Pemandangan mencolok tersaji di ruang tunggu D2 Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (4/6/2026). Di tengah hiruk-pikuk kepulangan jemaah ke tanah air, sejumlah jemaah haji asal Gowa, Sulawesi Selatan, mendadak bikin heboh karena penampilannya. Mereka yang tergabung dalam kloter 5 UPG (Makassar) ini kompak menyulap diri dengan pakaian bermodel bling-bling yang super gemerlap.
Ruang tunggu bandara seketika berubah layaknya backstage peragaan busana ketika beberapa jemaah mulai mengganti pakaian santai mereka dengan baju istimewa penuh payet. Gaya nyentrik nan glamor ini sengaja mereka persiapkan khusus untuk momen menginjakkan kaki kembali di kampung halaman.
Salah seorang jemaah, Suryani (46), tampak mencuri perhatian dengan gaun kuning cerah bertabur payet warna-warni. Sambil membetulkan aksesorisnya, Suryani mengaku pakaian cetar ini sudah ia siapkan sejak dari Indonesia, sedangkan pernak-pernik pelengkapnya baru ia borong di Tanah Suci. Baginya, penampilan glamor ini adalah simbol sakral dari sebuah pencapaian spiritual yang besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang tanda kesyukuran kita sudah merampungkan ibadah haji, kita pulang memang begini. Agar bertemu keluarga dalam keadaan yang spesial," ujar Suryani dengan wajah sumringah saat ditemui di Bandara Jeddah.
Di balik mewahnya pakaian yang dikenakan, Suryani mengaku perjalanan hajinya tidaklah instan melainkan penuh perjuangan fisik yang menguras air mata dan keringat. Namun, segala lelah itu luntur digantikan rasa haru karena sebentar lagi bisa memeluk sanak saudara.
"Alhamdulillah ada suka dukanya dengan jemaah lain dan syukurlah bisa kembali bertemu keluarga," imbuhnya penuh haru.
Pemandangan senada juga terlihat dari penampilan Nurina (60). Jemaah paruh baya ini tampil anggun dengan busana pesta terbaiknya sebagai bentuk selebrasi atas penantian panjang selama 1,5 dekade demi bisa menginjakkan kaki di Mekkah.
"Ini adalah salah satu wujud syukur dan terima kasih pada Allah SWT. Semoga menjadi haji mabrur," pungkas Nurina sambil tersenyum lebar.
Tradisi menyambut kepulangan dengan pakaian serba gemerlap ini kembali menjadi warna tersendiri dalam musim haji tahun ini. Di balik kilau payet yang memanjakan mata, tersimpan cerita keteguhan hati, kesabaran menanti antrean belasan tahun, dan rasa syukur yang tumpah ruah.
(inf/inf)












































Komentar Terbanyak
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban
Negara Mayoritas 98% Muslim Ini Larang Hijab, Janggut, hingga Perayaan Lebaran
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?