- Bacaan Doa Salat Hajat
- Tata Cara Salat Hajat dan Bacaan Niatnya Membaca Niat Salat Hajat Rakaat Pertama Rakaat Kedua
- Amalan Zikir Salat Hajat Membaca Istigfar 100 Kali Membaca Tasbih 100 Kali Membaca Tahmid 100 Kali Membaca Takbir 100 Kali Membaca Kalimat Tauhid 100 Kali Membaca Sholawat 100 Kali Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas Masing-masing 11 Kali Membaca Ayat Kursi sebanyak 11 Kali Membaca Kalimat Hauqalah 100 Kali Membaca Zikir Tawakal 100 kali
Setiap manusia tentu memiliki berbagai impian, harapan, maupun masalah hidup yang ingin segera terselesaikan. Entah urusan jodoh, kelancaran rezeki, kesembuhan penyakit, hingga kelulusan studi. Ikhtiar lahiriah semata terkadang belum cukup untuk menenangkan batin. Di titik inilah seorang muslim dianjurkan mengetuk pintu rahmat Allah melalui amalan salat hajat.
Allah SWT berkali-kali menegaskan untuk meminta pertolongan hanya kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 45,
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
Salat hajat merupakan salat sunnah yang ditunaikan khusus saat seseorang memiliki keinginan (hajat) tertentu kepada Allah atau sesama manusia. Salat ini menjadi sarana penghambaan sekaligus wujud kepasrahan penuh bahwa segala urusan berada dalam genggaman-Nya.
Bacaan Doa Salat Hajat
Merujuk buku Penuntun Mengerjakan Shalat Hajat karya Ali Akbar bin Aqil, tercantum doa salat hajat yang bisa diamalkan:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ، سُبْحَانَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
La ilaha illallahul halimul karim, subhanallahi rabbil 'arsyil 'azhim. Alhamdulillhi rabbil 'alamin. As'aluka mujibati rahmatik, wa 'aza'ima maghfiratik, wal-ghanimata min kulli birr, wassalamata min kulli itsm. La tada' li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar-rahimin.
Artinya: "Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia. Mahasuci Allah, Tuhan Pemelihara singgasana yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, kepastian ampunan-Mu, perolehan dari segala kebajikan, dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa pada diriku melainkan Engkau ampuni, jangan biarkan kesedihan pada diriku melainkan Engkau beri jalan keluar, dan jangan biarkan ada hajat kebutuhan yang Engkau ridai melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih."
Setelah membaca doa tersebut, sampaikanlah hajat atau keinginan spesifik yang sedang diharapkan dengan bahasa masing-masing secara tulus. Mengiringi usaha nyata dengan salat hajat akan membuat hati lebih lapang dalam menerima apa pun ketetapan terbaik dari Allah SWT.
Tata Cara Salat Hajat dan Bacaan Niatnya
Salat hajat dilaksanakan minimal dua rakaat dan maksimal hingga dua belas rakaat, dikerjakan dengan salam pada tiap dua rakaat. Waktunya terbilang fleksibel, bisa siang maupun malam hari, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk salat.
Pengerjaannya boleh dilakukan sekali atau beberapa kali hingga hajatnya terkabul. Waktu terbaik untuk melaksanakan salat hajat adalah sepertiga malam terakhir. Tata cara pelaksanaannya sama seperti salat sunnah pada umumnya, yaitu:
Membaca Niat Salat Hajat
Niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram, atau dilafalkan secara lisan:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal hajati rak'ataini mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah hajat dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Rakaat Pertama
- Membaca doa Iftitah dan Surah Al-Fatihah, lalu dianjurkan membaca Surah Al-Kafirun sebanyak 3 kali atau Ayat Kursi sebanyak satu kali.
- Rukuk, Iktidal, dan Dua Kali Sujud.
Rakaat Kedua
- Bangkit untuk rakaat kedua, membaca Surah Al-Fatihah, kemudian disunnahkan membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali, lalu rukuk sampai sujud kedua.
- Duduk Tasyahud Akhir dan Salam
- Melafalkan tasyahud dan sholawat, kemudian mengakhiri rakaat dengan salam ke kanan dan ke kiri secara sempurna.
Amalan Zikir Salat Hajat
Masih dari sumber sebelumnya, terdapat beberapa zikir yang dapat diamalkan setelah melaksanakan salat hajat, antara lain:
Membaca Istigfar 100 Kali
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih.
Membaca Tasbih 100 Kali
سُبْحَانَ اللهِ
Subhanallah
Membaca Tahmid 100 Kali
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah
Membaca Takbir 100 Kali
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu akbar
Membaca Kalimat Tauhid 100 Kali
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
La ilaha illallah
Membaca Sholawat 100 Kali
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Shollallahu 'ala muhammad
Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas Masing-masing 11 Kali
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤
Latin: "Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad"
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." (QS Al Ikhlas: 1-4)
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥
Latin: "Qul a'ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad"
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan ( para penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." (QS Al Falaq" 1-5)
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦
Latin: "Qul a'ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās."
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (QS An Nas: 1-6)
Membaca Ayat Kursi sebanyak 11 Kali
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Bacaan Latin: Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Membaca Kalimat Hauqalah 100 Kali
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ
La haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim
Membaca Zikir Tawakal 100 kali
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Hasbunallāhu wa ni'mal wakīl, ni'mal maulā wa ni'man naṣīr
"Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung, sebaik-baik pemimpin, dan sebaik-baik penolong."
(inf/inf)
