Ini Waktu Paling Mustajab Zikir Pagi Setiap Hari dan Bacaannya

Ini Waktu Paling Mustajab Zikir Pagi Setiap Hari dan Bacaannya

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 25 Jul 2025 11:00 WIB
Ini Waktu Paling Mustajab Zikir Pagi Setiap Hari dan Bacaannya
ilustrasi zikir pagi Foto: iStockphoto
Jakarta -

Zikir pagi merupakan salah satu amalan yang disunnahkan bagi umat Islam. Zikir tidak hanya sebagai bentuk ibadah lisan, tetapi juga sebagai pelindung dan sumber ketenangan hati dalam memulai aktivitas sehari-hari.

Perintah zikir di waktu pagi termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 41-42, Allah SWT berfirman,

ŲˆŲŽØŗŲŽØ¨Ų‘ŲØ­ŲŲˆŲ‡Ų Ø¨ŲŲƒŲ’ØąŲŽØŠŲ‹ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąØ°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ø°ŲŲƒŲ’ØąŲ‹Ø§ ŲƒŲŽØĢŲŲŠØąŲ‹Ø§

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

ADVERTISEMENT

Dalam hadits dari Syaddad bin Aus RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya, "Barang siapa mengucapkan zikir di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu dia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa yang megucapkan di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu dia mati sebelum subuh, maka dia termasuk penghuni surga." (HR Bukhari)

Kapan Waktu Paling Mustajab untuk Zikir Pagi?

Mengutip buku Doa dan Zikir Mustajab (Dibaca Sehari-hari Sepanjang Masa) karya Wira Kautsari Wijayanti, Lc., MA., terdapat hadits yang menjelaskan waktu zikir di pagi hari sebagaimana merujuk hadits Rasulullah SAW.

Beliau bersabda,

Ų„ŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ‚Ų’ØšŲØ¯ŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ØĒŲŽØšŲŽØ§Ų„ŲŽŲ‰ ؅ؐ؆ؒ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽØ¯ŲŽØ§ØŠŲ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰ ØĒŲŽØˇŲ’Ų„ŲØšŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¨Ų‘Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØšŲ’ØĒŲŲ‚ŲŽ ØŖŲŽØąŲ’Ø¨ŲŽØšŲŽØŠŲ‹ ؅ؐ؆ؒ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ¯Ų ØĨŲØŗŲ’Ų…ŲŽØšŲŲŠŲ„ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ‚Ų’ØšŲØ¯ŲŽ Ų…ŲŽØšŲŽ Ų‚ŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲŠŲŽØ°Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØĩŲŽŲ„ŲŽØ§ØŠŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØĩŲ’ØąŲ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØĒŲŽØēŲ’ØąŲØ¨ŲŽ Ø§Ų„Ø´Ų‘ŲŽŲ…Ų’ØŗŲ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¨Ų‘Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ‘ŲŽ Ų…ŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽØšŲ’ØĒŲŲ‚ŲŽ ØŖŲŽØąŲ’Ø¨ŲŽØšŲŽØŠŲ‹

Artinya: "Sungguh, aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah Ta'ala dari shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat anak Ismail. Dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah dari shalat Ashar hingga matahari tenggelam adalah lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat orang budak." (HR. Abu Daud)

H. Brilly El-Rasheed dalam bukunya yang berjudul Dzikir Dahsyat Doa Hebat dijelaskan, batasan akhir waktu zikir shabah (pagi) tidak ditegaskan dalam dalil secara eksplisit, sehingga dikembalikan ke dalam bahasa Arab yaitu apa yang dimaksud akhir waktu pagi, sebagaimana batasan waktu zikir masa' (sore).

Sebagian ulama fikih berpendapat bahwa waktu dzikir pagi dimulai sejak terbit fajar (masuk waktu Subuh) dan berakhir saat matahari terbit. Ini adalah pendapat yang banyak dipegang dan digunakan oleh mayoritas kaum muslimin karena merujuk pada pemahaman umum tentang istilah "pagi".

Ada juga ulama yang memperluas waktu dzikir pagi hingga berakhirnya waktu Dhuha, yakni menjelang masuk waktu Zuhur. Mereka berpendapat bahwa selama waktu Dhuha belum habis, maka masih diperbolehkan membaca dzikir pagi, meski keutamaannya tidak sebesar jika dibaca di awal pagi.

Bacaan Zikir Pagi

Dirangkum dari buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang karya Ustaz Abdul Wahhab, berikut bacaan zikir pagi yang bisa diamalkan umat Islam:

1. Ayat Kursi

Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ų„ŲŽØ§Ų“ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‡ŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų‡ŲŲˆŲŽÛš Ø§ŲŽŲ„Ų’Ø­ŲŽŲŠŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽŲŠŲ‘ŲŲˆŲ’Ų…Ų ەۚ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØŖŲ’ØŽŲØ°ŲŲ‡Ų— ØŗŲŲ†ŲŽØŠŲŒ ŲˆŲ‘ŲŽŲ„ŲŽØ§ Ų†ŲŽŲˆŲ’Ų…ŲŒÛ— Ų„ŲŽŲ‡Ų— Ų…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲÛ— Ų…ŲŽŲ†Ų’ Ø°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŽØ´Ų’ŲŲŽØšŲ ØšŲŲ†Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų—Ų“ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲØ§ŲØ°Ų’Ų†ŲŲ‡Ų–Û— ŲŠŲŽØšŲ’Ų„ŲŽŲ…Ų Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ø§ŲŽŲŠŲ’Ø¯ŲŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’Ûš ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲØ­ŲŲŠŲ’ØˇŲŲˆŲ’Ų†ŲŽ Ø¨ŲØ´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ ؅ؑؐ؆ؒ ØšŲŲ„Ų’Ų…ŲŲ‡Ų–Ų“ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ Ø´ŲŽØ§Û¤ØĄŲŽÛš ŲˆŲŽØŗŲØšŲŽ ŲƒŲØąŲ’ØŗŲŲŠŲ‘ŲŲ‡Ų Ø§Ų„ØŗŲ‘ŲŽŲ…Ų°ŲˆŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø§ŲŽØąŲ’ØļŲŽÛš ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽŲ€Ų”ŲŲˆŲ’Ø¯ŲŲ‡Ų— Ø­ŲŲŲ’Ø¸ŲŲ‡ŲŲ…ŲŽØ§Ûš ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’ØšŲŽØ¸ŲŲŠŲ’Ų…Ų ŲĸŲĨŲĨ

Allāhu lā ilāha illā huw, al-á¸Ĩayyul-qayyáģĨm, lā ta`khuÅŧuháģĨ sinatuw wa lā na`áģĨm, laháģĨ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man ÅŧallaÅŧÄĢ yasyfa'u 'indahÅĢ illā bi`iÅŧnih, ya'lamu mā baina aidÄĢhim wa mā khalfahum, wa lā yuá¸ĨÄĢáš­áģĨna bisyai`im min 'ilmihÄĢ illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`áģĨduháģĨ á¸Ĩifáē“uhumā, wa huwal-'aliyyul-'aáē“ÄĢm

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung."

2. Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, dan Surah An Nas (3x)

Ų‚ŲŲ„Ų’ Ų‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§ŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒÛš ŲĄ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„ØĩŲ‘ŲŽŲ…ŲŽØ¯ŲÛš Ųĸ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲ„ŲØ¯Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŲˆŲ’Ų„ŲŽØ¯Ų’Û™ ŲŖ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽŲƒŲŲ†Ų’ Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų— ŲƒŲŲŲŲˆŲ‹Ø§ Ø§ŲŽØ­ŲŽØ¯ŲŒ āŖ– Ų¤

Qul huwallāhu aá¸Ĩad allāhuášŖ-ášŖamad lam yalid wa lam yáģĨlad wa lam yakul laháģĨ kufuwan aá¸Ĩad

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." (QS Al Ikhlas: 1-4)

Ų‚ŲŲ„Ų’ Ø§ŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų’ŲŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲÛ™ ŲĄ ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ų…ŲŽØ§ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽÛ™ Ųĸ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų ØēŲŽØ§ØŗŲŲ‚Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽÛ™ ŲŖ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽŲŲ‘Ų°ØĢŲ°ØĒؐ ؁ؐ؉ Ø§Ų„Ų’ØšŲŲ‚ŲŽØ¯ŲÛ™ Ų¤ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ø­ŲŽØ§ØŗŲØ¯Ų Ø§ŲØ°ŲŽØ§ Ø­ŲŽØŗŲŽØ¯ŲŽ āŖ– ŲĨ

Qul a'áģĨÅŧu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iÅŧā waqab wa min syarrin-naffāᚥāti fil-'uqad wa min syarri á¸Ĩāsidin iÅŧā á¸Ĩasad

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." (QS Al Falaq: 1-5)

Ų‚ŲŲ„Ų’ Ø§ŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØąŲŽØ¨Ų‘Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ™ ŲĄ Ų…ŲŽŲ„ŲŲƒŲ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ™ Ųĸ Ø§ŲŲ„Ų°Ų‡Ų Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ™ ŲŖ ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲ‘Ų Ø§Ų„Ų’ŲˆŲŽØŗŲ’ŲˆŲŽØ§ØŗŲ ەۙ Ø§Ų„Ų’ØŽŲŽŲ†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ– Ų¤ Ø§Ų„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ’ ŲŠŲŲˆŲŽØŗŲ’ŲˆŲØŗŲ ŲŲŲŠŲ’ ØĩŲØ¯ŲŲˆŲ’ØąŲ Ø§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲÛ™ ŲĨ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØŦŲŲ†Ų‘ŲŽØŠŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ āŖ– ŲĻ

Qul a'áģĨÅŧu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allaÅŧÄĢ yuwaswisu fÄĢ ášŖudáģĨrin-nās minal-jinnati wan-nās

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (QS An Nas: 1-6)

3. Dzikir Pagi Pertama

ØŖŲŽØĩŲ’Ø¨ŲŽØ­Ų’Ų†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ø¨ŲŽØ­ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ„Ų’ŲƒŲ Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų Ų„ŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡ŲØŒ Ų„Ø§ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ€Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„Ø§ŲŽ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ„Ų’ŲƒŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØąŲ. ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ų…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲŲ‘ Ų…ŲŽØ§ ŲŲŲŠŲ’ Ų‡ŲŽØ°ŲŽØ§ Ø§Ų„Ų’ŲŠŲŽŲˆŲ’Ų…Ų ŲˆŲŽØ´ŲŽØąŲŲ‘ Ų…ŲŽØ§ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽŲ‡ŲØŒ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲŽØŗŲŽŲ„Ų ŲˆŲŽØŗŲŲˆŲ’ØĄŲ Ø§Ų„Ų’ŲƒŲØ¨ŲŽØąŲØŒ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų†ŲŽŲ‘Ø§ØąŲ ŲˆŲŽØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba'dahu, wa a'udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba'dahu. Robbi a'udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a'udzu bika min 'adzabin fin naari wa 'adzabin fil qobri.

Artinya: "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur."

4. Dzikir Pagi Kedua

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø¨ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽØĩŲ’Ø¨ŲŽØ­Ų’Ų†ŲŽØ§ØŒ ŲˆŲŽØ¨ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ…Ų’ØŗŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ØŒ ŲˆŲŽØ¨ŲŲƒŲŽ Ų†ŲŽØ­Ų’ŲŠŲŽØ§ØŒ ŲˆŲŽØ¨ŲŲƒŲŽ Ų†ŲŽŲ…ŲŲˆŲ’ØĒŲ ŲˆŲŽØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų†ŲŲ‘Ø´ŲŲˆŲ’ØąŲ

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur

Artinya: "Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)."

5. Sayyidul Istighfar

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ ØąŲŽØ¨ŲŲ‘ŲŠŲ’ Ų„Ø§ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ€Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽØŒ ØŽŲŽŲ„ŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽØ¨Ų’Ø¯ŲŲƒŲŽØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ØšŲŽŲ‡Ų’Ø¯ŲŲƒŲŽ ŲˆŲŽŲˆŲŽØšŲ’Ø¯ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŽØ§ Ø§ØŗŲ’ØĒŲŽØˇŲŽØšŲ’ØĒŲØŒ ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲŲ‘ Ų…ŲŽØ§ ØĩŲŽŲ†ŲŽØšŲ’ØĒŲØŒ ØŖŲŽØ¨ŲŲˆŲ’ØĄŲ Ų„ŲŽŲƒŲŽ Ø¨ŲŲ†ŲØšŲ’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲŽŲ‘ØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØ¨ŲŲˆŲ’ØĄŲ Ø¨ŲØ°ŲŽŲ†Ų’Ø¨ŲŲŠŲ’ ŲŲŽØ§ØēŲ’ŲŲØąŲ’ Ų„ŲŲŠŲ’ ŲŲŽØĨŲŲ†ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ų„Ø§ŲŽ ŲŠŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ø°ŲŲ‘Ų†ŲŲˆŲ’Ø¨ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ.

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'ala 'ahdika wa wa'dika mas-tatho'tu. A'udzu bika min syarri maa shona'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

6. Dzikir Pagi Ketiga (3x)

Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØšŲŽØ§ŲŲŲ†ŲŲŠ ؁ؐ؊ Ø¨ŲŽØ¯ŲŽŲ†ŲŲŠØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØšŲŽØ§ŲŲŲ†ŲŲŠ ؁ؐ؊ ØŗŲŽŲ…Ų’ØšŲŲŠØŒ Ø§Ų„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų‘ŲŽ ØšŲŽØ§ŲŲŲ†ŲŲŠ ؁ؐ؊ Ø¨ŲŽØĩŲŽØąŲŲŠØŒ Ų„ŲŽØ§ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°ÚžŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲÛŒŲ’ Ø§ŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°ŲØ¨ŲÚŠŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’ÚŠŲŲŲ’ØąŲ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ŲŲŽŲ‚Ų’ØąŲ ، Ø§ŲŽŲ„Ų„Ų‘Ų°ÚžŲŲ…Ų‘ŲŽ Ø§ŲŲ†Ų‘ŲÛŒ Ø§ŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲÚŠŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ ØšŲŽØ°ŲŽØ§Ø¨Ų Ø§Ų„Ų’Ų‚ŲŽØ¨Ų’ØąŲØŒ Ų„ŲŽØ§ Ø§ŲŲ„ŲŽÛŲŽ Ø§ŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø§ŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽ

Allahumma 'aafinii fii badani, Allahumma 'aafini fii sam'ii, Allahumma 'aafini fii basharii, laa ilaa haillah anta, Allahumma inni 'auudzubika minal kufri walfaqri, Allahumma innii 'audzubika min'adzaabil qabri, laa ilahaillaa anta.

Artinya: "Ya Allah, selamatkan tubuhku. Ya Allah, selamatkan pendengaranku. Ya Allah selamatkan penglihatanku. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau." (HR Abu Dawud, Ahmad, dan An-Nasa'i)

7. Dzikir Pagi Keempat

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲŲ’ŲˆŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠŲŽØŠŲŽ ؁ؐ؊ Ø§Ų„Ø¯ŲŲ‘Ų†Ų’ŲŠŲŽØ§ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ØĸØŽŲØąŲŽØŠŲØŒ Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲŲ’ŲˆŲŽ ŲˆŲŽØ§Ų„Ų’ØšŲŽØ§ŲŲŲŠŲŽØŠŲŽ ؁ؐ؊ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØ¯ŲŲ†Ų’ŲŠŲŽØ§ŲŠŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ų„ŲŲŠŲ’ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§ØŗŲ’ØĒŲØąŲ’ ØšŲŽŲˆŲ’ØąŲŽØ§ØĒؐ؉ ŲˆŲŽØĸ؅ؐ؆ؒ ØąŲŽŲˆŲ’ØšŲŽØ§ØĒؐ؉. Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ Ø§Ø­Ų’ŲŲŽØ¸Ų’Ų†ŲŲŠŲ’ ؅ؐ؆ؒ Ø¨ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ŲŠŲŽØ¯ŲŽŲŠŲŽŲ‘ØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ØŽŲŽŲ„Ų’ŲŲŲŠŲ’ØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ†Ų’ ŲŠŲŽŲ…ŲŲŠŲ’Ų†ŲŲŠŲ’ ŲˆŲŽØšŲŽŲ†Ų’ Ø´ŲŲ…ŲŽØ§Ų„ŲŲŠŲ’ØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ ŲŲŽŲˆŲ’Ų‚ŲŲŠŲ’ØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲØšŲŽØ¸ŲŽŲ…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØŖŲŽŲ†Ų’ ØŖŲØēŲ’ØĒŲŽØ§Ų„ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØĒŲŽØ­Ų’ØĒŲŲŠŲ’

Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur 'awrootii wa aamin row'aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii wa min fawqii wa a'udzu bi 'azhomatik an ughtala min tahtii.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh)." (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah)

8. Doa Pagi

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØšŲŽØ§Ų„ŲŲ…ŲŽ Ø§Ų„Ų’ØēŲŽŲŠŲ’Ø¨Ų ŲˆŲŽØ§Ų„Ø´ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽØ§Ø¯ŲŽØŠŲ ŲŲŽØ§ØˇŲØąŲŽ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§ŲˆŲŽØ§ØĒؐ ŲˆŲŽØ§Ų’Ų„ØŖŲŽØąŲ’ØļŲØŒ ØąŲŽØ¨ŲŽŲ‘ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ ŲˆŲŽŲ…ŲŽŲ„ŲŲŠŲ’ŲƒŲŽŲ‡ŲØŒ ØŖŲŽØ´Ų’Ų‡ŲŽØ¯Ų ØŖŲŽŲ†Ų’ Ų„Ø§ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ€Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲ†Ų’ØĒŲŽØŒ ØŖŲŽØšŲŲˆŲ’Ø°Ų Ø¨ŲŲƒŲŽ ؅ؐ؆ؒ Ø´ŲŽØąŲŲ‘ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ØŒ ŲˆŲŽŲ…ŲŲ†Ų’ Ø´ŲŽØąŲŲ‘ Ø§Ų„Ø´ŲŽŲ‘ŲŠŲ’ØˇŲŽØ§Ų†Ų ŲˆŲŽØ´ŲØąŲ’ŲƒŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†Ų’ ØŖŲŽŲ‚Ų’ØĒŲŽØąŲŲŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ ØŗŲŲˆŲ’ØĄŲ‹Ø§ ØŖŲŽŲˆŲ’ ØŖŲŽØŦŲØąŲŽŲ‘Ų‡Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…Ų

Allahumma 'aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A'udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa 'alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.

Artinya: "Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim." (HR Tirmidzi dan Abu Dawud, Shahih At-Tirmidzi)

9. Dzikir Pagi Kelima

Ø¨ŲØŗŲ’Ų…Ų Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų Ø§Ų„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲ‰ Ų„Ø§ŲŽ ŲŠŲŽØļŲØąŲŲ‘ Ų…ŲŽØšŲŽ Ø§ØŗŲ’Ų…ŲŲ‡Ų Ø´ŲŽŲ‰Ų’ØĄŲŒ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŖŲŽØąŲ’Øļؐ ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ ؁ؐ؉ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų…ŲŽØ§ØĄŲ ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ Ø§Ų„ØŗŲŽŲ‘Ų…ŲŲŠØšŲ Ø§Ų„Ų’ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…Ų

Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim.

Artinya: "Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

10. Doa Pagi Kedua

ŲŠŲŽØ§ Ø­ŲŽŲŠŲŲ‘ ŲŠŲŽØ§ Ų‚ŲŽŲŠŲŲ‘ŲˆŲ’Ų…Ų Ø¨ŲØąŲŽØ­Ų’Ų…ŲŽØĒŲŲƒŲŽ ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲŲŠŲ’ØĢŲØŒ ŲˆŲŽØŖŲŽØĩŲ’Ų„ŲØ­Ų’ Ų„ŲŲŠŲ’ Ø´ŲŽØŖŲ’Ų†ŲŲŠŲ’ ŲƒŲŲ„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲˆŲŽŲ„Ø§ŲŽ ØĒŲŽŲƒŲŲ„Ų’Ų†ŲŲŠŲ’ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲŠŲ’ ØˇŲŽØąŲ’ŲŲŽØŠŲŽ ØšŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ØŖŲŽØ¨ŲŽØ¯Ų‹Ø§

Yaa hayyu yaa qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya'nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata 'ainin Abadan.

Artinya: "Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu)." (HR Hakim)

11. Dzikir Pagi Keenam

ØŖŲŽØĩŲ’Ø¨ŲŽØ­Ų’Ų†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲŲØˇŲ’ØąŲŽØŠŲ Ø§Ų’Ų„ØĨŲØŗŲ’Ų„Ø§ŲŽŲ…Ų ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŽŲ„ŲŲ…ŲŽØŠŲ Ø§Ų’Ų„ØĨŲØŽŲ’Ų„Ø§ŲŽØĩŲØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ø¯ŲŲŠŲ’Ų†Ų Ų†ŲŽØ¨ŲŲŠŲŲ‘Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲØ­ŲŽŲ…ŲŽŲ‘Ø¯Ų ØĩŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų ŲˆŲŽØŗŲŽŲ„ŲŽŲ‘Ų…ŲŽØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ Ų…ŲŲ„ŲŽŲ‘ØŠŲ ØŖŲŽØ¨ŲŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽØ§Ų‡ŲŲŠŲ’Ų…ŲŽØŒ Ø­ŲŽŲ†ŲŲŠŲ’ŲŲ‹Ø§ Ų…ŲØŗŲ’Ų„ŲŲ…Ų‹Ø§ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ Ų…ŲŲ†ŲŽ Ø§Ų„Ų’Ų…ŲØ´Ų’ØąŲŲƒŲŲŠŲ’Ų†ŲŽ

Ash-bahnaa 'ala fithrotil islaam wa 'alaa kalimatil ikhlaash, wa 'alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallam, wa 'alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

Artinya: "Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik." (HR Ahmad)

12. Tasbih (100x)

ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų ŲˆŲŽØ¨ŲØ­ŲŽŲ…Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų

Subhaanaallaahi wabihamdih

Artinya:"Maha Suci Allah sambil memuji-Nya"

13. Dzikir Pagi Ketujuh

Ų„Ø§ŲŽ ØĨŲŲ„ŲŽŲ€Ų‡ŲŽ ØĨŲŲ„Ø§ŲŽŲ‘ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ­Ų’Ø¯ŲŽŲ‡Ų Ų„Ø§ŲŽ Ø´ŲŽØąŲŲŠŲ’ŲƒŲŽ Ų„ŲŽŲ‡ŲØŒ Ų„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ų…ŲŲ„Ų’ŲƒŲ ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų Ø§Ų„Ų’Ø­ŲŽŲ…Ų’Ø¯Ų ŲˆŲŽŲ‡ŲŲˆŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰ ŲƒŲŲ„ŲŲ‘ Ø´ŲŽŲŠŲ’ØĄŲ Ų‚ŲŽØ¯ŲŲŠŲ’ØąŲi

Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadiir

Artinya:"Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."

14. Dzikir Pagi Kedelapan (3x)

.ØŗŲØ¨Ų’Ø­ŲŽØ§Ų†ŲŽ Ø§Ų„Ų„Ų‡Ų ŲˆŲŽØ¨ŲØ­ŲŽŲ…Ų’Ø¯ŲŲ‡Ų: ØšŲŽØ¯ŲŽØ¯ŲŽ ØŽŲŽŲ„Ų’Ų‚ŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØąŲØļŲŽØ§ Ų†ŲŽŲŲ’ØŗŲŲ‡ŲØŒ ŲˆŲŽØ˛ŲŲ†ŲŽØŠŲŽ ØšŲŽØąŲ’Ø´ŲŲ‡Ų ŲˆŲŽŲ…ŲØ¯ŲŽØ§Ø¯ŲŽ ŲƒŲŽŲ„ŲŲ…ŲŽØ§ØĒؐ؇ؐ

Subhanallah wa bi-hamdih, 'adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata 'arsyih, wa midaada kalimaatih

Artinya: "Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan 'Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya."

15. Dzikir Pagi Kesembilan (3x)

Ø§ŲŽŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŲ…ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ†ŲŲ‘ŲŠŲ’ ØŖŲŽØŗŲ’ØŖŲŽŲ„ŲŲƒŲŽ ØšŲŲ„Ų’Ų…Ų‹Ø§ Ų†ŲŽØ§ŲŲØšŲ‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽØąŲØ˛Ų’Ų‚Ų‹Ø§ ØˇŲŽŲŠŲŲ‘Ø¨Ų‹Ø§ØŒ ŲˆŲŽØšŲŽŲ…ŲŽŲ„Ø§Ų‹ Ų…ŲØĒŲŽŲ‚ŲŽØ¨ŲŽŲ‘Ų„Ø§Ų‹

Allahumma innii as-aluka 'ilman naafi'a, wa rizqon thoyyibaa, wa 'amalan mutaqobbalaa

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik)."

16. Istighfar (100x)

ØŖŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØēŲ’ŲŲØąŲ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ŲˆŲŽØŖŲŽØĒŲŲˆŲ’Ø¨Ų ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡Ų

Astaghfirullaaha waatuubu ilaiih

Artinya:"Aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya"




(dvs/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads