Wamenhaj dan Amirul Hajj Cek Dapur Haji, Pastikan Makanan Jemaah Aman

Kabar Haji by Le Minerale

Wamenhaj dan Amirul Hajj Cek Dapur Haji, Pastikan Makanan Jemaah Aman

Rachmatunnisa - detikHikmah
Sabtu, 23 Mei 2026 09:30 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak didampingi dua anggota Amirul Hajj 2026, Komjen Pol (Purn) Suntana dan Heri Hermansyah, meninjau dapur haji di Makkah, Jumat (22/5/2026).
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak didampingi dua anggota Amirul Hajj 2026, Komjen Pol (Purn) Suntana dan Heri Hermansyah, meninjau dapur haji di Makkah, Jumat (22/5/2026).Foto: Media Center Haji 2026
Makkah -

Persiapan konsumsi jemaah menjelang puncak ibadah haji menjadi perhatian khusus pemerintah. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak turun langsung meninjau kesiapan dapur penyedia makanan siap santap atau ready to eat (RTE) di wilayah Jabal Nur dan Ash Shara'i, Makkah.

Dalam kunjungan pada Jumat (22/5/2026) itu, Dahnil didampingi dua anggota Amirul Hajj 2026, yakni Komjen Pol (Purn) Suntana dan Heri Hermansyah. Menurut Dahnil, aspek konsumsi menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, terutama saat mendekati fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Jadi, (kami mengecek) apakah distribusinya sudah tersedia di sini, kemudian apakah sudah didistribusikan ke hotel-hotel (jemaah)," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) usai peninjauan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengecekan dilakukan untuk memastikan distribusi makanan siap santap kepada jemaah pada 7, 8, dan 13 Zulhijah berjalan sesuai jadwal. Dahnil menjelaskan, idealnya paket makanan telah didistribusikan dua hari sebelum pelaksanaan puncak ibadah haji.

"Ini contoh yang akan dibawa dan diterima jemaah," kata Dahnil sambil memperlihatkan paket RTE.

Ia menyebut salah satu dapur di kawasan Jabal Nur telah mulai mengirimkan paket makanan untuk ribuan jemaah yang berada di tiga hotel. "Mereka sudah distribusikan hari ini," kata Dahnil menjelaskan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa dapur lain yang belum memulai proses distribusi pada hari tersebut. Karena itu, pihaknya meminta seluruh persiapan diselesaikan secepatnya.

Menurutnya, kesiapan makanan menjadi hal penting mengingat masalah konsumsi kerap muncul saat puncak haji berlangsung. Kondisi lalu lintas yang padat dan penutupan sejumlah akses jalan sering kali menghambat pengiriman makanan ke jemaah.

"Makanya, makanannya harus makanan yang ready to eat atau makanan yang tahan lama," kata Dahnil didampingi Suntana dan Heri Hermansyah.

Dalam skema layanan tahun ini, jemaah haji Indonesia akan memperoleh enam paket makanan siap santap di hotel selama 7, 8, dan 13 Zulhijah. Rinciannya, pada 7 Zulhijah jemaah mendapat tiga kali makan untuk pagi, siang, dan malam. Pada 8 Zulhijjah tersedia satu paket sarapan, sedangkan pada 13 Zulhijah jemaah akan memperoleh dua porsi untuk makan siang dan malam.

Selain itu, saat berada di Armuzna, jemaah juga akan mendapatkan tambahan 15 porsi makanan siap santap sehingga paket dari hotel tidak perlu dibawa ke lokasi puncak haji.



(rns/kri)
Kabar Haji dari Tanah Suci

Kabar Haji dari Tanah Suci

381 konten
Seputar berita tentang jemaah haji yang sedang berada di Tanah Suci. detikHikmah akan mengabarkan kegiatan jemaah haji Indonesia dari awal hingga akhir musim haji.
Berita Terkait