Masjid Abdullah bin Abbas, Saksi Dakwah Rasulullah di Taif

Masjid Abdullah bin Abbas, Saksi Dakwah Rasulullah di Taif

Rachmatunnisa - detikHikmah
Kamis, 11 Jun 2026 19:15 WIB
Masjid Abdullah bin Abbas, Saksi Dakwah Rasulullah di Taif
Suasana Masjid Abdullah bin Abbas di Taif, saat dikunjungi tim Media Center Haji, Rabu (10/6/2026). Foto: Media Center Haji 2026
Taif -

Di antara destinasi ziarah yang banyak dikunjungi jemaah haji dan umrah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci, Masjid Abdullah bin Abbas di Kota Taif menjadi salah satu yang paling diminati.

Masjid bersejarah ini bukan hanya dikenal sebagai tempat dimakamkannya Abdullah bin Abbas, sepupu sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, kawasan ini juga menyimpan jejak perjuangan dakwah Rasulullah SAW saat menghadapi penolakan dari penduduk Taif.

Setiap hari, ribuan peziarah dari berbagai negara datang untuk beribadah sekaligus mengenang salah satu fase penting dalam sejarah Islam. Masjid yang dibangun pada tahun 592 Hijriah itu mampu menampung sekitar 3.000 jemaah dan dikenal dengan deretan tiang-tiang kokoh yang menjadi ciri khas bangunannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masjid Abdullah bin Abbas terletak di dekat makam sahabat Nabi yang wafat pada tahun 68 Hijriah. Abdullah bin Abbas dikenal sebagai ulama besar yang memiliki kecerdasan luar biasa dan menjadi salah satu rujukan utama dalam ilmu tafsir Al-Qur'an.

Nabi Muhammad pernah memanjatkan doa khusus agar sepupunya itu diberikan pemahaman agama yang mendalam. Doa ini sangat masyhur dan terbukti dengan lahirnya gelar Turjumanul Qur'an yang artinya penerjemah atau penafsir utama Al-Qur'an bagi beliau.

ADVERTISEMENT

Namun selain itu, daya tarik utama kawasan ini bagi para peziarah justru berkaitan dengan sejarah dakwah Rasulullah SAW di Kota Taif. Taif merupakan kota yang pernah didatangi Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi tekanan dan penolakan dari kaum Quraisy di Makkah.

Saat itu Rasulullah berharap mendapatkan dukungan dari penduduk Taif untuk menerima risalah Islam. Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Penduduk Taif menolak dakwah Rasulullah SAW dan memperlakukan beliau dengan kasar. Peristiwa itu dikenang sebagai salah satu episode paling berat dalam perjalanan dakwah Nabi.

Ketua Rombongan Jemaah Umrah asal Sukabumi, Jawa Barat, Suleman, mengatakan kisah itulah yang membuat dirinya sengaja mengajak para jemaah berziarah ke Taif.

"Ziarah ke Taif karena ini adalah merupakan kota harapan Rasulullah. Di mana Rasul mendapatkan intimidasi, embargo ekonomi di kala itu. Kemudian berharap mendapatkan pertolongan dari bangsa Taif, kaum Taif. Dan ternyata Allah belum memberikan izin," katanya kepada Tim Media Center Haji (MCH), Rabu (10/6/2026).

Menurut Suleman, kunjungan ke Masjid Abdullah bin Abbas juga menjadi sarana mengenalkan para jemaah pada sosok sahabat Nabi yang memiliki keluasan ilmu agama.

"Dan kita sekarang ke (masjid) Abdullah bin Abbas, karena ini adalah sepupu Rasul yang sudah mendapatkan doa dari Rasulullah. Semoga kita juga sama menjadi orang-orang yang memperdalam ilmu agama. Aamiin," tuturnya.

Karena itu, bagi banyak jemaah, berkunjung ke Masjid Abdullah bin Abbas bukan sekadar wisata religi. Ziarah ini menjadi momen untuk mengenang keteguhan Rasulullah SAW dalam berdakwah sekaligus meneladani semangat Abdullah bin Abbas dalam menuntut dan menyebarkan ilmu agama.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads