Sholat Malam Tanpa Tidur, Apakah Masih Disebut Tahajud?

Sholat Malam Tanpa Tidur, Apakah Masih Disebut Tahajud?

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Sabtu, 27 Des 2025 19:00 WIB
Sholat Malam Tanpa Tidur, Apakah Masih Disebut Tahajud?
Ilustrasi sholat malam. Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter
Jakarta -

Sholat malam merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam dan dikerjakan pada waktu malam hari setelah sholat Isya hingga terbit fajar. Ibadah ini memiliki beragam bentuk, di antaranya sholat Witir, sholat Tahajud, dan sholat sunnah mutlak malam, yang masing-masing memiliki ketentuan tersendiri dalam pelaksanaannya.

Dalam buku Panduan Ibadah Salat Wajib dan Sunah Terlengkap karya H. Ahmad Zacky dijelaskan bahwa secara bahasa, istilah tahajud berasal dari kata "tahajjada" yang bermakna bangun atau terjaga dari tidur. Kata ini juga memiliki keterkaitan makna dengan "istaiqadza", yaitu keadaan seseorang yang sengaja terbangun atau tidak dalam kondisi tidur. Atas dasar pengertian tersebut, tahajud dikerjakan pada waktu malam dan termasuk dalam kategori sholat malam atau qiyam al-layl.

Berdasarkan definisi tersebut, sholat Tahajud dipahami sebagai sholat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari setelah seseorang terlebih dahulu tidur, meskipun hanya dalam waktu yang singkat. Bahkan dalam sejarah awal Islam, sholat Tahajud tercatat sebagai salah satu ibadah mahdhah pertama yang diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, sebelum diwajibkannya ibadah-ibadah lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahajud secara khusus disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai ibadah yang memiliki keutamaan istimewa. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 79,

ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų ŲŲŽØĒŲŽŲ‡ŲŽØŦŲ‘ŲŽØ¯Ų’ Ø¨ŲŲ‡Ų– Ų†ŲŽØ§ŲŲŲ„ŲŽØŠŲ‹ Ų„Ų‘ŲŽŲƒŲŽÛ– ØšŲŽØŗŲ°Ų“Ų‰ Ø§ŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲ‘ŲŽØ¨Ų’ØšŲŽØĢŲŽŲƒŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų…Ų‹Ø§ Ų…Ų‘ŲŽØ­Ų’Ų…ŲŲˆŲ’Ø¯Ų‹Ø§

ADVERTISEMENT

Latin: Wa minal-laili fa tahajjad bihÄĢ nāfilatal lak(a), 'asā ay yab'aᚥaka rabbuka maqāmam maá¸ĨmÅĢdā(n).

Artinya: Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (Al-Isrā': 79)

Ayat ini menjadi dasar pembahasan para ulama terkait definisi dan syarat sholat Tahajud.

Apakah Bisa Sholat Tahajud Walau Tidak Tidur Sebelumnya?

Perbedaan pemahaman mengenai syarat tidur sebelum sholat malam inilah yang kemudian melahirkan pertanyaan, apakah sholat malam yang dilakukan tanpa tidur tetap dapat disebut sebagai Tahajud?

Dikutip dari buku Psikoterapi Profetik: Tujuh Sunnah Harian dari Rasulullah oleh Cintami Farmawati, dijelaskan bahwa Tahajud memiliki ciri khusus, yaitu dikerjakan setelah tidur atau istirahat, meskipun tidur tersebut hanya sebentar.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa para sahabat Nabi SAW memiliki kebiasaan yang berbeda dalam melaksanakan sholat malam. Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq dikenal terbiasa melaksanakan sholat malam setelah sholat Isya, sebelum tidur. Sementara itu, Sahabat Umar bin Al-Khattab melaksanakan sholat malam pada pertengahan malam, setelah tidur terlebih dahulu dan sebelum terbit fajar.

Perbedaan waktu pelaksanaan ini dilatarbelakangi oleh kondisi masing-masing. Abu Bakar memilih melaksanakan sholat malam lebih awal karena khawatir tidak dapat bangun di akhir malam, sehingga ia mengambil sikap kehati-hatian agar tidak kehilangan kesempatan beribadah. Adapun Umar bin Al-Khattab memiliki keyakinan dan kemampuan untuk bangun malam, sehingga ia memilih melaksanakannya setelah tidur.

Rasulullah SAW menanggapi perbedaan kebiasaan kedua sahabat tersebut dengan bersabda, "Adapun Abu Bakar Siddiq dia adalah orang yang berhati-hati, sedangkan Umar Bin Khattab adalah merupakan tipe orang yang kuat."

Penjelasan Rasulullah SAW ini menunjukkan bahwa kedua cara tersebut sama-sama bernilai ibadah dan tidak saling menafikan. Sikap hati-hati Abu Bakar mencerminkan kesungguhan dalam menjaga amal, sedangkan kekuatan Umar menunjukkan keteguhan tekad dan kemampuan untuk bangun malam.

Perbedaan praktik antara Abu Bakar dan Umar juga menunjukkan keluasan waktu pelaksanaan sholat malam, yaitu sejak setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar. Hal ini sejalan dengan hadits riwayat At-Thabrani:
ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲØ´ŲŽØ§ØĄŲ ŲŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų

"Dan shalat yang dilakukan sesudah shalat isya itu sudah termasuk shalat tahajud."

Dengan demikian, praktik Abu Bakar dan Umar dalam melaksanakan sholat malam menunjukkan perbedaan waktu pelaksanaan, namun tetap berada dalam koridor ibadah sholat malam yang dibenarkan. Perbedaan tersebut sekaligus menjadi penguat pembahasan bahwa sholat malam dapat dikerjakan setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar, baik sebelum maupun sesudah tidur.

Namun, penjelasan yang berbeda disampaikan dalam buku Mukjizat Sholat Malam For Teens: Meraih Spiritualitas Rasulullah karya Sallamah Muhammad Abu Al-Kamal. Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu, karena makna tahajud sendiri adalah bangun pada malam hari. Oleh sebab itu, pelaksanaan sholat Tahajud lebih utama dilakukan pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 hingga menjelang masuk waktu sholat Subuh.

Penjelasan ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad SAW "Perintah Allah turun ke langit pada waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon (berdoa) pasti akan kukabulkan, adakah orang yang meminta, pasti akan kuberikan dan adakah yang meng-harap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu subuh."

Hadits tersebut menjadi dasar kuat bahwa waktu utama sholat Tahajud berada pada sepertiga malam terakhir, sebagaimana juga diamalkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat, dan para ulama.

Meski demikian, dalam keterangan lain disebutkan bahwa sholat Tahajud juga ada yang membolehkannya dilaksanakan setelah sholat Isya. Kebolehan ini dikaitkan dengan kondisi seseorang yang khawatir tidak mampu bangun pada sepertiga malam terakhir, sehingga ia memilih mengerjakannya lebih awal agar tidak meninggalkan sholat malam sama sekali.

Akan tetapi, dijelaskan pula bahwa pelaksanaan sholat Tahajud setelah sholat Isya dan sebelum tidur tidak sepenuhnya sejalan dengan pengertian Tahajud sebagai sholat yang dikerjakan setelah bangun malam. Oleh karena itu, dalam banyak penjelasan disebutkan bahwa salah satu keutamaan sholat Tahajud justru terletak pada usaha bangun dari tidur di malam hari, yang disertai dengan berbagai keistimewaan seperti terbukanya pintu taubat dan dikabulkannya doa.

Adapun bila pelaksanaannya di awal malam sebelum tidur, maka tetap bernilai ibadah sholat malam, dan meraih keutamaan sholat sunnah. Hanya saja tidak bisa disebut sebagai sholat Tahajud karena tidak memenuhi persyaratan tidur terlebih dahulu.

Keutamaan Sholat Tahajud dan Waktu Terbaik Melaksanakannya

Keutamaan sholat Tahajud dalam berbagai hadits digambarkan sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan untuk melaksanakannya. Bangun pada sepertiga malam terakhir, ketika suasana sunyi dan kebanyakan manusia sedang terlelap, dipandang sebagai bentuk perjuangan spiritual yang besar dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Muzammil ayat 6:

Ø§ŲŲ†Ų‘ŲŽ Ų†ŲŽØ§Ø´ŲØĻŲŽØŠŲŽ Ø§Ų„Ų‘ŲŽŲŠŲ’Ų„Ų Ų‡ŲŲŠŲŽ Ø§ŲŽØ´ŲŽØ¯Ų‘Ų ŲˆŲŽØˇŲ’Ų€Ų”Ų‹Ø§ ŲˆŲ‘ŲŽØ§ŲŽŲ‚Ų’ŲˆŲŽŲ…Ų Ų‚ŲŲŠŲ’Ų„Ų‹Ø§Û—

Latin: Inna nāsyi'atal-laili hiya asyaddu waáš­'aw wa aqwamu qÄĢlā(n).

Artinya: Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (pengaruhnya terhadap jiwa) dan lebih mantap ucapannya. (Al-Muzzammil: 6)

Ayat tersebut menguatkan bahwa waktu malam, khususnya sepertiga malam terakhir, merupakan waktu yang paling utama untuk melaksanakan ibadah dan bermunajat kepada Allah SWT.

Masih dengan sumber yang sama, dijelaskan bahwa sholat Tahajud dapat dikerjakan paling sedikit dua rakaat dan diakhiri dengan sholat Witir. Dianjurkan pula untuk memulainya dengan dua rakaat yang ringan sebelum melanjutkan rakaat berikutnya dan menutupnya dengan Witir.




(inf/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads