Ada 4 tingkatan rezeki yang diberikan dari Allah SWT kepada makhluk-Nya. Ada rezeki yang telah ditentukan hingga rezeki tambahan dari Allah SWT atas usaha yang telah dilakukan.
Setiap makhluk membutuhkan rezeki untuk bisa terus melangsungkan kehidupan. Rezeki adalah setiap anugerah atau nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada semua makhluk, termasuk manusia.
Rezeki memiliki bentuk beragam, bisa berupa makanan, minuman, kesehatan, keluarga, uang, pekerjaan, ketenangan, umur, ilmu, dan sebagainya yang bisa dirasakan nikmatnya oleh penerimanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip buku Rahasia Dahsyat Ibadah Siang Hari Pemantik Rezeki oleh M. Al Farbi, dijelaskan dari semua rezeki yang diperoleh manusia, hanya satu yang membedakannya, yakni berkah atau tidak rezeki tersebut.
Sebagaimana diketahui bahwa berkah adalah kebaikan yang bertambah (al-khair mutazayyid). Rezeki yang berkah adalah rezeki yang melahirkan kebaikan. Semakin bertambah rezeki, maka semakin bertambah pula nilai kebaikan.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Ankabuut ayat 62 ditegaskan bahwa Allah SWT Maha melapangkan rezeki dan juga menyempitkan rezeki bagi hamba yang dikehendaki.
ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲØ¨ŲØŗŲØˇŲ ŲąŲØąŲŲØ˛ŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲ ŲŲØ´ŲØ§ŲØĄŲ Ų ŲŲŲ ØšŲØ¨ŲادŲŲŲÛĻ ŲŲŲŲŲŲØ¯ŲØąŲ ŲŲŲŲÛĨŲ Û ØĨŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲŲŲŲŲ Ø´ŲŲŲØĄŲ ØšŲŲŲŲŲ Ų
Arab-Latin: AllÄhu yabsuášur-rizqa limay yasyÄ`u min 'ibÄdihÄĢ wa yaqdiru lah, innallÄha bikulli syai`in 'alÄĢm
Artinya: Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Empat Tingkatan Rezeki
Secara garis besar, tingkatan rezeki dapat dibagi menjadi empat. Berikut penjelasannya:
1. Rezeki yang telah dijamin oleh Allah SWT
Setiap makhluk telah dijamin rezekinya. Sebagaimana termaktub dalam Surat Hud ayat 6:
Û ŲŲŲ ŲØ§ Ų ŲŲ Ø¯ŲØ§ŲبŲŲØŠŲ ŲŲŲ ŲąŲŲØŖŲØąŲØļŲ ØĨŲŲŲŲØ§ ØšŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ØąŲØ˛ŲŲŲŲŲØ§ ŲŲŲŲØšŲŲŲŲ Ų Ų ŲØŗŲØĒŲŲŲØąŲŲŲŲØ§ ŲŲŲ ŲØŗŲØĒŲŲŲØ¯ŲØšŲŲŲØ§ Û ŲŲŲŲŲ ŲŲŲ ŲŲØĒŲŲ°Ø¨Ų Ų ŲŲØ¨ŲŲŲŲ
Arab-Latin: Wa mÄ min dÄbbatin fil-ará¸i illÄ 'alallÄhi rizquhÄ wa ya'lamu mustaqarrahÄ wa mustauda'ahÄ, kullun fÄĢ kitÄbim mubÄĢn
Artinya: Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
Rezeki tingkat pertama adalah rezeki yang pasti diberikan oleh Allah SWT kepada semua makhluk-Nya. Rezeki ini merupakan paket yang sudah disediakan oleh Allah SWT bersamaan dengan ditiupkan-Nya roh pada janin.
Secara mudah, rezeki tingkat pertama adalah rezeki yang akan tetap diberikan oleh Allah SWT kepada semua makhluk-Nya. Dia tidak pilih kasih dalam mencurahkan jenis rezeki yang satu ini. Tak peduli kafir yang durhaka terhadap-Nya, maupun kepada orang yang takwa kepada-Nya.
2. Rezeki yang penuh keadilan dan kebijaksanaan
Hal ini sebagaimana termuat dalam firman-Nya Surat An-Najm ayat 39
ŲŲØŖŲŲ ŲŲŲŲŲØŗŲ ŲŲŲŲØĨŲŲØŗŲŲ°ŲŲ ØĨŲŲŲŲØ§ Ų ŲØ§ ØŗŲØšŲŲŲ°
Arab-Latin: Wa al laisa lil-insÄni illÄ mÄ sa'Ä
Artinya: Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.
Jenis rezeki ini juga sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Ath-Thusi, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Allah SWT memberi rezeki kepada hamba-Nya sesuai dengan kegiatan, kemauan keras, dan ambisinya."
Jadi, rezeki jenis ini adalah rezeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia sesuai dengan yang diusahakan atau dikerjakannya. Kadar rezeki jenis ini pun sangat ditentukan oleh usaha yang kita lakukan.
Jika usaha yang kita curahkan untuk mencari rezeki maksimal, maka hasil yang akan diperoleh juga maksimal. Tetapi, jika usaha yang kita lakukan minimal, maka hasil yang akan didapatkan minimal juga.
Rezeki jenis ini sangat berbeda dengan jenis rezeki tingkat pertama. Jika rezeki yang pertama sudah pasti dianugerahkan oleh Allah SWT, maka jenis rezeki yang kedua ini masih samar. Samar yang dimaksud adalah bisa saja diberikan dan mungkin juga tidak. Intinya, rezeki jenis ini sangat tergantung pada usaha yang dilakukan untuk meraihnya.
3. Rezeki sebagai tambahan dari Allah SWT
Terkait hal ini, Allah SWT berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7
ŲŲØĨŲØ°Ų ØĒŲØŖŲذŲŲŲŲ ØąŲØ¨ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØĻŲŲ Ø´ŲŲŲØąŲØĒŲŲ Ų ŲŲØŖŲØ˛ŲŲØ¯ŲŲŲŲŲŲŲ Ų Û ŲŲŲŲØĻŲŲ ŲŲŲŲØąŲØĒŲŲ Ų ØĨŲŲŲŲ ØšŲØ°ŲابŲŲ ŲŲØ´ŲدŲŲØ¯Ų
Arab-Latin: Wa iÅŧ ta`aÅŧÅŧana rabbukum la`in syakartum la`azÄĢdannakum wa la`ing kafartum inna 'aÅŧÄbÄĢ lasyadÄĢd
Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Jadi, rezeki tingkat ketiga merupakan rezeki tambahan yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia yang bersyukur kepada-Nya. Ada atau tidaknya rezeki jenis ini sangat bergantung pada rasa syukur seseorang.
Jika ia pandai bersyukur atas nikmat-Nya, maka Dia akan menambah nikmat tersebut. Sebaliknya, jika ia kufur nikmat dan tidak mensyukurinya, maka Allah SWT akan murka kepadanya dan bisa saja mengambil seluruh nikmat yang telah diberikan-Nya.
4. Rezeki yang datangnya tidak terduga
Dalam Surat Ath-Thalaq ayat 2-3, Allah SWT berfirman:
ŲŲØĨŲØ°Ųا بŲŲŲØēŲŲŲ ØŖŲØŦŲŲŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŖŲŲ ŲØŗŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲ ŲØšŲØąŲŲŲŲ ØŖŲŲŲ ŲŲØ§ØąŲŲŲŲŲŲŲŲŲ Ø¨ŲŲ ŲØšŲØąŲŲŲŲ ŲŲØŖŲØ´ŲŲŲØ¯ŲŲØ§Û ذŲŲŲŲŲ ØšŲØ¯ŲŲŲ Ų ŲŲŲŲŲŲ Ų ŲŲØŖŲŲŲŲŲ ŲŲØ§Û ŲąŲØ´ŲŲŲŲŲ°Ø¯ŲØŠŲ ŲŲŲŲŲŲŲ Û Ø°ŲŲ°ŲŲŲŲŲ Ų ŲŲŲØšŲØ¸Ų Ø¨ŲŲŲÛĻ Ų ŲŲ ŲŲØ§ŲŲ ŲŲØ¤ŲŲ ŲŲŲ Ø¨ŲŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲŲąŲŲŲŲŲŲŲ Ų ŲąŲŲØĄŲØ§ØŽŲØąŲ Û ŲŲŲ ŲŲ ŲŲØĒŲŲŲŲ ŲąŲŲŲŲŲŲ ŲŲØŦŲØšŲŲ ŲŲŲŲŲÛĨ Ų ŲØŽŲØąŲØŦŲØ§
Arab-Latin: fa iÅŧÄ balagna ajalahunna fa amsikáģĨhunna bima'ráģĨfin au fÄriqáģĨhunna bima'ráģĨfiw wa asy-hidáģĨ Åŧawai 'adlim mingkum wa aqÄĢmusy-syahÄdata lillÄh, ÅŧÄlikum yáģĨ'aáēu bihÄĢ mang kÄna yu`minu billÄhi wal-yaumil-Äkhir, wa may yattaqillÄha yaj'al laháģĨ makhrajÄ
Artinya: Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan, memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Jadi, rezeki tingkat keempat adalah rezeki yang istimewa. Sebab, hanya orang-orang tertentu yang akan mendapatkannya.
Mengacu pada ayat tersebut, orang yang akan dikaruniai rezeki yang tak disangka-sangka atau yang tak terduga-duga datangnya adalah orang yang bertakwa kepada Allah SWT secara sederhana. Takwa kepada Allah SWT adalah menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Itulah tingkatan rezeki dari Allah SWT. Dengan keimanan dan ketakwaan, insyaAllah akan terjamin rezeki hambanya. Semoga rezeki yang diberikan Allah SWT dapat membawa manfaat dan juga keberkahan.
(dvs/lus)












































Komentar Terbanyak
Waketum MUI Soroti Kesepakatan Dagang RI-AS: Ini Perjanjian atau Penjajahan?
MUI Sebut Perjanjian Dagang RI-AS Bertentangan dengan UU, Ini Poin yang Dikritik
Bule Protes Suara Tadarusan, Kemenag Tegaskan Aturan Toa Masjid