Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi disiagakan di 10 titik strategis kawasan Masjidil Haram untuk membantu jemaah selama beribadah. Pos-pos tersebut disiapkan agar jemaah lebih mudah mendapatkan bantuan, mulai dari informasi arah hingga layanan kesehatan, dan perlindungan.
Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram PPIH Arab Saudi, Latief Wibawa, mengatakan jumlah pos tahun ini bertambah dibanding musim haji sebelumnya.
"Titik-titik itu harus ditempatkan pos, sehingga akan membantu jemaah haji yang berada di Masjidil Haram ini. Jemaah tidak perlu sungkan untuk menghampiri kami jika membutuhkan bantuan," ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH), ditemui saat bertugas di Masjidil Haram, Rabu (6/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Latief, titik penjagaan dipilih di area-area yang paling sering menjadi lokasi jemaah kebingungan arah, terpisah dari rombongan, atau mengalami kelelahan setelah beribadah di tengah cuaca panas Makkah.
Petugas yang berjaga berasal dari berbagai layanan, mulai dari kesehatan, perlindungan jemaah, layanan lansia dan disabilitas, hingga pembimbing ibadah.
"Ketika melihat petugas yang menggunakan seragam, silakan temui kami, tidak usah khawatir. Kami akan memberikan pelayanan maksimal, 24 jam penuh kepada seluruh jemaah haji kita," katanya.
Berikut 10 titik pos petugas haji Indonesia di kawasan Masjidil Haram:
- Terminal Syib Amir
- Pintu keluar Marwah
- Area sa'i
- Area tawaf
- Pintu Babussalam
- Pertigaan Terminal Bab Ali-Syib Amir
- Area WC 3 arah Terminal Aziziyad
- ATM Center Dar At-Tawhid
- Arah Hotel Arjuna
- Terminal Jabal Ka'bah
Untuk diketahui, khusus di area tawaf, petugas laki-laki menggunakan pakaian ihram dengan tulisan 'Petugas Haji Indonesia 2026' agar mudah dikenali jemaah.
Selain berjaga di pos-pos tersebut, petugas haji Indonesia juga berpatroli di sekitar Masjidil Haram untuk membantu jemaah yang membutuhkan pertolongan cepat. Tak jarang, petugas membantu menunjukkan arah terminal, lokasi pengambilan air zamzam, hingga mendampingi jemaah lansia yang terpisah dari rombongan.
Saat ini, jumlah jemaah Indonesia di Tanah Suci terus bertambah seiring dimulainya kedatangan gelombang kedua dari Tanah Air yang mendarat melalui Bandara Internasional King Abdulaziz sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah. Sementara itu, proses pergeseran jemaah gelombang pertama dari Madinah juga masih terus berlangsung.
(rns/inf)












































Komentar Terbanyak
Mengapa Indonesia Tak Dapat Labbaytum Award, Penyelenggara Haji Terbaik 2026 dari Saudi?
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?
Kenapa Laki-laki Disiapkan Bidadari sedangkan Wanita Tak Disiapkan Bidadara?