Ternyata Ini Urutan Dzikir yang Dilakukan Rasulullah Setelah Sholat

Ternyata Ini Urutan Dzikir yang Dilakukan Rasulullah Setelah Sholat

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 16 Nov 2025 06:00 WIB
Ternyata Ini Urutan Dzikir yang Dilakukan Rasulullah Setelah Sholat
ilustrasi dzikir setelah sholat Foto: Getty Images/iStockphoto/krisda Bisalyaputra
Jakarta -

Setelah selesai menunaikan sholat fardhu, Rasulullah SAW tidak langsung beranjak, tetapi menyempurnakan ibadahnya dengan rangkaian dzikir dan doa. Amalan ini bukan hanya menguatkan hati, tetapi juga memperkokoh hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Para ulama menjelaskan bahwa dzikir setelah sholat termasuk ciri dan kebiasaan yang selalu dilakukan Rasulullah SAW. Karena itu, menjaga urutan dzikir sesuai tuntunan beliau menjadi bagian dari upaya mengikuti sunnah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari buku Sifat dan Mukjizat Shalat-Shalat Sunnah Rasulullah SAW karya Almas Abyan al-Fatih ada beberapa hadits yang menjelaskan keutamaan berdoa setelah sholat. Rasulullah SAW pernah berkata pada Mu'az bin Jabal,

"Janganlah kamu melupakan berdoa pada akhir setiap shalat: "Ya Allah SWT tolonglah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbagus ibadahku untuk-Mu." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Nasa'i).

ADVERTISEMENT

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Tirmidzi,

"Rasulullah SAW ketika ditanya perihal doa yang paling didengar, yaitu doa yang paling dekat dengan dijabah menjawab adalah doa di tengah malam dan setelah sholat lima waktu," (HR Tirmidzi)

Urutan Dzikir Rasulullah SAW Setelah Sholat

Dikutip dari buku Zikir dan Doa setelah Shalat ala Rasulullah karya H. Hamdan Hamed, berikut urutan dzikir yang bisa dibaca dan diamalkan setelah sholat fardhu.

1. Membaca Istighfar

ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ŲŽ (ŲŖÃ—) Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„Ø§Ų…ŲØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§Ų…ŲØŒ ØĒŲŽØ¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ’ØĒŲŽ ŲŠŲŽØ§ Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽŲ„ŲŽØ§Ų„Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØĨŲŲƒŲ’ØąŲŽØ§Ų…Ų

Arab latin: Astaghfirullah (3x) Allahumma anta assalaam, wa minka assalaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah, (3x). Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Mahasuci Engkau, wahai Rabb Pemilik keagungan dan kemuliaan." (Dari Tsauban, HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i & Ibnu Majah)

2. Melanjutkan Lafaz Dzikir Kedua

Ų„Ø§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų ، Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ„Ų’ŲƒŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠØąŲØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ Ų„ŲŽØ§ Ų…ŲŽØ§Ų†ŲØšŲŽ Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ ØŖŲŽØšŲ’ØˇŲŽŲŠŲ’ØĒŲŽØŒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų…ŲØšŲ’ØˇŲŲŠŲŽ Ų„ŲŲ…ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ†ŲŽØšŲ’ØĒ، ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ†Ų’ŲŲŽØšŲ Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽØ¯Ų Ų…ŲŲ†Ų’ŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŽØ¯Ų‘Ų

Arab latin: Laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir, Allahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa dzal jaddi minka aljaddu

Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala ke- rajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang men- cegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu." (Dari al-Mughirah bin Syu'bah, HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, an-Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, & ad-Darimi)

3. Membaca Dzikir Tasbih, Tahmid dan Takbir 33x

ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų (ÛŗÛŗÃ—) Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„Ų‘ŲŽŲ‡Ų (ÛŗÛŗÃ—) Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØŖŲŽŲƒŲ’Ø¨ŲŽØąŲ (ÛŗÛŗÃ—)

Arab latin: Subhaanallah (33x) Alhamdulillah (33x) Allahu akbar (33x)

Artinya: "Mahasuci Allah, (33x)" "Segala puji bagi Allah, (33x)" "Allah Mahabesar, (33x)"

4. Lanjutkan dengan Dzikir Lainnya

Ų„Ø§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŽØ§ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ„Ų’ŲƒŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„Ų‘Ų Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠØą

Arab latin: Laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir

Artinya: "Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi kerajaan, bagi-Nya segala puji. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Muslim, Ahmad, Ibnu Khuzaimah & Baihaqi)

5. Membaca Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, dan Surah An Nas

Membaca surah Al Ikhlas terlebih dahulu,

Ų‚ŲŲ„Ų’ Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒÛš

Arab latin: Qul huwallāhu aá¸Ĩad

Artinya: "1. Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa."

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ¯ŲÛš

Arab latin: AllāhuášŖ-ášŖamad

Artinya: "2. Allah tempat meminta segala sesuatu."

Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲ„ŲØ¯Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŲˆŲ’Ų„ŲŽØ¯Ų’Û™

Arab latin: Lam yalid wa lam yáģĨlad

Artinya: "3. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲƒŲŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų— ŲƒŲŲŲŲˆŲ‹Ø§ Ø§ŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒ

Arab latin: Wa lam yakul laháģĨ kufuwan aá¸Ĩad

Artinya: "4. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Kemudian dilanjutkan dengan membaca surah Al Falaq,

1. Ų‚ŲŲ„Ų’ Ø§ŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲÛ™

Arab latin: qul a'áģĨÅŧu birabbil-falaq

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)"

2. ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ų…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽÛ™

Arab latin: min syarri mā khalaq

Artinya: "dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan"

ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų ØēŲŽØ§ØŗŲŲ‚Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽÛ™ 3.

Arab latin: wa min syarri gāsiqin iÅŧā waqab

Artinya: "dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita"

4. ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽŲŲ‘Ų°ØĢŲ°ØĒؐ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ‚ŲŽØ¯ŲÛ™

Arab latin: wa min syarrin-naffāsāti fil-'uqad

Artinya: "dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya)"

5. ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ø­ŲŽØ§ØŗŲØ¯Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽØ¯ŲŽ āŖ–

Arab latin: wa min syarri hāsidin iÅŧā hasad.

Artinya: "dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

Lalu, membaca surat An Nas,

Ų‚ŲŲ„Ų’ Ø§ŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ™ ŲĄ

Arab latin: qul a'áģĨÅŧu birabbin-nās

Artinya: "1. Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia."

Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ™ Ųĸ

Arab latin: malikin-nās

Artinya: "2. Raja manusia,"

Ø§ŲŲ„Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ™ ŲŖ

Arab latin: ilāhin-nās

Artinya: "3. sembahan manusia"

؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØŗŲ’ŲˆŲŽØ§ØŗŲ ەۙ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ– Ų¤

Arab latin: min syarril-waswāsil-khannās
Artinya: "4. dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi"

Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŲˆŲŽØŗŲ’ŲˆŲØŗŲ ŲŲŲŠŲ’ ØĩŲØ¯ŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ™ ŲĨ

Arab latin: allaÅŧÄĢ yuwaswisu fÄĢ ášŖudáģĨrin-nās

Artinya: "5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"

Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ āŖ– ŲĻ

Arab latin: minal-jinnati wan-nās

Artinya: "6. dari (golongan) jin dan manusia."

6. Melafalkan Ayat Kursi

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų‡ŲŲˆŲŽÛš Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲŠŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲŠŲ‘ŲŲˆŲ’Ų…Ų ەۚ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŖŲ’ØŽŲØ°ŲŲ‡Ų— ØŗŲŲ†ŲŽØŠŲŒ ŲˆŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŒÛ— Ų„ŲŽŲ‡Ų— Ų…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲÛ— Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŽØ´Ų’ŲŲŽØšŲ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų—Ų“ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§ŲØ°Ų’Ų†ŲŲ‡Ų–Û— ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’Ûš ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲØ­ŲŲŠŲ’ØˇŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø¨ŲØ´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ ؅ؑؐ؆ؒ ØšŲŲ„Ų’Ų…ŲŲ‡Ų–Ų“ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ Ø´ŲŽØ§Û¤ØĄŲŽÛš ŲˆŲŽØŗŲØšŲŽ ŲƒŲØąŲ’ØŗŲŲŠŲ‘ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲŽÛš ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ€Ų”ŲŲˆŲ’Ø¯ŲŲ‡Ų— Ø­ŲŲŲ’Ø¸ŲŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§Ûš ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų

Arab latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-á¸Ĩayyul-qayyáģĨm, lā ta`khuÅŧuháģĨ sinatuw wa lā na`áģĨm, laháģĨ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man ÅŧallaÅŧÄĢ yasyfa'u 'indahÅĢ illā bi`iÅŧnih, ya'lamu mā baina aidÄĢhim wa mā khalfahum, wa lā yuá¸ĨÄĢáš­áģĨna bisyai`im min 'ilmihÄĢ illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`áģĨduháģĨ á¸Ĩifáē“uhumā, wa huwal-'aliyyul-'aáē“ÄĢm

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."




(dvs/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads