Melihat Wajah Baru Masjidil Haram, Begini Perubahannya Setelah Diperluas

Melihat Wajah Baru Masjidil Haram, Begini Perubahannya Setelah Diperluas

Rachmatunnisa - detikHikmah
Jumat, 24 Jul 2026 10:15 WIB
Jemaah melintasi kawasan perluasan Masjidil Haram.
Jemaah melintasi kawasan perluasan Masjidil Haram. Foto: Rachmatunnisa/detikcom
Makkah -

Dari Gerbang Raja Abdullah, arus jemaah terus mengalir menuju Masjidil Haram. Mereka berjalan melewati koridor-koridor baru yang membentang luas sebelum akhirnya tiba di pelataran Ka'bah.

Di jam-jam sibuk, ribuan orang bergerak hampir tanpa henti. Meski dipadati jutaan jemaah, arus manusia tetap mengalir berkat wajah baru Masjidil Haram yang kini jauh lebih luas dibandingkan beberapa tahun lalu.

Selama hampir dua bulan meliput operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 di Makkah, detikHikmah menyaksikan bagaimana area perluasan menjadi salah satu jalur utama keluar masuk jemaah. Menjelang waktu salat, koridor-koridor itu dipenuhi lautan manusia yang datang dari berbagai arah, mulai dari Terminal Jabal Ka'bah, kawasan Jabal Omar, Ajyad, hingga kompleks Abraj Al Bait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika saf di sekitar Ka'bah mulai penuh, barisan jemaah terus memanjang hingga ke area perluasan yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari Masjidil Haram. Di area perluasan itu, jemaah tidak lagi hanya melintas. Banyak yang memilih menggelar sajadah di pelataran baru, sementara sebagian lainnya memanfaatkan koridor yang lebih lapang untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan ibadah. Kawasan yang dahulu belum ada itu kini menjadi denyut baru aktivitas di Masjidil Haram.

Perubahan itu bukan sekadar menghadirkan bangunan baru yang megah. Di baliknya, Arab Saudi tengah menyiapkan Masjidil Haram untuk menyambut jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahun. Mengutip Saudi Press Agency, proyek perluasan ketiga ini memperbesar kompleks masjid dari sekitar 414 ribu meter persegi menjadi hampir 1,5 juta meter persegi.

ADVERTISEMENT

Perluasan itu tidak hanya menghadirkan bangunan utama baru, tetapi juga pelataran salat, koridor penghubung, jalur pedestrian, hingga berbagai fasilitas penunjang yang dirancang agar jutaan jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.

Berdasarkan pengamatan detikHikmah selama musim haji 2026, perubahan paling terasa justru bukan pada kemegahan bangunannya, melainkan bagaimana jutaan orang dapat bergerak lebih tertib. Koridor-koridor baru memiliki jarak antarpilar yang jauh lebih lebar dibandingkan area lama. Begitu salat usai, puluhan ribu jemaah keluar hampir bersamaan, tetapi arus manusia tidak langsung berhenti karena ruang gerak yang tersedia jauh lebih luas.

Jemaah kini juga memiliki lebih banyak pilihan akses memasuki Masjidil Haram. Bagi jemaah yang datang dari Terminal Jabal Ka'bah, Gerbang Raja Abdullah menjadi pintu pertama yang menyambut mereka sebelum memasuki kompleks masjid.

Dari gerbang inilah arus manusia mengalir menuju area perluasan yang terhubung dengan Gate 100 hingga Gate 114. Tak heran jika menjelang waktu salat, jalur ini menjadi salah satu titik dengan arus pejalan kaki paling padat menuju Masjidil Haram.

Salah satu hal yang langsung terlihat di kawasan baru ini adalah bentuknya yang tidak sepenuhnya berdiri di atas lahan datar. Di beberapa bagian, kawasan baru dibuat menyerupai terasering yang mengikuti kontur perbukitan di sekitar Kota Makkah.

Desain tersebut membuat kawasan perluasan menyatu dengan lanskap perbukitan Makkah sekaligus membantu menghubungkan area masjid dengan jaringan jalan dan kawasan di sekitarnya.

Fasilitas Jemaah Semakin Lengkap

Perluasan Masjidil Haram juga diikuti penambahan berbagai fasilitas penunjang. Jumlah toilet kini mencapai sekitar 18.726 unit, sementara titik wudu tersedia di lebih dari 12 ribu lokasi. Penambahan ini diharapkan mampu mengurangi antrean panjang ketika jutaan jemaah berkumpul pada musim haji.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Di kawasan Masjidil Haram kini juga tersedia Al-Haram Emergency Hospital, berada di kawasan Gerbang Raja Abdullah atau Gate 100. Rumah sakit ini terintegrasi dengan layanan kesehatan, serta dua helipad di bagian atap yang dapat digunakan untuk evakuasi medis apabila terjadi keadaan darurat.

Selama musim haji, keberadaan petugas kesehatan dan ambulans memang menjadi pemandangan yang mudah ditemui di sekitar kawasan Masjidil Haram, terutama ketika suhu udara mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Salah satu fasilitas yang belum banyak diketahui jemaah adalah Children's Nursery Center atau pusat penitipan anak yang berada di kawasan perluasan ketiga Masjidil Haram, dekat Gate 100 dan Gate 104.

Selama meliput operasional haji 2026, detikHikmah beberapa kali melewati lokasi tersebut pada waktu yang berbeda. Dari luar, pintu fasilitas tampak tertutup sehingga aktivitas di dalamnya tidak terlihat. Meski demikian, berdasarkan keterangan resmi Otoritas Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, pusat penitipan anak tersebut merupakan salah satu layanan yang disediakan bagi keluarga jemaah.

Pada akhirnya, wajah baru Masjidil Haram bukan hanya terlihat dari bangunan yang semakin megah, tetapi dari bagaimana jutaan jemaah dapat beribadah dan bergerak dengan lebih tertib setiap harinya.



(rns/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads