Menag Dorong Anak Madrasah Mampu Berinovasi, Bukan Hanya Ngaji

Menag Dorong Anak Madrasah Mampu Berinovasi, Bukan Hanya Ngaji

Hanif Hawari - detikHikmah
Minggu, 02 Nov 2025 10:00 WIB
Menag Dorong Anak Madrasah Mampu Berinovasi, Bukan Hanya Ngaji
Menag Nasaruddin Umar (Foto: Dok. Kemenag)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta para siswa madrasah jangan hanya bisa ngaji dan berdoa. Mereka harus berinovasi mengikuti perkembangan zaman demi masa depan yang cerah.

"Anak-anak madrasah jangan hanya bisa mengaji dan berdoa, tapi juga harus mampu menciptakan robot, meneliti, dan berinovasi. Itu baru madrasah masa depan," ujar Menag Nasaruddin Umar dalam acara Madrasah Robotics Competition (MRC) 2025, di Atrium Utama Living World Kota Wisata Cibubur, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nasaruddin Umar, hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT di dalam Al-Qur'an. Kata 'i'malū' yang bermakna berkaryalah harus dimaknai secara luas.

"Kata 'amal' dalam Islam bukan sekadar melakukan sesuatu, tapi melakukan dengan perencanaan, perhitungan, dan kecermatan. Sama seperti robot, yang tak bisa bergerak tanpa sensor dan logika," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Contohnya seperti kisah Nabi Sulaiman AS. Menag Menyebut, Sulaiman adalah salah satu nabi yang mampu menaklukkan jin berkat kecerdasannya.

Kemudian Nabi Musa AS yang mampu membelah lautan hanya dengan sebuah tongkat. Menurut Menag, tongkat tersebut bisa dianalogikan seperti teknologi pengendali jarak jauh.

"Ketika Nabi Musa AS mengambil sebuah tangkai pohon, entah apa yang terjadi dengan pohon itu. Nah pohon itu nanti mampu membelah laut. Jadi itu mungkin semacam remote control ya. Remote control itu diremote langsung lautannya terbelah," papar Menag.

Maka dari itu, Menag menilai kecerdasan manusia bisa menembus batas. Jika anak-anak madrasah memadukan konsentrasi dan kontemplasi, mereka bisa melahirkan keajaiban-keajaiban baru.




(hnh/inf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads