Persiapan infrastruktur jelang puncak ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dikebut. Sejumlah fasilitas baru mulai disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, mulai dari lantai tenda yang lebih tebal hingga tambahan urinoir untuk mengurangi antrean toilet.
Tim Media Center Haji (MCH) meninjau langsung kesiapan kawasan Armuzna yang akan menjadi pusat pergerakan jutaan jemaah saat fase puncak haji. Di kawasan Padang Arafah, lorong antar-tenda kini telah dipasangi kamera pengawas CCTV guna meningkatkan keamanan jemaah selama 24 jam.
Masuk ke dalam tenda, suasana terlihat jauh lebih tertata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Permukaan tanah gurun yang biasanya terasa panas kini telah dilapisi struktur lantai tambahan yang cukup tebal sebelum ditutup karpet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lapisan ini dibuat untuk menjaga permukaan tetap rata sekaligus mengurangi hawa panas dari tanah. Di atasnya, petugas juga mulai menyiapkan kasur busa baru lengkap dengan bantal, seprai, dan selimut untuk setiap jemaah.
Selain itu, dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC) dipasang di setiap tenda untuk membantu jemaah menghadapi cuaca panas ekstrem di Arafah.
Perubahan juga terlihat di area sanitasi. Selain toilet jongkok dan duduk, kini tersedia jalur yang lebih ramah bagi jemaah lansia dan disabilitas. Salah satu fasilitas baru yang paling mencolok adalah pemasangan urinoir di luar area toilet pria. Fasilitas ini dibuat untuk mengurangi antrean panjang jemaah yang hanya ingin buang air kecil.
Usai meninjau Arafah, pengecekan dilanjutkan ke kawasan Muzdalifah dan Mina. Di Mina, petugas masih terus memeriksa kesiapan kasur dan fasilitas tenda satu per satu sambil mencatat berbagai evaluasi untuk segera ditindaklanjuti pihak syarikah.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Muftiono, mengatakan progres pembangunan mengalami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir.
"Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres ya baru sampai mencapai sekitar 60 persen, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya," ujarnya saat ditemui di Mina, Jumat (8/5).
Menurut Muftiono, seluruh kekurangan kecil di lapangan langsung dicatat agar bisa segera diselesaikan sebelum jemaah mulai bergerak menuju Armuzna. "Melihat perkembangan itu, saya optimis bahwa target H-5 seratus persen bisa terwujud," katanya.
Berbagai pembenahan fasilitas ini diharapkan membuat jemaah lebih nyaman dan tidak mudah kelelahan saat menjalani rangkaian ibadah puncak haji.
(rns/inf)












































Komentar Terbanyak
Kenapa Laki-laki Disiapkan Bidadari sedangkan Wanita Tak Disiapkan Bidadara?
Kenapa Air Zamzam Tak Pernah Habis Meski Diambil Jutaan Jemaah?
Mengapa Indonesia Tak Dapat Labbaytum Award, Penyelenggara Haji Terbaik 2026 dari Saudi?