Kemenhaj-BPS Survei Kepuasan Haji 2026, 14.400 Jemaah Jadi Responden

Kabar Haji Bersama Telkomsel

Kemenhaj-BPS Survei Kepuasan Haji 2026, 14.400 Jemaah Jadi Responden

Tri Aljumanto - detikHikmah
Selasa, 12 Mei 2026 12:30 WIB
Inspektur Utama BPS, Dadang Hardiawan, dalam pertemuan membahas survei kepuasan haji 2026 di Kantor Daker Bandara, Senin (11/5//2026).
Inspektur Utama BPS, Dadang Hardiawan, dalam pertemuan membahas survei kepuasan haji 2026 di Kantor Daker Bandara, Senin (11/5//2026). Foto: Tri Aljumanto/detikcom
Jeddah -

Kementerian Haji (Kemenhaj) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menggelar Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026. Tidak main-main, sebanyak 14.400 jemaah dibidik menjadi responden untuk memberikan penilaian jujur terhadap kualitas layanan selama di Tanah Suci.

Inspektur Utama BPS Dadang Hardiawan menjelaskan ada perbedaan signifikan dalam survei tahun ini. BPS kini menerapkan pendekatan yang lebih progresif dengan memantau perjalanan layanan dari hulu ke hilir secara mendetail.

"Kami tidak hanya melihat hasil akhir atau output layanan saja, tetapi juga mendalami setiap proses yang dilaluinya," kata Dadang di Kantor Daker Bandara, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guna menjamin data yang dihasilkan tidak bias, BPS menggunakan metode probability sampling. Strategi ini diambil agar hasil survei benar-benar mencerminkan realita di lapangan tanpa ada upaya untuk menonjolkan testimoni yang positif saja.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak pilih-pilih sampel. Semua jemaah memiliki peluang yang sama untuk memberikan penilaian, sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid dan tidak hanya mengambil testimoni yang bagus-bagus saja," tutur Dadang.

Cakupan pengamatan dalam SKLHI 2026 ini meliputi sembilan titik krusial, mulai dari Madinah, Jeddah, hingga fase puncak haji di Armuzna. Penilaian mencakup seluruh aspek vital, mulai dari urusan administrasi di Tanah Air, transportasi bus, kualitas tenda di Mina, hingga urusan perut jemaah yang meliputi gizi dan ketepatan distribusi katering.

Berdasarkan data terbaru hingga awal Mei 2026, tim pengawas BPS sudah bergerak cepat dengan mengumpulkan sekitar 5.080 kuesioner. Pengumpulan data dilakukan secara modern melalui sistem CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) yang dikombinasikan dengan observasi lapangan serta wawancara mendalam kepada jemaah di sela-sela ibadah.

Masyarakat dan pihak terkait baru bisa melihat hasil survei pelayanan haji ini pada bulan Juli atau Agustus 2026 mendatang. Dadang menegaskan bahwa laporan akhir ini akan menjadi rapor sekaligus panduan bagi pemerintah dalam menyambut musim haji berikutnya.

"Hasil survei ini akan menjadi kompas bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan layanan di masa mendatang. Hal-hal yang sudah bagus akan dipertahankan, sementara yang kurang akan segera dievaluasi demi kenyamanan tamu Allah," pungkasnya.




(alj/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads