Dzikir ini disebutkan dalam hadits shahih yang dikeluarkan Bukhari pada Kitab ke-80, Kitab Do'a bab ke-65, bab keutamaan tasbih.
حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Artinya: "Abu Hurairah berkata: "Nabi bersabda: 'Dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lidah, tetapi sangat berat di timbangan amal, bahkan sangat disukai oleh Allah (Ar-Rahman), yaitu: 'Subhanallahil azhim, subhanallahi wa bihamdihi."
Imam an-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin dan al-Adzkar juga memaparkan hadits serupa dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Artinya: "Ada dua kalimat, yang ringan di lisan tetapi berat dalam timbangan dan dicintai oleh ar-Rahman, 'Subhanallah wa bi hamdih (Maha Suci Allah dan Segala puji hanya bagi-Nya)', dan 'Subhanallahil 'azhim (Maha Suci Allah yang Maha Agung)." (HR Muttafaq 'Alaih)
Simak keutamaan dan pengamalan dzikir tersebut dalam infografis di atas!
(kri/kri)
