KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Haji, Ada Sanksi Menanti

Kabar Haji by Le Minerale

KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Haji, Ada Sanksi Menanti

Rachmatunnisa - detikHikmah
Jumat, 22 Mei 2026 15:30 WIB
KBIHU Dilarang Pasang Identitas di Tenda Haji, Ada Sanksi Menanti
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf dan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mencopot penanda KBIHU yang pasang penanda di tenda Arafah, Kamis (21/5/2026). Foto: Dok. Kemenhaj
Jakarta -

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memasang identitas kelompok di tenda jemaah selama fase puncak ibadah haji di Arafah dan Mina. Aturan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban penempatan jemaah menjelang pelaksanaan Armuzna.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menegaskan larangan tersebut berlaku untuk segala bentuk identitas KBIHU yang dipasang di area tenda.

"Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina," ujar Ichsan dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/5/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan petugas akan menertibkan seluruh atribut atau penanda kelompok yang ditemukan terpasang di lokasi tenda. Tak hanya dicabut, KBIHU yang melanggar juga terancam menerima sanksi dari pihak berwenang.

Menurut Ichsan, sistem penempatan jemaah di Arafah dan Mina sudah diatur oleh petugas secara resmi. Langkah itu dilakukan agar proses distribusi jemaah selama fase Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, berjalan tertata dan tidak menimbulkan kebingungan.

ADVERTISEMENT

"Kami akan memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar karena seluruh penempatan jemaah sudah diatur petugas," katanya.

Kementerian Haji juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari otoritas Arab Saudi, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, petugas kloter, hingga petugas sektor. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan puncak ibadah haji berlangsung lancar.

Pihak Kemenhaj berharap seluruh jemaah dapat memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan tertib sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Sebagai informasi, rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dijadwalkan dimulai pada Senin (25/5/2026). Pada tahap ini, jemaah haji Indonesia akan bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk menjalani prosesi wukuf.




(rns/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads