Disulam dengan Benang Emas, Begini Proses Pembuatan Kiswah Ka'bah

Disulam dengan Benang Emas, Begini Proses Pembuatan Kiswah Ka'bah

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 05 Mei 2026 14:45 WIB
Kiswah kabah
Kiswah Ka'bah (Foto: Getty Images/iStockphoto)
Jakarta -

Di jantung kota Makkah, berdiri bangunan paling suci bagi umat Islam di seluruh dunia, yaitu Ka'bah. Bangunan ini selalu diselimuti kain hitam megah yang dikenal dengan nama kiswah.

Sekilas, kiswah tampak seperti kain biasa, namun di baliknya tersimpan proses panjang, penuh ketelitian, serta nilai spiritual yang sangat tinggi.

Kiswah bukan sekadar penutup Ka'bah. Ia adalah simbol penghormatan, keagungan, dan cinta umat Islam kepada rumah Allah SWT. Setiap helai benangnya dibuat dengan standar terbaik, bahkan disulam menggunakan benang emas asli yang menambah kemewahan sekaligus kesakralannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Kiswah Ka'bah

Dikutip dari buku The Power Of Kabah karya Zainurrofieq Lc, tradisi menutup Ka'bah sebenarnya telah ada jauh sebelum Islam datang. Orang yang pertama kali memberikan kiswah ini adalah Nabi Ismail AS. Namun, ada pula yag mengatakan seorang penguasa dari Yaman yaitu As'ad Al-Humairi.

ADVERTISEMENT

Praktik tersebut kemudian disempurnakan setelah masa Nabi Muhammad SAW. Beliau mempertahankan tradisi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Ka'bah, kemudian di masa berikutnya dilanjutkan oleh para khalifah.

Seiring berjalannya waktu, kiswah mengalami berbagai perkembangan. Pada masa awal Islam, kain yang digunakan masih sederhana. Namun, ketika peradaban Islam berkembang pada era dinasti besar seperti Umayyah dan Abbasiyah, kualitas kiswah meningkat pesat. Sutra mulai digunakan, dan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an mulai menghiasi permukaannya.

Sejak runtuhnya Dinasti Abbasiyah, kiswah dibuat di Mesir. Apalagi setelah Raja Shalih Qalawun sengaja membuka tiga perkampungan baru yang dikhususkan untuk pembuatan kiswah Ka'bah.

Tradisi ini berlangsung selama berabad-abad hingga akhirnya, pada era modern, pembuatan kiswah dipusatkan langsung di Mekkah oleh pemerintah Arab Saudi.

Pada 1924 M, barulah Kiswah Ka'bah dikerjakan di Makkah melalui pabrik khusus. Pabrik ini pertama kali menghasilkan kiswah pada tahun 1926 M.

Kiswah terbuat dari sutra murni dan diberi warna hitam. Pada bagian sekelilingnya dirajut dengan tulisan kaligrafi Arab model tsulutsi berwarna kuning emas.

Kiswah terdiri dari lima potong, empat potong pembungkus sisi-sisi Ka'bah dan satu potong penutup pintunya.

Awal Proses: Dari Benang Sutra Menjadi Kain

Dalam buku The Lost Story of Kabah: Fakta-Fakta Mencengangkan Seputar Baitullah karya Irfan L. Sarhindi, dijelaskan pembuatan kiswah dimulai dari bahan dasar terbaik, yaitu sutra alami.

Sutra mentah diproses dengan sangat hati-hati hingga menjadi benang halus. Benang-benang ini kemudian ditenun menjadi kain besar dengan tekstur yang kuat namun tetap lembut.

Proses penenunan ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ketelitian sangat dibutuhkan agar hasilnya sempurna, mengingat kain ini akan menjadi penutup Ka'bah yang dilihat jutaan mata setiap tahun.

Setelah kain selesai ditenun, tahap berikutnya adalah pewarnaan. Warna hitam yang menjadi ciri khas kiswah bukan dipilih tanpa alasan. Warna ini melambangkan keagungan, keteguhan, dan kesederhanaan.

Proses pewarnaan dilakukan berulang kali hingga warna hitam benar-benar meresap sempurna ke dalam serat kain. Hasil akhirnya adalah warna hitam pekat yang tahan terhadap panas terik dan perubahan cuaca ekstrem di Mekkah.

Kaligrafi: Sentuhan Ayat Suci

Keindahan kiswah semakin tampak ketika ayat-ayat Al-Qur'an mulai diaplikasikan. Sebelum disulam, pola kaligrafi dicetak terlebih dahulu di atas kain. Tulisan-tulisan ini biasanya berisi ayat suci Al-Qur'an, kalimat tauhid, serta asmaul husna.

Sekeliling kiswah dirajut dengan kaligrafi Arab berupa kalimat la ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, subhanallah wabihamdihi subhanallahil'azhim, ya Allah, ya Hannan dan ya Mannan - yang membentuk angka 7 dalam aksara Arab.

Penempatan kaligrafi juga tidak sembarangan. Setiap bagian memiliki posisi dan makna tersendiri.

Pada sepertiga bagian atas, Kiswah dihias dengan sabuk kiswah yang beriri ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan Ka'bah.

Pada sisi Multazam misalnya, ayat yang tertera pada sabuknya adalah QS Al-Baqarah ayat 125-128. Pada sisi Hijr Ismail adalah QS Al Baqarah ayat 197-199. Pada sisi belakang pintu Ka'bah adalah QS Al Hajj ayat 26-29. Sedangkan pada sisi antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad adalah QS Ali Imran ayat 95-97.

Semua kaligrafi dipintal dengan benang emas, dengan isi yang bisa jadi diubah sewaktu-waktu sepanjang sesuai dengan niat pengagung Ka'bah.

Penyulaman dengan Benang Emas

Tahap paling menakjubkan dalam pembuatan kiswah adalah proses penyulaman. Di sinilah keahlian para pengrajin benar-benar diuji. Dengan tangan-tangan terampil, mereka menyulam kaligrafi menggunakan benang emas dan perak asli.

Proses ini memakan waktu lama, bahkan untuk satu bagian saja bisa berlangsung berminggu-minggu. Setiap detail diperhatikan dengan sangat teliti agar menghasilkan ukiran kain yang tidak hanya indah, tetapi juga sempurna.

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna, ratusan pekerja, yang sebagian adalah seniman kaligrafi, menyulam kiswah selama kira-kira 8,5 bulan.

Mereka mengerjakannya dalam 47 potong kain untuk 2 buah kiswah- satu untuk yang utama dan satu lagi untuk cadangan.

Seluruh proses ini membutuhkan 999 gulung benang sutra yang panjang pergulung kira-kira 1 km dengan berat keseluruhan benang 670 kg, di luar berat bordir benang emas seberat 15 kg.

Kilauan benang emas yang menghiasi kiswah memberikan kesan megah sekaligus sakral. Inilah yang membuat kiswah tampak begitu istimewa dibandingkan kain lainnya di dunia.

Perakitan hingga Menjadi Kiswah Utuh

Setelah semua bagian selesai disulam, potongan-potongan kain tersebut dijahit menjadi satu kesatuan besar. Kiswah terdiri dari beberapa panel yang disusun secara presisi hingga membentuk penutup utuh Ka'bah.

Ukurannya pun sangat besar, dengan tinggi mencapai sekitar 14 meter dan panjang yang mengelilingi seluruh bangunan Ka'bah.




(dvs/erd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads