Masjidil Haram membuka kursus ilmiah sebagai bagian dari program kepresidenan dalam persiapan musim haji 1447 H/2026 M. Peresmian kursus ilmiah ini dilakukan oleh Presiden Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syekh Dr Abdulrahman Al Sudais.
Dilansir dari kantor berita Saudi, Syekh Al Sudais mengatakan kursus ilmiah itu bertujuan meningkatkan kesadaran keagamaan jemaah. Dengan begitu, mereka bisa melaksanakan ritual haji dengan pemahaman yang didasarkan dari bukti hukum Islam sekaligus memperkaya pengalaman spiritual dan intelektualnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, kursus ilmiah tersebut disiarkan melalui platform digital dan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Kursus tersebut juga bisa diakses melalui kode QR agar lebih bermanfaat bagi jemaah.
Selain kursus ilmiah, Arab Saudi juga meluncurkan layanan digital untuk mengecek kepadatan tawaf dan sai secara real time. Menurut laporan Saudi Gazette, layanan itu diluncukan oleh General Authority for the Care of the Affaris of the Grand Mosque and the Prophet's Mosque untuk meningkatkan kenyamanan serta keselamatan ibadah di Masjidil Haram.
Jemaah kini dapat mengecek kondisi keramaian di platform digital resmi. Keramaian itu terpampang dalam indikator warna-warna sederhana.
Teknologi tersebut menunjukkan tingkat kepadatan di area sekitar Ka'bah (tawaf) dan jalur antara Shafa-Marwah (sai). Dengan begitu, jemaah bisa memilih waktu terbaik melaukan ibadah.
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman menginstruksikan agar seluruh sumber daya dan kemampuan negara dimaksimalkan untuk menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Hal tersebut disampaikan dalam sidang kabinet yang digelar di Jeddah, Selasa (21/4/2026) kemarin.
Arahan itu mencakup dukungan terhadap seluruh rencana operasional, termasuk aspek pengorganisasian, keamanan, hingga langkah-langkah pencegahan demi memastikan kelancaran ibadah haji.
Arab Saudi menekankan komitmennya memberi pelayanan terbaik bagi jemaah, mulai dari fasilitas, keamanan, hingga kenyamanan selama menjalankan ibadah. Upaya ini menjadi bagian dari misi besar kerajaan dalam menjaga kelancaran dan kekhusyukan ibadah haji setiap tahunnya.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Soal Presiden Beli Sapi Kurban Pakai APBN, MUI: Disunnahkan bagi Pemimpin
Prabowo Akan Salat Idul Adha di Prancis, Kurban 1.098 Sapi Tetap Jalan
Guru Besar UIN Jakarta: Sapi Kurban Presiden Dipahami sebagai Program Sosial Negara