Ramadan dan Peran Ulama dalam Moderasi Digital

detikKultum Ramadan Bersama Prof. Nasaruddin Umar

Ramadan dan Peran Ulama dalam Moderasi Digital

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 18 Mar 2026 17:46 WIB
Jakarta -

Di dalam kehidupan bermasyarakat, ada dua kekuatan besar yang memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan dan arah kehidupan umat. Dua kekuatan ini tidak bisa dipisahkan, karena keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi.

"Ada dua kekuatan di dalam masyarakat kita satu ulama dan yang kedua umara, apa perbedaannya?" tanya Prof Nasaruddin Umar dalam detikKultum Ramadan, Rabu (18/3/2026).

Menurut Prof Nasaruddin Umar, ulama dan umara adalah dua pilar yang memiliki wilayah peran yang berbeda, tetapi tujuan yang sama, yaitu menjaga kemaslahatan umat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perbedaan ulama dan umara. Ulama itu pemimpin spiritual, umara itu pemimpin masyarakat pemimpin politik," jelas Prof Nasaruddin Umar.

Lebih lanjut, Menteri Agama ini menjelaskan, ulama berperan sebagai pembimbing rohani, penjaga nilai-nilai agama, dan penuntun moral masyarakat. Sementara itu, umara berfungsi sebagai pemimpin dalam ranah sosial dan politik, yang mengatur kehidupan masyarakat dalam sistem pemerintahan.

ADVERTISEMENT

Dalam kehidupan sehari-hari, peran ini terlihat jelas. Masjid sebagai pusat ibadah biasanya dipimpin oleh para ulama.

"Yang memimpin di masjid itu biasanya ulama," kata Prof Nasaruddin Umar.

Menariknya, di Indonesia terjadi hubungan yang harmonis antara kedua kekuatan ini. Bukan saling bertentangan, tetapi justru saling menguatkan.

"Dan ini yang terjadi di Indonesia terjadi sinergi antara ulama dan umara. Ulama mengurus umat beragama, sementara umara mengurus masyarakat dalam hubungannya dengan lingkungan pemerintahan. Dalam moderasi, ulama itu berfungsi untuk memoderasi masyarakat Indonesia, jangan radikal," jelasnya.

"Indonesia memang bukan negara Islam tetapi luar biasa, memberi fasilitas kepada umat beragama termasuk khususnya Islam tentunya," sambungnya.

Kebebasan beribadah dijamin dan difasilitasi. Umat Islam dapat menjalankan berbagai ibadah tanpa hambatan.

Namun, tantangan zaman terus berkembang, terutama dengan hadirnya era digital. Perubahan ini juga mempengaruhi cara berdakwah dan menyampaikan pesan keagamaan.

Dakwah yang dahulu banyak dilakukan di mimbar masjid, kini mulai bergeser ke ruang digital.

"Bagaimana ulama itu bisa menjadi faktor yang sangat penting dalam moderasi digital, familiar dengan digital ini karena dakwah ini sudah bergeser dari mimbar kepada digital," kata Prof Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat tidak lagi harus datang ke masjid untuk mendengarkan ceramah. Semua bisa diakses dengan mudah, bahkan dalam kondisi santai.

"Sekarang jarang orang pergi ke masjid karena mendengarkan ceramah itu bisa juga sambil tidur," pungkasnya.

Selengkapnya detikKultum bersama Prof Nasaruddin Umar: Ramadan dan Peran Ulama dalam Moderasi Digital tonton DI SINI. Kajian bersama Prof Nasaruddin Umar ini tayang tiap hari selama Ramadan di detikcom pukul 17.45 WIB. Jangan terlewat!

Program ini didukung oleh PT Bank Syariah Nasional (BSN).

(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads