dalam Islam, sementara kalender Masehi menggunakan angka yang lazim dipakai secara internasional di berbagai bahasa.

6. Perbedaan Pergantian Hari

Perbedaan terakhir terdapat pada penentuan awal hari. Dalam kalender Masehi, pergantian hari dimulai pada pukul 00.00 tengah malam, sementara kalender Hijriah menetapkan awal hari sejak matahari terbenam, yang menandai dimulainya hari berikutnya.



(hnh/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads