Saudi Perketat Pencegahan Wabah, Haji 2026 Dijamin Bebas Ebola-Hantavirus

Saudi Perketat Pencegahan Wabah, Haji 2026 Dijamin Bebas Ebola-Hantavirus

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 22 Mei 2026 17:45 WIB
Masjidil Haram, Jumat, 1 Mei 2026, dipadati jemaah haji dari berbagai dunia.
Suasana Masjidil Haram (Foto: Dok MCH 2026)
Jakarta -

Otoritas Kesehatan Saudi (Weqaya) menegaskan kesiapannya mengatasi potensi wabah Ebola dan Hantavirus. Hingga kini, pihaknya mengonfirmasi tak ada kasus Ebola dan Hantavirus di dalam Kerajaan.

"Status kesehatan para jemaah haji tetap menyakinkan, di bawah pemantauan terus-menerus sepanjang waktu dan berkoordinasi penuh dengan otoritas di dalam dan luar Kerajaan," tulis Weqaya, dilansir dari Saudi Gazette pada Jumat (22/5/2026).

Weqaya menegaskan pemantauan kesehatan harian terus dilakukan untuk jemaah haji yang datang dari negara-negara tetangga zona penularan wabah tersebut. Pengawasan berkelanjutan terhadap virus Ebola di Kongo dan Uganda terus berlangsung sambil berkoordinasi dengan organisasi kesehatan internasiona, begitu pula dengan perkembangan Hantavirus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas Kesehatan Saudi menekankan sistem pengawasan epidemiologi Kerajaan sepenuhnya siap menanggapi potensi risiko kesehatan, menjaga kesejahteraan warga negara, penduduk hingga jemaah haji.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan catatan Weqaya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola jadi Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional pada 17 Mei 2026 sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional (NCDC) menyoroti langkah-langkah pencegahan wabah Ebola di Kongo telah dilakukan sejak Juli 2019.

Langkah tersebut termasuk menangguhkan penerbitan visa masuk bagi para pelancong dari daerah yang terdampak selama gelombang virus sebelumnya.

Penilaian risiko berkala juga mendorong kelanjutan dan penguatan langkah-langkah ini bagi para pelancong dari negara-negara yang berbatasan dengan zona wabah, yaitu Uganda, Sudan Selatan, Rwanda, Burundi, Tanzania dan Kongo.

NCDC mengonfirmasi belum ada kasus yang dilaporkan di Kerajaan hingga kini. NCDC juga menyatakan pihaknya telah meningkatkan langkah-langkah respons kesehatan di titik masuk dengan mengaktifkan tim respons di semua pelabuhan masuk, memberikan peningkatan kesadaran dan panduan kesehatan bagi para pelancong yang tiba dari daerah yang terdampak, memastikan kesiapan fasilitas kesehatan untuk menangani kasus yang dicurigai sesuai dengan protokol yang disetujui, serta menerapkan pengawasan epidemiologi harian di akomodasi bagi para peziarah dari negara-negara yang berbatasan dengan zona wabah.

Adapun terkait Hantavirus, Weqaya menyebut virus tersebut berisiko rendah bagi Kerajaan serta ketika musim haji 2026. Langkah-langkah pemantauan dan pengawasan terus dilakukan demi memastikan intervensi cepat jika ada perkembangan terkait Hantavirus.

NCDC menekankan adanya efektivitas sistem pengawasan epidemiologi dan koordinasi berkelanjutan dengan otoritas terkait, baik di dalam maupun luar negeri, untuk menjaga keamanan kesehatan selama haji.




(aeb/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads