Talbiyah haji adalah bacaan yang dilantunkan oleh jemaah. Isi dari talbiyah adalah pernyataan menyambut ajakan Allah SWT untuk berhaji.
Menukil buku 100+ Kesalahan dalam Haji dan Umrah oleh Nasaruddin Umar dan Indriya R Dani, membaca talbiyah berarti musim datang semata-mata memenuhi panggilan dan kehendak Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya.
Kalimat tersebut dibaca sejak jemaah haji melakukan ihram dan selama perjalanan menuju Makkah hingga sampai di Hajar Aswad. Ketika tawaf, talbiyah tidak lagi dibaca melainkan diganti dengan doa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Talbiyah Haji: Arab, Latin dan Arti
Berikut bacaan talbiyah haji yang dikutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun oleh Hamdan Hamedan.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ. لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ والنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكُ لَا شَرِيكَ لَكَ.
Labbaikallaahumma labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wa ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.
Artinya: "Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu. Aku memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milik-Mu, begitu juga seluruh kerajaan, tiada sekutu bagi-Mu."
Bacaan Tambahan Talbiyah Haji
Diterangkan dalam buku Haji an-Nabi oleh Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani terjemahan Khoeruddin, jemaah haji haji bisa membaca talbiyah yang dilantunkan Nabi Muhammad SAW. Terdapat tambahan kalimat pada lafalnya dan dinilai lebih afdhal untuk dibaca.
Tambahan tersebut diperbolehkan berdasarkan sabda Nabi SAW terhadap orang-orang yang menambahkan ucapan talbiyah sebagaimana yang mereka ucapkan, "Labbaik dzal ma'arij, labbaik dzal fawâdhil (aku memenuhi panggilan-Mu Dzat yang memiliki gugusan bintang, aku memenuhi panggilan-Mu Dzat yang memiliki seluruh keutamaan).
"Ibnu Umar menambahkannya dengan lafal, 'Labbaik wa sa'daika, wal khair biyadaika, war raghba'u ilaika wal amal (aku memenuhi panggilan-Mu dengan penuh kebahagiaan, seluruh kebaikan berada di tangan-Mu, permohonan hanya dipanjatkan kepada-Mu, dan amal hanya dilakukan untuk-Mu)'." (HR Abu Dawud)
Kapan Jemaah Haji Membaca Talbiyah?
Membaca talbiyah haji adalah amalan yang disyariatkan. Hal ini merujuk pada riwayat dari Ummu Salamah RA yang berkata:
"Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Wahai keluarga Muhammad, barang siapa yang melakukan ibadah haji di antara kalian, hendaklah dia bertalbiyah dalam haji-nya'." (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)
Jemaah haji mulai membaca talbiyah sejak awal ihram sampai saat melempar jumrah Aqabah pada hari Nahar yaitu 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha. Pada lemparan batu pertama lalu mengakhirinya.
Selain itu, talbiyah lebih baik dilakukan di tempat-tempat yang tinggi dan yang rendah, ketika naik (mendaki) dan ketika turun lembah atau bertemu tunggangan, serta setiap selesai salat.
Keutamaan Membaca Talbiyah Haji
Terkait keutamaan membaca talbiyah haji disebutkan dalam hadits dari Sahl bin Sa'd RA. Dikatakan pepohonan, bebatuan hingga bumi ikut bertalbiyah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah seorang muslim bertalbiyah kecuali semua yang ada di kanan dan kirinya, baik bebatuan, pepohonan maupun tanah liat ikut bertalbiyah, bumi pun ikut bergetar di sana-sini." (HR Ibnu Majah, Al Baihaqi dan lainnya)
(aeb/kri)












































Komentar Terbanyak
Apakah Haji Bisa Tidak Mabrur? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Jemaah
Pendapat Hukum Austria Sebut Larangan Jilbab Tak Sesuai dengan Konstitusi
Nabung 21 Tahun Mulai Rp 10 Ribu, Penjual Es Keliling Akhirnya Naik Haji