Ribuan Malaikat Jadi Pasukan Rasulullah SAW dalam Perang Badar

Ribuan Malaikat Jadi Pasukan Rasulullah SAW dalam Perang Badar

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 16 Des 2022 16:45 WIB
Ribuan Malaikat Jadi Pasukan Rasulullah SAW dalam Perang Badar
Ilustrasi perang badar yang diikuti pasukan malaikat Foto: ilustrasi: Fauzan Kamil/detikcom
Jakarta -

Ribuan malaikat turut bergabung dalam pasukan muslim yang melawan pasukan Quraisy dalam Perang Badar. Bantuan para malaikat ini membuat pasukan muslim berhasil menang.

Perang Badar terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 hijrah. Perang Badar tercatat dalam sejarah Islam sebagai perang besar yang pertama kali terjadi.

Meskipun kalah dalam jumlah pasukan dan persenjataan tetapi kaum muslim berhasil memenangkan peperangan atas izin Allah SWT. Disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa ribuan malaikat ikut menjadi pasukan dalam perang ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah ini tercatat dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 123-126.

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ Ų†ŲŽØĩŲŽØąŲŽŲƒŲŲ…Ų ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲØ¨ŲŽØ¯Ų’ØąŲ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ØĒŲŲ…Ų’ ØŖŲŽØ°ŲŲ„Ų‘ŲŽØŠŲŒ ۖ ŲŲŽŲąØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ´Ų’ŲƒŲØąŲŲˆŲ†ŲŽ ØĨŲØ°Ų’ ØĒŲŽŲ‚ŲŲˆŲ„Ų Ų„ŲŲ„Ų’Ų…ŲØ¤Ų’Ų…ŲŲ†ŲŲŠŲ†ŲŽ ØŖŲŽŲ„ŲŽŲ† ŲŠŲŽŲƒŲ’ŲŲŲŠŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØŖŲŽŲ† ŲŠŲŲ…ŲØ¯Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŲ… Ø¨ŲØĢŲŽŲ„ŲŽŲ°ØĢŲŽØŠŲ ØĄŲŽØ§Ų„ŲŽŲ°ŲŲ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų“ØĻŲŲƒŲŽØŠŲ Ų…ŲŲ†Ø˛ŲŽŲ„ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø¨ŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų°Ų“ ۚ ØĨؐ؆ ØĒŲŽØĩŲ’Ø¨ŲØąŲŲˆØ§ÛŸ ŲˆŲŽØĒŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‚ŲŲˆØ§ÛŸ ŲˆŲŽŲŠŲŽØŖŲ’ØĒŲŲˆŲƒŲŲ… ؅ؑؐ؆ ŲŲŽŲˆŲ’ØąŲŲ‡ŲŲ…Ų’ Ų‡ŲŽŲ°Ø°ŲŽØ§ ŲŠŲŲ…Ų’Ø¯ŲØ¯Ų’ŲƒŲŲ…Ų’ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲƒŲŲ… Ø¨ŲØŽŲŽŲ…Ų’ØŗŲŽØŠŲ ØĄŲŽØ§Ų„ŲŽŲ°ŲŲ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ų…ŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų“ØĻŲŲƒŲŽØŠŲ Ų…ŲØŗŲŽŲˆŲ‘ŲŲ…ŲŲŠŲ†ŲŽ ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ‡Ų ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ø¨ŲØ´Ų’ØąŲŽŲ‰Ų° Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲØĒŲŽØˇŲ’Ų…ŲŽØĻŲŲ†Ų‘ŲŽ Ų‚ŲŲ„ŲŲˆØ¨ŲŲƒŲŲ… Ø¨ŲŲ‡ŲÛĻ Û— ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲŽØĩŲ’ØąŲ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ؅ؐ؆ؒ ØšŲŲ†Ø¯Ų ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ŲąŲ„Ų’ØšŲŽØ˛ŲŲŠØ˛Ų ŲąŲ„Ų’Ø­ŲŽŲƒŲŲŠŲ…Ų

ADVERTISEMENT

Arab-Latin: Wa laqad naášŖarakumullāhu bibadriw wa antum aÅŧillah, fattaqullāha la'allakum tasykuráģĨn. IÅŧ taqáģĨlu lil-mu`minÄĢna a lay yakfiyakum ay yumiddakum rabbukum biᚥalāᚥati ālāfim minal-malā`ikati munzalÄĢn.
Balā in taášŖbiráģĨ wa tattaqáģĨ wa ya`táģĨkum min faurihim hāÅŧā yumdidkum rabbukum bikhamsati ālāfim minal-malā`ikati musawwimÄĢn Wa mā ja'alahullāhu illā busyrā lakum wa litaáš­ma`inna quláģĨbukum bih, wa man-naášŖru illā min 'indillāhil-'azÄĢzil-á¸ĨakÄĢm

Artinya: Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?" Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Mengutip buku Berkenalan dengan Malaikat oleh Abdul Hamid Kisyik, dijelaskan bahwa malaikat adalah bala tentara Allah SWT. Allah SWT memberikan pertolongan kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya.

Ar-Rabi' bin Anas berkata, "Allah SWT telah menurunkan bantuan kepada kaum muslimin dengan seribu (pasukan malaikat) kemudian menjadi tiga ribu lalu menjadi lima ribu (pasukan)."

Ibnu Jarir ath-Thabari berkata dalam kitab Musnad-nya dari Ali bin Abi Thalib ra., la berkata,

"Malaikat Jibril turun dengan memimpin seribu malaikat dari samping kanan Rasulullah SAW dan Abu Bakar ada di sana. Kemudian Malaikat Mikail turun dengan memimpin seribu malaikat dari sebelah kiri Rasulullah SAW sedangkan aku berada di dalamnya."

Diriwayatkan juga dari Abi Zumail. la berkata, "Ibnu Abbas r.a. berkata kepadaku, 'Salah seorang lelaki muslim yang sedang menghadapi seorang musyrik di depannya menerangkan kepada kita bahwa tiba-tiba ia mendengar suara pukulan cemeti di atasnya dan suara seorang pahlawan yang mengatakan, 'Hadapilah Haizum -nama kuda tunggangan Malaikat Jibril a.s.' Lalu ia lihat lelaki musyrik itu terkapar."

la melanjutkan, "Lelaki muslim itu mengamatinya, ternyata kepalanya telah remuk dan wajahnya terkoyak seperti (bekas) lecutan cemeti. Lalu ia menghadirkan sekelompok kaumnya. Kemudian orang Anshar itu datang dan menceritakannya kepada Rasulullah SAW, Beliau bersabda, "Engkau benar bahwa itu bantuan langit yang ketiga. Pada hari itu, mereka membunuh tujuh puluh orang (musuh) dan menawan tujuh puluh orang lainnya."

Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya, bab "Syuhuudul Malaa-ikah Badran" berkata dari Mu'adz bin Rafa'ah ibnu Rafi' az-Zarqi dari ayahnya yang ikut serta dalam Perang Badar al-Kubra.

la berkata, "Malaikat Jibril a.s. mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, 'Apa pendapatmu tentang pengikut Perang Badar dari kalanganmu?' Rasulullah SAW menjawab, 'Dari kalangan kaum muslimin yang paling utama. Malaikat Jibril a.s. kembali berkata, Demikian juga dengan para malaikat yang ikut serta dalam Perang Badar."




(dvs/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads