Sebanyak 452 bus Salawat siap mengakomodir transportasi jemaah haji Indonesia. Sebagian bus ini dilengkapi dengan fasilitas yang memudahkan jemaah lansia dan disabilitas.
Dalam konferensi pers yang disampaikan melalui siaran langsung YouTube Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), bus Salawat disiapkan untuk memudahkan mobilitas jemaah dari penginapan menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.
Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh, sehingga jemaah dapat mengatur waktu ibadah dengan lebih fleksibel dan nyaman. Kehadiran bus shalawat menjadi solusi penting, terutama mengingat jarak antara hotel dan Masjidil Haram yang tidak selalu dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
452 Armada Siap Beroperasi Nonstop
Sebanyak 452 armada bus shalawat disiapkan untuk melayani jemaah haji Indonesia di Mekkah. Dari jumlah tersebut, 52 unit merupakan bus khusus hidrolik yang dirancang ramah bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
Bus-bus ini melayani 21 rute berbeda yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor. Untuk memudahkan, setiap jemaah telah dibekali kartu panduan rute yang wajib dibawa saat menggunakan layanan tersebut.
Dengan sistem ini, jemaah diharapkan dapat dengan mudah mengenali jalur perjalanan menuju Masjidil Haram tanpa kebingungan.
Untuk menunjang kelancaran operasional, bus Salawat melayani tiga titik pemberhentian utama, yaitu Terminal Jiad, Jabal Ka'bah, dan Syib Amir. Ketiga titik ini menjadi akses utama bagi jemaah untuk mencapai area Masjidil Haram.
Selain itu, petugas haji juga disiagakan di berbagai titik untuk membantu jemaah yang mengalami kesulitan.
"Petugas haji siap mendampingi jemaah saat mengalami kesulitan, jadi jangan segan-segan untuk bertanya kepada petugas haji," kata Maria Assegaff, jubir Kemenhaj.
Beroperasi Sejak Kedatangan Hingga Kepulangan
Layanan bus shalawat mulai beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah haji di Mekkah pada 30 April 2026 dan akan terus berjalan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air.
Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara tertib oleh seluruh jemaah, terutama untuk mendukung kenyamanan beribadah, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
Imbauan Hadapi Cuaca Panas Ekstrem
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan jemaah untuk mewaspadai kondisi cuaca di Mekkah yang diperkirakan mencapai suhu hingga 43 derajat Celsius.
Jemaah diimbau untuk:
- Mengatur waktu perjalanan ke Masjidil Haram dengan bijak
- Menggunakan alat pelindung diri seperti payung atau topi
- Memperbanyak konsumsi air putih
- Menghindari aktivitas berat di siang hari
- Segera melapor kepada petugas jika mengalami gangguan kesehatan
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan profesional bagi seluruh jemaah Indonesia. Jemaah juga diajak untuk menjaga kekompakan, mematuhi arahan petugas, serta fokus menjalankan ibadah dengan khusyuk.
(dvs/inf)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026