Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kembali mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk memperhatikan ketentuan perjalanan selama proses kepulangan dari Arab Saudi. Imbauan tersebut disampaikan untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, menegaskan paspor merupakan dokumen yang sangat penting selama proses kepulangan ke Tanah Air. Karena itu, jemaah diminta menyimpan paspor di tempat yang aman dan mudah dijangkau serta selalu berada dalam pengawasan.
Maria mengingatkan apabila terjadi kehilangan paspor, jemaah harus segera melaporkannya kepada ketua kloter atau petugas haji agar dapat segera ditangani sesuai prosedur yang berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah tersebut penting agar proses kepulangan tidak mengalami kendala akibat masalah dokumen perjalanan.
Patuhi Ketentuan Berat Bagasi
Selain dokumen perjalanan, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan barang bawaan yang telah ditetapkan oleh maskapai penerbangan.
"Setiap jemaah hanya diperkenankan membawa satu buah koper kabin dengan berat maksimal 7 kg dan 1 koper bagasi dengan berat maksimal 32 kg," beber Maria.
Maria juga mengimbau agar jemaah tidak menambahkan barang ke dalam koper yang telah ditimbang dan diserahkan kepada petugas.
Air Zamzam Dilarang Masuk Koper
Salah satu hal yang kembali ditekankan oleh Kemenhaj adalah larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Maria menjelaskan aturan tersebut diterapkan demi memperlancar proses pemeriksaan keamanan di bandara.
Menurutnya, pengalaman pada musim haji sebelumnya menunjukkan bahwa keberadaan air zamzam dalam koper sering kali menyebabkan bagasi harus dibongkar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kondisi tersebut tidak hanya memperlambat distribusi koper, tetapi juga dapat menghambat keseluruhan proses pemulangan jemaah. Namun, jemaah tidak perlu khawatir karena pemerintah telah menyiapkan distribusi air zamzam secara resmi.
"Setiap jemaah haji Indonesia akan memperoleh satu galon air zamzam berisi lima liter yang akan dibagikan di debarkasi masing-masing setelah tiba di Indonesia," jelas Maria.
Jemaah Gelombang Kedua Bersiap ke Madinah
Selain fokus pada pemulangan jemaah, Kemenhaj juga menyampaikan pergerakan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah akan dilakukan mulai Minggu (7/6/2026).
Maria mengimbau seluruh jemaah agar mempersiapkan diri dengan baik dan membawa barang sesuai kebutuhan. Menurutnya, barang bawaan yang berlebihan tidak hanya menyulitkan jemaah, tetapi juga dapat menghambat proses mobilisasi, penempatan bagasi, dan layanan transportasi yang telah disiapkan.
(dvs/kri)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?
Kenapa Laki-laki Disiapkan Bidadari sedangkan Wanita Tak Disiapkan Bidadara?
Mengapa Indonesia Tak Dapat Labbaytum Award, Penyelenggara Haji Terbaik 2026 dari Saudi?