Arus kedatangan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah masih berlangsung secara bertahap. Memasuki hari kedua, Jumat (1/5/2026). Sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan tiba di Kota Makkah.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan jumlah tersebut meningkat dibandingkan hari pertama pada Kamis (30/4). Sebelumnya, sebanyak 12 kloter telah lebih dulu tiba dengan proses yang berjalan lancar.
"Alhamdulillah secara umum kedatangan jemaah haji Indonesia kemarin berjalan lancar. Para jemaah juga merasakan kegembiraan luar biasa bisa sampai di Makkah," ujarnya, ditemui wartawan di Kantor Daker Makkah, Jumat (1/5/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dirata-ratakan, setiap kloter berisi sekitar 360 hingga 400 jemaah. Dengan demikian, total jemaah yang tiba di hari kedua diperkirakan mencapai 7.000 hingga 8.000 orang.
Pada hari pertama, kedatangan jemaah tersebar di enam sektor pemondokan, termasuk sektor 7 yang menerima kloter awal seperti Yogyakarta (YIA 1) dan Jakarta-Pondok Gede (JKG 1). Selain itu, sektor 6 juga menerima jemaah dari embarkasi Kualanamu (KNO 1). Sementara pada hari kedua, seluruh 10 sektor di Makkah dijadwalkan mulai menerima kedatangan jemaah. Embarkasi yang diberangkatkan pun bertambah.
Evaluasi Kedatangan Hari Pertama
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga melakukan evaluasi terhadap proses kedatangan hari pertama. Secara umum, layanan dinilai berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pembagian kunci kamar hingga pengaturan penurunan jemaah dari bus.
Skema pelayanan dilakukan dengan memanggil ketua rombongan untuk menerima kunci kamar terlebih dahulu. Setelah itu, jemaah diberi arahan di dalam bus sebelum akhirnya turun dan langsung menuju kamar masing-masing.
Meski terdapat beberapa catatan kecil, seperti selisih jumlah jemaah dalam bus, hal tersebut dapat segera diatasi oleh petugas di lapangan.
Perhatian Khusus Lansia dan Disabilitas
PPIH juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Data jumlah jemaah dengan kebutuhan khusus telah dipetakan sejak awal untuk memudahkan penanganan.
Petugas disiagakan untuk mendampingi jemaah yang menggunakan kursi roda, baik oleh keluarga maupun oleh petugas resmi jika tidak ada pendamping.
Di tengah euforia tiba di Tanah Suci, jemaah diimbau untuk tetap menjaga kondisi fisik. Hal ini penting agar mereka dapat menjalani rangkaian puncak ibadah haji, seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan Mina, dalam kondisi prima.
"Sering kami menyampaikan selalu dan bisa menjaga kesehatan, itu yang paling pokok. Karena dengan kesehatan yang maksimal, yang prima, seluruh rangkaian ibadah itu bisa dilaksanakan dengan sempurna," ujar Ihsan.
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk memperhatikan aturan akses menuju Masjidil Haram. Transportasi menuju masjid dibatasi hingga pukul 09.00 waktu setempat.
Untuk itu, jemaah yang hendak melaksanakan ibadah, termasuk umrah wajib, disarankan berangkat lebih awal. Bahkan, sebagian jemaah yang tiba pada hari pertama diarahkan untuk melaksanakan umrah wajib sejak pukul 06.00 pagi guna menghindari kepadatan akses.

Komentar Terbanyak
MUI Usul Istilah LGBT Diubah Jadi LGSP
Kampus Muhammadiyah Mendominasi Universitas Islam Terbaik Dunia, Ini Daftarnya
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam