Bagaimana Cara Supaya Sholat Diterima Setelah Menonton Film Dewasa?

Bagaimana Cara Supaya Sholat Diterima Setelah Menonton Film Dewasa?

Hanif Hawari - detikHikmah
Sabtu, 10 Feb 2024 19:00 WIB
Bagaimana Cara Supaya Sholat Diterima Setelah Menonton Film Dewasa?
Ilustrasi sholat (Foto: Getty Images/iStockphoto/mgstudyo)
Jakarta -

Dalam era di mana akses terhadap konten dewasa semakin mudah dan meluas melalui internet, tantangan untuk menjaga kesucian dan ketaqwaan menjadi semakin besar bagi umat Islam. Menonton film dewasa atau konten yang bersifat pornografi dapat menjadi kebiasaan yang merusak moralitas dan spiritualitas banyak orang.

Menonton konten pornografi sudah secara jelas dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kehidupan seperti kecanduan dan mengancam kesehatan mental. Tidak hanya itu, kebiasan buruk menonton film dewasa juga menurunkan kualitas ibadah dan menjauhkan diri dari Allah SWT.

Penting untuk diingat bahwa Islam menegaskan larangan yang tegas terhadap perilaku yang mengarah pada kemaksiatan, termasuk menonton film dewasa. Bagi yang masih melakukan hal ini, terdapat sanksi seperti yang dijelaskan Nabi Muhammad dalam hadits, yaitu sholatnya tidak diterima dalam 40 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apakah ada cara agar sholatnya diterima setelah menonton film dewasa? Bagaimana hukum menonton film dewasa dalam Islam?

Cara Supaya Sholat Diterima Setelah Menonton Film Dewasa

Film dewasa atau film porno adalah tayangan dengan hubungan intim atau adegan lainnya yang tidak layak disaksikan anak, remaja, dan yang belum umur. Menonton tayangan seperti ini dapat memunculkan syahwat.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Kitab Ruh As-Sunnah wa Ruh An-Nufus Almuth-mainnah karya Sanad Saidi Ahmad bin Idris RA Alhasani Almaghribi, seseorang yang menonton film dewasa tidak diterima sholatnya selam 40 hari. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah sebagai berikut.

Ų‚Ø§Ų„ ØąØŗŲˆŲ„ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØĩŲ„Ų‰ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ„ŲŠŲ‡ ŲˆØŗŲ„Ų… : "Ų…Ų† Ų†Ø¸Øą ØĨŲ„Ų‰ ØšŲˆØąØŠ ØŖØŽŲŠŲ‡ Ų…ØĒØšŲ…Ø¯Ø§ Ų„Ų… ŲŠŲ‚Ø¨Ų„ Ø§Ų„Ų„Ų‡ Ų„Ų‡ ØĩŲ„Ø§ØŠ ØŖØąØ¨ØšŲŠŲ† ŲŠŲˆŲ…Ø§ ، ŲˆŲ„Ų… ØĒØŗØĒØŦب Ų„Ų‡ Ø¯ØšŲˆØŠ ØŖØąØ¨ØšŲŠŲ† Øĩباحا" (ØŖŲ†Ø¸Øą Øĩ : Ų¨ŲŖ [؃ØĒاب ØąŲˆØ­ Ø§Ų„ØŗŲ†ØŠ ؈ ØąŲˆØ­ Ø§Ų„Ų†ŲŲˆØŗ Ø§Ų„Ų…ØˇŲ…ØĻŲ†ØŠ Ų„ØŗŲ†Ø¯ Ø§Ų„ØšØ§ØąŲŲŠŲ† ŲˆŲ‚ØˇØ¨ Ø§Ų„Ų…Ø­ØąØąŲŠŲ† ØŗŲŠØ¯ŲŠ ØŖØ­Ų…Ø¯ Ø¨Ų† ØĨØ¯ØąŲŠØŗ ØąØļ؊ Ø§Ų„Ų„Ų‡ ØšŲ†Ų‡] Ų…ØŦŲ…ŲˆØšØŠ ØŖØ­Ø˛Ø§Ø¨ ؈ ØŖŲˆØąØ§Ø¯ ŲˆØąØŗØ§ØĻŲ„ ، ØĒØŖŲ„ŲŠŲ ؈ ØŦŲ…Øš Ų‚ØˇØ¨ داØĻØąØŠ Ø§Ų„ØĒŲ‚Ø¯ŲŠØŗ Ø§Ų„ØŗŲŠØ¯ ØŖØ­Ų…Ø¯ Ø¨Ų† ØĨØ¯ØąŲŠØŗ Ø§Ų„Ø­ØŗŲ†ŲŠ Ø§Ų„Ų…ØēØąØ¨ŲŠ Ų…Ų† ØŖŲƒØ§Ø¨Øą ØŖŲˆŲ„ŲŠØ§ØĄ ؈ ØšŲ„Ų…Ø§ØĄ Ø§Ų„Ų‚ØąŲ† Ø§Ų„ØĢØ§Ų„ØĢ ØšØ´Øą Ų„Ų„Ų‡ØŦØąØŠ Ø§Ų„Ų…ŲˆŲ„ŲˆØ¯: ŲĄŲĄŲ§Ųĸ-ŲĄŲĸŲĨŲŖ Ų‡ØŦØąŲŠØŠ)

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang melihat aurat saudaranya (melihat gambar/film porno, dll) dengan sengaja, tidak diterima Allah Swt Sholatnya selama 40 hari, dan tidak diterima doanya selama 40 subuh (hari)."

Seorang ulama asal Indonesia, Buya Yahya memberikan penjelasan yang spesifik terkait hal ini. Beliau menekankan bahwa melihat hal-hal yang berbau pornografi sangat berbahaya dan tidak pantas secara moral karena membuat penontonnya berkhayal dan menimbulkan syahwat yang dilarang dalam Islam.

Meskipun demikian, umat Islam tidak perlu khawatir. Menurut Buya Yahya, seorang muslim bisa melakukan ibadah sembari berdoa dan memohon ampunan Allah SWT. Hal ini perlu disertai tekad untuk tidak mengulangi tindakan yang sama di kemudian hari.

Hukum Menonton Film Dewasa dalam Islam

Hukum menonton film dewasa memang tidak tertulis secara tegas di dalam Al-Quran sebagai rujukan utama umat Islam. Namun, terdapat perintah yang berkaitan, yaitu untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan.

Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nur ayat 30-31:

Ų‚ŲŲ„ Ų„ŲŲ‘Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲŠŲŽØēŲØļŲŲ‘ŲˆØ§ÛŸ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽØ¨Ų’ØĩŲŽŲ°ØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲŠŲŽØ­Ų’ŲŲŽØ¸ŲŲˆØ§ÛŸ ŲŲØąŲŲˆØŦŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ۚ Ø°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ ØŖŲŽØ˛Ų’ŲƒŲŽŲ‰Ų° Ų„ŲŽŲ‡ŲŲ…Ų’ ۗ ØĨŲŲ†ŲŽŲ‘ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡ŲŽ ØŽŲŽØ¨ŲŲŠØąŲŒÛĸ Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲŽØĩŲ’Ų†ŲŽØšŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An-Nur ayat 30)

ŲˆŲŽŲ‚ŲŲ„ Ų„ŲŲ‘Ų„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŽŲ°ØĒؐ ŲŠŲŽØēŲ’ØļŲØļŲ’Ų†ŲŽ ؅ؐ؆ؒ ØŖŲŽØ¨Ų’ØĩŲŽŲ°ØąŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ŲˆŲŽŲŠŲŽØ­Ų’ŲŲŽØ¸Ų’Ų†ŲŽ ŲŲØąŲŲˆØŦŲŽŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲØ¨Ų’Ø¯ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø˛ŲŲŠŲ†ŲŽØĒŲŽŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ų…ŲŽØ§ Ø¸ŲŽŲ‡ŲŽØąŲŽ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŽØ§ ۖ ŲˆŲŽŲ„Ų’ŲŠŲŽØļŲ’ØąŲØ¨Ų’Ų†ŲŽ Ø¨ŲØŽŲŲ…ŲØąŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ØŦŲŲŠŲŲˆØ¨ŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ۖ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲØ¨Ų’Ø¯ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø˛ŲŲŠŲ†ŲŽØĒŲŽŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‘Ø§ Ų„ŲØ¨ŲØšŲŲˆŲ„ŲŽØĒŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ’ ØĄŲŽØ§Ø¨ŲŽØĸØĻŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ’ ØĄŲŽØ§Ø¨ŲŽØĸØĄŲ Ø¨ŲØšŲŲˆŲ„ŲŽØĒŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ’ ØŖŲŽØ¨Ų’Ų†ŲŽØĸØĻŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ’ ØŖŲŽØ¨Ų’Ų†ŲŽØĸØĄŲ Ø¨ŲØšŲŲˆŲ„ŲŽØĒŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ’ ØĨŲØŽŲ’ŲˆŲŽŲ°Ų†ŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ø¨ŲŽŲ†ŲŲ‰Ų“ ØĨŲØŽŲ’ŲˆŲŽŲ°Ų†ŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ø¨ŲŽŲ†ŲŲ‰Ų“ ØŖŲŽØŽŲŽŲˆŲŽŲ°ØĒŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ų†ŲØŗŲŽØĸØĻŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ’ Ų…ŲŽØ§ Ų…ŲŽŲ„ŲŽŲƒŲŽØĒŲ’ ØŖŲŽŲŠŲ’Ų…ŲŽŲ°Ų†ŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ØŖŲŽŲˆŲ ŲąŲ„ØĒŲŽŲ‘Ų°Ø¨ŲØšŲŲŠŲ†ŲŽ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲ ØŖŲŲˆÛŸŲ„ŲŲ‰ ŲąŲ„Ų’ØĨŲØąŲ’Ø¨ŲŽØŠŲ Ų…ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„ØąŲŲ‘ØŦŲŽØ§Ų„Ų ØŖŲŽŲˆŲ ŲąŲ„ØˇŲŲ‘ŲŲ’Ų„Ų ŲąŲ„ŲŽŲ‘Ø°ŲŲŠŲ†ŲŽ Ų„ŲŽŲ…Ų’ ŲŠŲŽØ¸Ų’Ų‡ŲŽØąŲŲˆØ§ÛŸ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų° ØšŲŽŲˆŲ’ØąŲŽŲ°ØĒؐ ŲąŲ„Ų†ŲŲ‘ØŗŲŽØĸØĄŲ ۖ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØļŲ’ØąŲØ¨Ų’Ų†ŲŽ Ø¨ŲØŖŲŽØąŲ’ØŦŲŲ„ŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ Ų„ŲŲŠŲØšŲ’Ų„ŲŽŲ…ŲŽ Ų…ŲŽØ§ ŲŠŲØŽŲ’ŲŲŲŠŲ†ŲŽ ؅ؐ؆ Ø˛ŲŲŠŲ†ŲŽØĒŲŲ‡ŲŲ†ŲŽŲ‘ ۚ ŲˆŲŽØĒŲŲˆØ¨ŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØĨŲŲ„ŲŽŲ‰ ŲąŲ„Ų„ŲŽŲ‘Ų‡Ų
ØŦŲŽŲ…ŲŲŠØšŲ‹Ø§ ØŖŲŽŲŠŲŲ‘Ų‡ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲˆŲ†ŲŽ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‘ŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŲŲ’Ų„ŲØ­ŲŲˆŲ†ŲŽ .31

Artinya: Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nur ayat 31).

Dampak Buruk Menonton Film Dewasa

Islam melarang menonton film dewasa atau film porno karena dapat menimbulkan seseorang melalaikan ibadahnya dan hal-hal negatif lainnya. Kebiasaan menonton film dewasa dapat menimbulkan kecanduan yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari Journal of Sexual Medicine, film dewasa akan meningkatkan gairah seksualitas yang tinggi pada seseorang yang bisa merusak perkembangan jalur saraf otak. Hal ini bisa memicu berbagai dampak buruk seperti depresi, disfungsi ereksi, hingga kematangan emosi yang terhambat.




(hnh/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads