Aroma persiapan menyambut tamu Allah kian terasa di Bandara Internasional Prince Mohammad Bin Abdulaziz (AMAA) Madinah. Pada Senin (20/4/2026) petang, petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara melakukan orientasi lapangan besar-besaran untuk memastikan setiap jengkal fasilitas siap melayani jemaah haji Indonesia.
Langkah ini bukan sekadar peninjauan biasa. Petugas harus bergerak cepat beradaptasi dengan kebijakan terbaru pemerintah Arab Saudi demi kelancaran arus kedatangan jemaah.
Tenaga Penghubung Indonesia-Arab Saudi wilayah kerja bandara, M. Yusuf Bahar, menegaskan pemahaman alur kerja di titik-titik krusial adalah harga mati bagi setiap petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa poin (lokasi). Pertama, Mecca Route yaitu tempat keluar jemaah fast track dari empat embarkasi yaitu dari Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar. Kita menjelaskan ke tim, alur cara kerjanya," kata Yusuf saat ditemui di Bandara Madinah, Senin (20/4/2026) petang.
Tahun ini, efisiensi menjadi kunci. Tercatat ada kenaikan signifikan sebesar 18 persen jemaah yang menggunakan layanan Mecca Route dibandingkan tahun lalu. Melalui skema fast track ini, jemaah haji asal Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar tak perlu lagi mengantre lama. Hanya dalam waktu 15 hingga 20 menit setelah keluar pintu gedung, jemaah langsung diarahkan menuju bus yang siap mengantar ke hotel.
Namun, perhatian tidak hanya tertuju pada jalur cepat. Tim PPIH Daker Bandara juga menyisir kesiapan jalur bagi jemaah non-fast track, "Di sini ada beberapa gate, rata-rata jemaah kita akan keluar nomor 3 dan 4," ujar Yusuf.
Bagi jemaah non-fast track, proses transit akan terasa lebih nyaman di 'Hajj Pavilion'. Tersedia enam paviliun yang dilengkapi AC, toilet, hingga klinik kesehatan di paviliun nomor 5 untuk memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima setelah penerbangan panjang.
Untuk tahun ini ada yang berbeda dalam penanganan bagasi. Yusuf menjelaskan adanya perubahan lokasi keluarnya koper jemaah. Jika sebelumnya terpencar, kini seluruh koper, baik jalur fast track maupun reguler, akan dipusatkan di satu titik, "Posisinya ada di belakang lokasi fast track. Kita akan siagakan tim khusus yang mengendalikan dan mencatat bagasi tersebut," ungkapnya.
Gelombang pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai mendarat di Madinah pada 22 April hingga 6 Mei 2026. Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) akan mengawali perjalanan ini dengan skema fast track, dan dijadwalkan menyentuh aspal Bandara AMAA Madinah tepat pukul 06.50 waktu Arab Saudi (WAS).
Setelah fase Madinah usai, gelombang kedua akan menyusul melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada 7 hingga 21 Mei 2026. Seluruh rangkaian ini bermuara pada satu momen puncak: wukuf di Arafah yang jatuh pada 26 Mei 2026.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Hewan yang Boleh Dibunuh dalam Islam
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris