Isa AS adalah nabi yang menerima kitab Injil. Ia menerima injil saat diangkat menjadi rasul pada usia 30 tahun. Injil merupakan satu dari empat kitab yang diturunkan Allah SWT melalui perantara rasulnya.
Allah SWT berfirman dalam surah Al Maidah ayat 46,
ŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲŲ°Ų ØĄŲØ§ØĢŲŲ°ØąŲŲŲŲ Ø¨ŲØšŲŲØŗŲŲ ŲąØ¨ŲŲŲ Ų ŲØąŲŲŲŲ Ų Ų ŲØĩŲØ¯ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲ ŲØ§ بŲŲŲŲŲ ŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲąŲØĒŲŲŲŲØąŲŲŲ°ØŠŲ Û ŲŲØĄŲاØĒŲŲŲŲŲŲ°ŲŲ ŲąŲŲØĨŲŲØŦŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲ ŲŲØ¯ŲŲ ŲŲŲŲŲØąŲ ŲŲŲ ŲØĩŲØ¯ŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲ ŲØ§ بŲŲŲŲŲ ŲŲØ¯ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲąŲØĒŲŲŲŲØąŲŲŲ°ØŠŲ ŲŲŲŲØ¯ŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲØšŲØ¸ŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲ ŲØĒŲŲŲŲŲŲŲ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa."
Mengutip buku Aqidah Akhlaq oleh Ahmad Kusaeri, Nabi Isa AS menerima wahyu melalui malaikat Jibril di Bukit Zaitun, termasuk kitab Injil. Di dalamnya berisi ajaran untuk hidup zuhud dan menjauhi kerusakan serta ketamakan dunia. Jangan sampai seseorang terbutakan mata hatinya karena harta hingga menjadi pribadi yang serakah, sombong, dan merugikan orang lain.
Isi Kitab Injil yang Diterima Nabi Isa AS
Diterangkan dalam buku Mengenal Rukun Iman dan Islam karya A Miftahul Basar, isi kitab injil secara rinci adalah sebagai berikut:
- Perintah untuk kembali mengesakan Allah SWT
- Membenarkan keberadaan kitab Taurat dan ajaran nabi sebelumnya
- Menghapus beberapa hukum dalam kitab Taurat
- Mematuhi perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya
- Menjelaskan bahwa kelak akan datang kembali rasul setelah Nabi Isa AS, yaitu Rasulullah SAW
Mukjizat Nabi Isa AS yang Lainnya
Mukjizat Nabi Isa AS diterangkan dalam surah Al Maidah ayat 110,
ØĨŲØ°Ų ŲŲØ§ŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲ°ØšŲŲØŗŲŲ ŲąØ¨ŲŲŲ Ų ŲØąŲŲŲŲ Ų ŲąØ°ŲŲŲØąŲ ŲŲØšŲŲ ŲØĒŲŲ ØšŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØšŲŲŲŲŲ° ŲŲŲ°ŲŲØ¯ŲØĒŲŲŲ ØĨŲØ°Ų ØŖŲŲŲŲØ¯ØĒŲŲŲŲ Ø¨ŲØąŲŲØŲ ŲąŲŲŲŲØ¯ŲØŗŲ ØĒŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲąŲŲŲŲØ§ØŗŲ ŲŲŲ ŲąŲŲŲ ŲŲŲØ¯Ų ŲŲŲŲŲŲŲŲØ§ Û ŲŲØĨŲØ°Ų ØšŲŲŲŲŲ ŲØĒŲŲŲ ŲąŲŲŲŲØĒŲŲ°Ø¨Ų ŲŲŲąŲŲØŲŲŲŲ ŲØŠŲ ŲŲŲąŲØĒŲŲŲŲØąŲŲŲ°ØŠŲ ŲŲŲąŲŲØĨŲŲØŦŲŲŲŲ Û ŲŲØĨŲØ°Ų ØĒŲØŽŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲ ŲąŲØˇŲŲŲŲŲ ŲŲŲŲŲŲŲŲŲØŠŲ ŲąŲØˇŲŲŲŲØąŲ Ø¨ŲØĨŲØ°ŲŲŲŲ ŲŲØĒŲŲŲŲØŽŲ ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲØĒŲŲŲŲŲŲ ØˇŲŲŲØąŲÛĸا Ø¨ŲØĨŲØ°ŲŲŲŲ Û ŲŲØĒŲØ¨ŲØąŲØĻŲ ŲąŲŲØŖŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲŲąŲŲØŖŲØ¨ŲØąŲØĩŲ Ø¨ŲØĨŲØ°ŲŲŲŲ Û ŲŲØĨŲØ°Ų ØĒŲØŽŲØąŲØŦŲ ŲąŲŲŲ ŲŲŲØĒŲŲŲ° Ø¨ŲØĨŲØ°ŲŲŲŲ Û ŲŲØĨŲØ°Ų ŲŲŲŲŲŲØĒŲ Ø¨ŲŲŲŲŲ ØĨŲØŗŲØąŲŲ°ŲØĄŲŲŲŲ ØšŲŲŲŲ ØĨŲØ°Ų ØŦŲØĻŲØĒŲŲŲŲ Ø¨ŲŲąŲŲØ¨ŲŲŲŲŲŲŲ°ØĒŲ ŲŲŲŲØ§ŲŲ ŲąŲŲŲØ°ŲŲŲŲ ŲŲŲŲØąŲŲØ§Û Ų ŲŲŲŲŲŲ Ų ØĨŲŲŲ ŲŲŲ°Ø°ŲØ§Ų ØĨŲŲŲŲØ§ ØŗŲØŲØąŲ Ų ŲŲØ¨ŲŲŲŲ
Artinya: "(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata."
Mengutip dari Tafsir Al-Munir Jilid 2 susunan Prof Dr Wahbah Az-Zuhaili terbitan Gema Insani, mukjizat tersebut salah satunya lahirnya Nabi Isa AS tanpa seorang bapak. Maryam mengandung tanpa ada peranan seorang laki-laki.
Roh Nabi Isa AS ditiupkan ke dalam jiwa sang ibu. Bahkan, Allah SWT juga menolong Siti Maryam dari tudingan orang-orang musyrik terhadap dirinya.
Ketika masih bayi, Nabi Isa AS mampu berbicara. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata:
"Kemampuan bicara yang dimiliki oleh Nabi Isa AS semasa ia masih bayi hanya sebentar saja, yaitu hanya mampu mengucapkan kata-kata seperti yang dikisahkan oleh Allah SWT kepada kita. Kemudian setelah itu, ia tidak mampu untuk berbicara lagi hingga mencapai usia anak bisa bicara. Biasanya, bayi yang mampu berbicara tidak bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama."
Tak sampai di situ, Nabi Isa AS juga diberi mukjizat membentuk burung dari tanah liat. Saat meniupnya ke udara, burung dari tanah liat itu berubah menjadi makhluk hidup.
Kemudian, sang nabi juga diberi kemampuan menyembuhkan orang buta sejak lahir dan mereka yang menderita penyakit kusta. Padahal, para dokter di masa itu tidak dapat menyembuhkan penyakit tersebut.
Selain itu, Nabi Isa AS juga dianugerahi mukjizat menghidupkan orang mati. Tentu hal ini atas izin Allah SWT. Beberapa orang yang ia hidupkan yaitu sahabatnya yang bernama Azar, putra seorang laki-laki tua, dan putra Al-'Asyir.
Wallahu'alam bishawab.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, MUI: Kehancuran bagi AS-Israel
Muslim di Kota Ini Cuma Puasa 1 Jam
Rusia: AS-Israel Sengaja Tabur Perpecahan di Dunia Islam Selama Ramadan