Bercermin kerap menjadi rutinitas harian yang tak terlewatkan bagi setiap orang, baik saat hendak beraktivitas, merapikan pakaian, maupun merawat diri. Namun di balik sekadar melihat pantulan rupa di depan kaca, Islam mengajarkan bercermin sejatinya bisa menjadi sarana spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan rasa syukur.
Setiap manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surah At-Tagabun ayat 3:
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَحْسَنَ صُوَرَكُمْۚ وَاِلَيْهِ الْمَصِيْرُ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak, Dia membentuk rupa kalian lalu memperindah rupa kalian, dan kepada-Nyalah kembali (kalian)."
Sebagaimana dikutip dari buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian karya Mahmud asy Syafrowi, firman Allah SWT tersebut menjadi landasan utama bagi umat Islam untuk senantiasa bersyukur atas fisik dan rupa yang telah dikaruniakan. Salah satu bentuk wujud syukur tersebut adalah dengan memanjatkan doa saat berdiri di depan cermin.
Bacaan Doa Bercermin
Terdapat beberapa riwayat doa yang dapat diamalkan ketika berhias atau bercermin. Doa-doa ini berisi permohonan agar keindahan fisik yang dianugerahkan Allah SWT berbanding lurus dengan kebaikan budi pekerti.
1. Doa Bercermin Versi Pertama
Mengutip buku Doa dalam Al-Qur'an dan Sunnah karya M. Quraish Shihab, berikut adalah bacaan doa bercermin yang umum diamalkan:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنُ خُلُقي
Bacaan latin: Alhamdulillaah allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii.
Artinya: "Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah tubuhku, maka perindah juga akhlakku." (HR Ahmad dan At-Tirmidzi)
2. Doa Bercermin Versi Kedua
Sementara itu, dalam buku 63 Adab Sunnah karya Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto, Lc., M.A. al-Hafizh, disebutkan juga redaksi doa bercermin yang tak kalah mulia:
اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي
Bacaan latin: Allahumma ahsanta khalqii fa ahsin khuluqii.
Artinya: "Ya Allah, Engkau telah membaguskan penciptaanku, maka baguskanlah akhlakku."
Kedua doa di atas memiliki makna mendalam. Seorang muslim diajarkan untuk tidak hanya mengagumi estetika lahiriah, tetapi juga terus bermohon agar diberikan keindahan batiniah berupa keluhuran akhlak dan watak.
Etika dan Adab Saat Bercermin
Bercermin bukan sekadar perkara bersolek. Agama Islam mengatur adab agar aktivitas ini bernilai pahala dan menghindarkan diri dari sifat sombong. Berdasarkan buku Living Hadis karya Salim Rosyadi, dkk, berikut beberapa adab bercermin yang perlu diperhatikan:
Mengingat Nikmat Allah
Menyadari bahwa ketampanan, kecantikan, atau keutuhan fisik adalah pemberian dari Allah SWT.
Tidak Berlebihan Mengagumi Diri
Menjaga hati agar tidak jatuh pada sifat ujub (bangga diri berlebihan).
Dilarang Mencela Fisik
Tidak meratapi atau mengutuk kekurangan fisik yang dimiliki.
Bersabar dan Bersyukur
Bersabar atas segala kekurangan serta bersyukur atas setiap kelebihan rupa maupun tubuh.
Tidak Membuang Waktu:
Hindari berdiri terlalu lama di depan cermin tanpa keperluan yang jelas.
Proporsional dalam Berhias
Tidak berlebih-lebihan dalam berdandan (tabarruj).
Keutamaan Membaca Doa Saat Bercermin
Membaca doa dan menerapkan adab saat bercermin menyimpan berbagai hikmah spiritual. Mengutip buku Adab Islam dalam Kehidupan Sehari-hari karya Mahdy Saeed Reziq Krezem, keutamaan paling mendasar dari berdoa saat bercermin adalah melatih rasa syukur yang jujur.
Saat memandang diri di kaca dan merasa berpenampilan menarik, kesadaran muslim akan langsung tertuju bahwa keindahan tersebut berasal dari Allah SWT, bukan semata-mata karena usaha pribadi. Hal ini mencegah manusia dari sifat takabur, sebab ketampanan atau kecantikan fisik sama sekali tidak menjamin kebaikan akhlak seseorang di mata Sang Pencipta.
Lebih dari itu, cermin berfungsi sebagai sarana introspeksi diri (muhasabah). Ketika melihat pantulan wujud lahiriah, seorang muslim diajak untuk berefleksi: Apakah perilaku, tutur kata, dan kebiasaan sehari-hari sudah seelok penampilan fisik?
Jika menyadari masih banyak kekurangan dan dosa, momen bercermin menjadi pengingat yang pas untuk segera bertobat dan memperbaiki kualitas diri secara menyeluruh.
Semoga pembahasan mengenai doa bercermin, adab, beserta keutamaannya ini dapat menambah wawasan spiritual dan membawa keberkahan bagi detikers dalam kehidupan sehari-hari!
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam